
Karin duduk diantara pepohonan yang tumbuh subur di hutan Kutukan didampingi laknara dan Satya serta kelana diikuti puluhan ribu rakyat lembah kutukan yang terlihat menatap kearah Karin dengan penuh harapan.
Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan kutukan kalian,?" tanya Karin menatap kearah penduduk lembah kutukan yang berdiri menjauh dari batu datar yang terlihat membentuk seperti sebuah ukiran yang tidak di pahami Karin.
Batu itu ratu, mohon cari jalan keluarnya ratu!" tunjuk para penduduk lembah kutukan.
Ratu dibalik sisi kiri batu terdapat lobang kecil. apakah Ratu memiliki senjata yang seperti kunci pembuka?" tanya aki Aslan menatap kearah Karin.
"Aku tidak memiliki kunci" jawab Karin yang juga ikut terlihat bingung.
"Karin, coba gunakan keris naga saksaka emas mu, siapa tau keris itulah kuncinya!" ucap Nara memberi solusi.
Bunda benar kenapa aku bisa lupa ya!" gumam Karin yang langsung mengeluarkan keris naga saksaka emas miliknya dan langsung memasukan lobang kecil disela batu datar itu.
Kreeeeeeeeeee .....!clap...! terlihat dari arah batu datar yang tertulis simbol berwarna keemasan memancar begitu terang membuat seluruh penduduk desa kutukan terkejut dan berlarian menjauhi hutan itu dengan wajah penuh ketakutan.
. Sedikit demi sedikit batu datar yang mengeluarkan cahaya bergeser dengan sendirinya, hingga memperlihatkan sebuah kolam kecil berisi air yang sangat jernih dari dalam air yang terlihat menggelembung munculah sebuah kotak berwarna keemasan Berukir bentuk naga yang sangat indah.
"Karin" ambil kotak itu!" perintah Laknara yang menunjuk kearah kotak di atas permukaan air.
Dengan cepat Karin mengambil kotak itu dan membukanya.
__ADS_1
Kitab tujuh naga bunda!"ucap Karin yang melihat kepingan daun lontar dengan gambar naga didepannya.
Simpan kitab dan keris itu Karin", perintah Laknara pada putrinya.
Dengan cepat Karin menyimpan keris serta kotak beserta kitabnya kedalam tubuhnya.
Haaaaaa......!haaaaaa...!haaaaaa...!akhirnya aku bisa menemukan kitab legenda itu. serahkan kitab dan keris itu bocah kecil!"ucap aki Aslan yang ternyata bisa berdiri dengan mudah.
Apa maksud aki Aslan?" tanya Karin menatap tajam kearah aki Aslan.
Aku tidak punya banyak waktu. berikan kitab dan keris itu untuk aku persembahkan pada junjungan ku dewa naga!"pinta aki Aslan yang langsung mengukirkan tangan nya kearah Karin.
Aki Aslan yang sudah kehilangan kesabaran langsung menyerang Karin dengan cepat mengunakan tangannya yang tiba tiba berubah menjadi seperti karet elastis yang bisa memanjang
Satya yang melihat adiknya di serang tiba tiba langsung mengambil batu runcing dan menusuknya kearah tangan aki Aslan namun tidak berhasil, justru Satya langsung terbanting ke tanah terkena pukulan tangan panjang aki Aslan.
Bunda menyingkirkan akan aku hadapi aki aki tua sialan ini!"ucap Karin yang langsung berubah menjadi naga bersisik emas.
"Terima ini tua Bangka sialan!" umpat Karin yang langsung menyemburkan racun bisanya yang berbentuk buih keemasan.
Sial ternyata dia tidak bisa di anggap remeh. gumam aki Aslan yang berusaha menghindar dari serangan Karin..namun naas tanpa aki aslan sadari penduduk lembah kutukan yang sudah berubah menjadi manusia seutuhnya itu sudah bersatu membentuk kelopak bunga bangkai raksasa yang langsung melahap aki Aslan begitu saja hingga tubuh aki Aslan langsung hancur seperti daging giling tak berbentuk.
__ADS_1
"Karin bagai mana bisa mereka bisa berubah menjadi bunga bangkai seperti itu?" tanya Laknara dengan wajah ketakutan.
Jangan takut ratu.! aki Aslan merupakan manusia yang telah membuat kami terkena kutukan selama ribuan tahun, dia bukan penduduk asli Disini dia hanya pendatang yang inggin mengambil kitab tujuh naga air itu.. tapi tidak berhasil justru kutukan seperti inilah yang kami terima!"ucap seorang laki laki setengah baya dengan tersenyum ramah pada Karin.
Mari kita kembali ke kampung sekarang ajak laki laki itu menatap kearah Karin juga penduduk lain.
Karin kembali berubah menjadi naga dengan laknara dan Satya serta kelana yang duduk di punggung Karin hingga mereka tiba perkampungan penduduk.
Ratu nama saya panglima Wisesa saya kepala kampung di sini. jika suatu saat ratu membutuhkan bantuan kami genggam lah batu ini dan sebut lembah kutukan maka kami akan muncul untuk membantu ratu!"ucap panglima Wisesa.
Terima kasih karena ratu telah menolong kami, jika tidak ada ratu mungkin selamanya kami akan menjadi manusia berujud siluman.
Jangan berkata seperti itu..ini hanya kebetulan saja mungkin takdir mempertemukan kita seperti ini panglima. terima kasih juga karena kalian semua sudah membantu saya melawan aki aslan.jawab Karin.
Sejujurnya sudah lama kami inggin membinasakan aki Aslan, tapi selalu gagal dia tidak hanya sakti tapi dia juga bisa membaca pikiran kami, itu sebabnya kami tidak berdaya terlebih lagi karena kutukan itu semua kekuatan dan ilmu kami tidak berfungsi jadi kami terpaksa patuh pada aki aslan yang licik itu ratu..
Semoga ini jadi pelajaran untuk kalian jangan pernah terima tamu asing sembarang lagi, semoga kalian selalu damai dan bahagia Kami pamit ya!' ujar Karin yang kembali berubah menjadi naga.
Air didalam batu bisa membuat kalian kuat dan menambah kesaktian kalian, jadikan air itu untuk air minum kalian!" teriak Karin sebum melesat kembali keatas danau dengan ibu dan Kaka kakanya yang duduk dipundak Karin.
Tiba diatas danau Karin langsung melesat dengan cepat menuju rumah kediaman laknara meski malam begitu gelap gulita.
__ADS_1