
Setelah tragedi resepsi yang kacau Karin dan Dirga terpaksa berpisah karena Dirga harus mencari pusaka atas perintah papanya demi untuk mengukuhkan kekuatan rajawali yang dimiliki oleh Dirga.
Dengan langkah gontai Dirga memasuki hutan yang dipenuhi akar berduri yang suatu saat bisa membunuhnya karena akar itu hidup dan bisa langsung membelit mangsanya.
Berhari hari Dirga menerobos setiap jengkal lembah namun tidak ada sama sekali petunjuk yang didapatkan nya.
Dimana letak pusaka itu, coba seandainya Karin ada Disini tentu perjalanan ku tidak akan sesulit ini" keluh Dirga yang terdiam berdiri di atas tebing curam.
Sementara di tempat lain. Karin yang tertidur lelap di rumah nenek nya terus gelisah dengan keringat membanjiri tubuh nya.
"Karin jemput aku, aku menunggu mu ayo Karin kemari lah pangil," sebuah suara tanpa ujud hanya ada cahaya keemasan yang menyilaukan mata karin.
Siapa kamu, aku dimana kenapa begitu banyak pagoda di sini?" tanya Karin.
Kamu berada di lembah seribu pagoda Karin cepat lah kemari sebelum semuanya hancur ayo Karin, aku menunggu mu ribuan tahun sudah aku menanti kedatangan mu wahai putri ke Adilan cepatlah kemari!" pangil suara itu yang semakin menjauh.
Haaaaaaaa....! haaaaaaaaah.....!Karin terbangun dari tidurnya dengan perasaan takut dan bingung.. apa maksud mimpi ku ini siapa sosok yang memangil ku, benar benar mimpi yang aneh!"gumam Karin yang masih terus melamun memikirkan mimpinya.
"Karin bangun pangil!"sang nenek.
"Iya nek, Karin udah bangun ko!" jawab Karin yang langsung bergegas masuk kekamar mandi.
"Nek" Karin boleh nanya nggak?
Nanya apa cucuku?'
"Nek siapa orang tua Karin, Dimana mereka kini nek.. jujur Karin inggin sekali bertemu dengan orang tua Karin nek..!
Nenek juga tidak tau pasti Karin, yang nenek tau Hanya ibu mu nama nya laknara seorang wanita yang sangat cantik seperti putri keraton..
__ADS_1
"Maksudnya bagai mana nek, Karin tidak paham"
Mungkin ini saatnya kamu tau tentang masa lalu mu Karin!"
Tujuh belas tahun yang lalu kakek dan nenek bekerja pada seorang wanita berhati jahat juga keji, Nama nya Bu Amel dia seorang perempuan sakti karena bersuami makhluk gaib selain itu dia juga sangat kaya, kami berdua dipaksa mengurus bunga bangkai ajaib di sebuah lembah yang selalu menakutkan setiap saat karena di lembah itu terdapat sumur ular yang setiap waktu mengincar nyawa kamu berdua.
Di Lembah itu lah untuk pertama kalinya kami bertemu ibu mu yang sedang hamil tua, dia di bawah pengaruh ilmu Amel tatapan matanya terlihat kosong dan tidak pernah berbicara sama sekali hingga tiba saatnya ibu mu melahirkan mu berserta dua orang saudara mu..
Lanjutkan nek, Karin akan mendengarkan!" pinta Karin yang melihat nenek nya menghela nafas seperti menahan sakit.
"Kau terlahir kembar Karin, kedua saudara mu di bawa oleh Bu Amel entah kemana sementara kamu yang di anggap tidak berguna karena setiap di berikan berbagai ramuan serta ilmu oleh Bu Amel tubuh mu tidak memberi respon apa pun, karena marah Bu Amel Memberikan mu telur ular mentah setiap hari dan melemparkan mu kedalam sumur ular itu sampai usia mu dua bulan. selama itu kamu terus menangis dan kami berdua tidak bisa berbuat apa apa Karin,
tapi saat sore menjelang tepat usia mu dua bulan seekor ular besar keluar dari sumur ular memberikan mu pada kami dan berpesan agar kami merawat mu, lalu kami membawa mu jauh dari tempat itu karena takut jika Bu Amel mengetahui kamu masih hidup akan membunuh kamu begitulah ceritanya karin.
