Key of Destiny

Key of Destiny
Lizzarde Angel


__ADS_3

Matahari yang hampir tenggelam, suara lonceng kota yang berbunyi, menandakan bahwa malam akan tiba. Kini Ace sudah menginjak umur 6 tahun, Ace sudah bisa berlari dan berbicara. Selama 6 tahun itu, Ace tidak pernah keluar dari kawasan istana dan itu artinya Ace tidak pernah melihat para warga dan bangunan yang berjejer rapi di luar sana, dan hari ini adalah hari dimana Ace pertama kali dipertemukan dengan teman sebayanya.


Ya, namanya adalah Lizzarde Angel. Lizzarde Angel adalah anak kandung dari pelayan kepercayaan Ratu Cordellia, Lizzarde Angel adalah gadis cantik yang usianya 5 bulan lebih tua dari Ace, ia sangatlah lincah, kuat, dan pintar.


"Hai, namaku Lizzarde Angel, kau bisa memanggilku Liza, aku tinggal di dekat pohon raksasa yang ditanam oleh ibumu, salam kenal!" Liza menodongkan tangannya mengajak Ace bersalaman.


"S-salam kenal, a-aku Co-Corde Ace, k-kau bisa memanggilku Ace" Ace kemudian bersalaman dengan Liza.


Ratu Cordellia tertawa kecil melihat tingkah laku Ace yang sangat pemalu terhadap wanita, bagi Ace ini adalah pertama kalinya untuk menyentuh seorang wanita selain ibu dan para pelayannya. Apalagi gadis ini adalah gadis yang manis dan cantik.


"Ace, aku suka bajumu, kau pasti akan tumbuh menjadi pangeran yang konyol nantinya, hehe!" Sahut Liza dengan penuh percaya diri. Ace menjadi sangat kesal dan malu karena Ace merasa diejek oleh Liza. Kemudian Ace mengerutkan wajah dan mendorong Liza sekuat tenaga.


Liza jatuh tersungkur karena dorongan Ace. Omongan Liza yang barusan sangat menyinggung hati Ace, dan Ratu Cordellia segera menolong Liza yang tersungkur. Kemudian ratu membentak Ace dengan tegas, "Ace!! tidak baik melakukan itu pada temanmu! lain kali jangan diulangi lagi!, sekarang masuk ke kamar!!".


Perintah ibunya tidak dapat ia bantah pula, Ace dengan wajah kesal bergegas menuju kamarnya. Meski Liza adalah gadis yang asal bicara, namun sebenarnya Liza sangat ingin berteman dekat dengan Ace. Dan karena kejadian tadi, Liza mengaku salah kepada ratu, dan berjanji pada Ratu Cordellia untuk tidak mengejek Ace serta tidak membuat Ace marah.


"Kau sangat pintar nak, aku harap suatu saat kau bisa mendukung dan membimbing Ace ke jalan yang benar, besok datanglah kehadapan Ace dan minta maaflah kepadanya atas kejadian hari ini, dan jadilah teman yang baik," ucap ratu sambil mengelus kepala Liza.


Liza mengangguk senang.


Keesokan harinya, Lizzarde berlari-lari di area istana sambil menjinjing gaun biru panjang yang dikenakannya. Rupanya gaun itu terlalu panjang untuk gadis kecil yang lincah sepertinya. Prajurit yang berjaga-jaga sampai kebingungan melihat gadis kecil cantik ini tak henti-hentinya berbolak-balik dari ruangan satu ke ruangan lainnya.


Sampai Lizzarde menabrak pelayan baru yang sedang membawa secangkir teh dan secawan biskuit.


*Brukk!


Gaun Lizzarde tersiram teh yang panas, dan biskuit terhempas bertebaran. Dan semuanya pecah berantakan.

__ADS_1


"Ah! Maafkan saya!" pelayan baru itu langsung panik dan mencoba membersihkan gaun milik Lizzarde. Saat hendak dibersihkan, Lizzarde langsung tertawa "Aneh, padahal aku bukan siapa-siapa tapi kamu panik setengah mati, aku bisa bayangkan kalau kamu menabrak Tuan Ace! Hahaha" Lizzarde tertawa lepas.


