Keturunan Terakhir Naga Emas

Keturunan Terakhir Naga Emas
mencari Keris naga saksaka dan tujuh kitab naga


__ADS_3

Dari siang hingga malam Karin terus bertempur dibantu Satya dan kelana mengahadapi ketujuh naga yang semakin ganas menyerang mereka, hingga laknara nyaris terluka. Melihat bunda nya nyaris celaka Karin langsung menyerang ketujuh naga dengan ajian tapak seribu bayangan naga.


Di bawah cahaya bulan purnama yang terang. laknara melihat sisik dari tubuh jelmaan Karin mengeluarkan cahaya begitu terang, hingga menyilaukan mata laknara termasuk Satya dan kelana yang langsung terduduk di atas tanah yang mengeluarkan cahaya keemasan pula.


Ketujuh ekor naga langsung meliuk liuk dan bersujud pada Karin saat melihat perubahan pada sisik Karin dan tidak lama mereka langsung menyatu hingga membentuk sebuah keris berkepala naga memiliki tujuh warna yang berbeda.


"Bunda, ternyata naga itu jelmaan keris naga saksaka!" teriak Satya yang berniat inggin mengambil keris yang tertancap di tanah. namun naas keris itu mengeluarkan cahaya yang tepat mengenai Satya hingga Satya langsung terbanting masuk kedalam danau.


"Bunda, tolong!" teriak Satya yang langsung tersedot kedalam pusaran air didalam danau. melihat putranya tersedot laknara ikut terjun kedalam danau hingga tengelam.


"Karin, bunda ikut tersedot. apa yang harus kita lakukan sekarang?" teriak kelana yang inggin melompat kedalam danau.


Ayo kakang pegang tangan ku. kita susul bunda!"pinta Karin yang langsung meraih tangan kelana.


Byuuuuuuur.....! byuuuuuuur....!Karin dan kelana ikut melompat kedalam danau hingga terbawa pusaran air yang terus berputar.


Tiba didasar danau Karin dan kelana berusaha mencari keberadaan Satya dan laknara yang menghilang tanpa jejak.


Mana bunda dan kakang Satya Karin, ko tidak ada disini?" tanya kelana menata kesetiap arah


Kakang lihat disana, Seperti ada perkampungan. tunjuk Karin.


Ayo kita kesana..ajak kelana menarik tangan Karin


Blaaaaaaar....!.seperti terkena sentrum kecil


saat Karin dan kelana melewati gerbang pintu

__ADS_1


masuk perkampungan yang mereka lihat.


Aneh sekali ya kakang, bagai mana bisa ada kampung didasar danau, terlebih lagi air nya dibatasi dinding hingga tidak menggenangi kampung ini!" ucap Karin yang terus berjalan menuju sebuah rumah yang terlihat sepi.


Ada yang aneh dengan tempat ini Karin. kita harus waspada!" bisik kelana sambil menatap sekeliling mereka.


Dari jauh terdengar sorakan suara yang begitu ramai yang membuat Karin serta kelana saling menatap heran.


"Kakang, naik ke punggung ku!" bisik Karin pada kelana.


Dengan cepat kelana menaiki punggung Karin yang sudah berubah menjadi seekor naga emas yang melesat dengan cepat menuju kearah suara yang begitu ramai di dalam hutan.


"Bunda" gumam Karin yang langsung berdiri disamping bundanya setelah merubah ujud nya.


Apa yang kalian lakukan pada bundaku?" bentak Karin dengan mata memancarkan cahaya keemasan.


Terdengar teriak demi teriakan yang tidak Karin pahami dari gerombolan makhluk aneh didepan nya.


"Ampun ratu" kami sungguh tidak tau jika mereka berdua masih keluarga ratu!" teriak sosok yang berdiri paling depan dengan tubuh berwarna merah serta bergigi runcing dengan telinga memanjang.


Siapa yang kalian pangil ratu?" tanya Karin menatap heran kearah makhluk aneh didepannya.


Engkau adalah ratu yang kami tunggu tunggu selama ribuan tahun. tolong kami ratu lepaskan kami dari kutuk ini!"ucap sosok yang berdiri didepan Karin.


Bantuan apa yang kalian inginkan dari ku?" tanya Karin.


"Ratu" ditengah hutan ini terdapat sebuah pahatan yang tidak kami ketahui maksudnya. tolong hapus pahatan itu agar kami kembali menjadi manusia seutuhnya.

__ADS_1


Akan aku coba, tapi lepaskan bunda dan Kaka ku!' perintah Karin.


Dalam sekejap tubuh laknara dan Satya yang terbelenggu dengan akar berduri langsung terlepas.


"Bunda, tidak apa apa?tanya Karin.


Bunda tidak apa apa nak, hanya saja bunda Bingung bagai mana bisa seluruh kesaktian bunda hilang. begitu juga dengan Satya entah apa yang terjadi disini bisik laknara pada Karin.


Semua itu karena lembah ini bernama lembah kutukan.. sehebat apa pun seseorang tapi jika mereka berada di tempat ini maka semua ilmunya tidak akan berfungsi!" ucap seorang pria tua yang terbaring diatas sebuah batu datar.


Siapa kamu?, bagai mana kamu bisa mendengar ucapan bundaku, padahal kami tidak berbicara dengan suara keras?" tanya Karin pada lelaki tua itu


Namaku Aki kaslan" julukan ku di perkampungan ini Dewa buta tujuh mata angin..aku bisa mendengar suara sepelan apa pun paduka ratu!" jawab aki kaslan.


Benar benar kampung aneh", gumam kelana dalam hati.


Baiklah tunjukan dimana letak Tempat yang kalian sebutkan tadi"! pinta Karin.


Mari ikuti kami paduka ratu!" ucap aki kaslan yang tetap berbaring diatas batu datar.


Bagai mana bisa mengikutinya jika dia sendiri masih terbaring diatas batu?"pikir Karin yang terlihat bingung.


Batu dewa bergeraklah!"perintah aki kaslan pada batu itu.


Karin tertegun melihat batu itu terbang dengan pelan mengikuti langkah kaki nya.


Apa masih jauh?" tanya Karin pada aki kaslan.

__ADS_1


Kita bisa cepat sampai jika padaku berubah ujud menjadi naga emas", jawab aki kaslan.


__ADS_2