Siapa laknara, dimana dia tinggal nek lalu bagai mana dengan ayahku?.
Nenek tidak tau siapa ayah mu Karin, ibu mu dijadikan alat penyebar racun oleh Bu Amel dia dipaksa melayani semua lelaki untuk mendapatkan banyak keturunan pengganti anak anak Bu Amel yang tewas karena pertempuran dahsyat antara Bu Amel dan musuhnya. hanya itu petunjuk yang nenek ketahui!" jawab nek Ijah yang menatap ke arah Karin.
Jangan cucuku, Amel itu jahat dan keji nenek tidak mau kamu kenapa Napa.. nenek mohon jangan ya Karin jika takdir menentukan maka kamu akan bertemu dengan ibu mu kelak bersabarlah.
Apa nenek tau dimana letak negeri seribu pagoda?"
Maksud mu bagai mana Karin, nenek tidak paham.
Tadi Karin bermimpi nek, didatangi sebuah cahaya terang tanpa sujud yang menyuruh Karin kesana karena sudah ribuan tahun dia menunggu kedatangan Karin, nek letak lokasi itu berada dalam negeri seribu pagoda.
Nenek juga kurang paham Karin, mungkin hanya bunga tidur saja jangan terlalu dipikirkan.
Baiklah nek akan Karin lupakan!" nenek tadi masak apa?" tanya Karin..
__ADS_1
Masak makanan kesukaan mu, mari kita makan sebentar lagi kakek mu juga pulang dari kondangan.
Iya nek, Karin juga udah lapar banget ini!"ucap Karin yang mengusap perutnya.
"Karin,, pangil Dirga yang muncul tiba tiba di belakang rumah Karin.
Ko om ada disini, bukan nya om disuruh sama papa ngambil pusaka itu, kenapa malah kemari apa pusaka nya udah ketemu? tanya Karin.
"Belum, aku binggung karena tidak ada petunjuk sama sekali jadi sulit rasanya mendapatkan pusaka itu!" adu Dirga yang ikutan duduk di samping Karin.
Perlu bantuan nggak?" tanya Karin yang asik mengunyah tempe goreng.
Justru aku kemari karena inggin meminta bantuan mu. siapa tau dengan adanya kamu bersama ku pusaka itu akan muncul!"canda Dirga yang ikutan makan tempe goreng.
Loh nak Dirga kapan datang?"tanya kakek nya Karin yang baru pulang.
"Barusan. kakek dari mana ko gaya banget?" tanya Dirga yang langsung mencium tangan pak Karim.
Dari kondangan nak, ini ada berkat!" kata pak Karim meletakan bungkusan di hadapan Karin.
Wah pasti enak ini, Nenek kakek udah pulang nih bawa berkat ayo nek kita makan sama sama!"teriak Karin.
Iya Karin sebentar!" jawab nek Ijah yang tadi masuk kekamar nya.
Lo ada nak Dirga, kapan datang nya?" tanya nek Ijah.
Barusan nek!"jawab Dirga yang langsung mencium tangan nek Ijah.
Mari kita makan ajak," pak Karim yang duduk di samping istrinya.
__ADS_1
"Nek lauk nya banyak banget ini!" ucap Karin yang kegirangan melihat beberapa macam lauk yang terbungkus daun pisang.
Dirga yang melihat kebahagian istri nya tercenung, dia yang biasa makan dengan lauk yang banyak dan mewah biasa saja.. tapi istrinya yang hanya makan dengan lauk yang tidak seberapa terlihat bahagia betapa sederhana nya Karin!"pikir Dirga yang ikut menyuap makanan didepannya.