Pelayan baru itu langsung tertunduk malu, dan segera membersihkan gaun Lizzarde yang basah serta mengambili pecahan gelas di lantai.


Tak lama kemudian, gaun Lizzarde belum sepenuhnya bersih, "Terima kasih! Lagipula aku suka aroma teh!" sahut Lizzarde kemudian ia berlari pergi meninggalkan pelayan itu. Pelayan baru itu sampai menggelengkan kepalanya atas kelakuan Lizzarde, si gadis kecil cantik yang penuh semangat.


Lizzarde berlari memasuki kamar Ratu Cordellia dan melihat Ratu sedang menyisiri rambut peraknya yang panjang. Lizzarde terpukau dengan keindahan rambut Ratu, dan Lizzarde berjalan mendekat kearah Ratu dengan mata berbinar-binar.


Ratu yang menyadari kedatangan Lizzarde langsung menengok kearahnya, "Ada apa sayang?" tanya Ratu sambil tersenyum. Lizzarde kemudian menghentikan langkahnya, "Maafkan saya Ratu! Saya mengganggu, saya hanya ingin bertanya tentang Ace," Lizzarde memainkan jarinya.


Ratu tertawa kecil, "Kalau kamu mau bertemu Ace, datanglah ke perpustakaan pada sore hari, saat ini Ace sedang sibuk berlatih bersama panglima favoritnya,"


Meski sedikit kecewa dengan jawaban Ratu, Lizzarde tetap tersenyum "Begitu ya! Baiklah Ratu!! Terima kasih!!"


"Sama-sama sayang," Ratu membalas senyum Lizzarde.


Setelah itu Lizzarde berlari pergi meninggalkan ruangan Ratu.


Ace sangat antusias mendengarkan cerita tentang ibunya sendiri. Kata panglima itu, Ratu Cordellia terlahir saat perang yang diciptakan oleh Raja Iblis. Ratu Cordellia lahir dari rahim seorang Ratu juga, yaitu Ratu sebelum Ratu Cordellia, jadi Ratu Cordellia adalah anak kandung dari Ratu GloryStone sebelumnya, Ratu Cordellia sudah diangkat menjadi Ratu saat baru lahir karena Ratu sebelumnya telah gugur selepas melahirkan, dan sang Raja juga meninggal saat menghadapi Raja Iblis.


"Paman, kenapa musuh tidak langsung mengambil alih kerajaan kita saat kita berada di keterpurukan itu??" tanya Ace penasaran dan kebingungan.


"Pertanyaan yang bagus!"


"Jadi sebenarnya, nenekmu atau ibu dari Ratu Cordellia sudah mengaktifkan sihir andalan milik GloryStone, dan sihir ini hanya bisa digunakan oleh pemimpin GloryStone beserta keturunannya," jawab Panglima itu secara detail.


"Beserta keturunannya? itu artinya aku juga bisa menggunakannya?!" Ace sangat gembira.

__ADS_1


"Ya! tentu saja, kamu memang pintar hahaha!" Panglima itu lalu mengelus kepala Ace yang duduk di depannya. "Karena itu kamu harus bisa berlatih dan tumbuh menjadi pemuda yang kuat, suatu saat kamu bisa memimpin dan melindungi kerajaan ini serta kamu bisa melindungi orang yang kamu cintai, termasuk ibumu sendiri!" sambung Panglima itu.


Semangat Ace membara, "Ya!! Tentu saja!! Tambah kecepatan kudanya paman!! Kita akan menuju masa depan yang cerah!!" tangan Ace menunjuk ke depan dan wajahnya berseri-seri.


"Siap Pangeran!! Hiyaat!" si kuda melaju menyusuri hutan.


Hutan yang sepi itu kini sedikit diwarnai oleh suara gelak tawa Ace dan Panglimanya.


Setelah beberapa jam bertualang, Ace kemudian pergi dan melanjutkan belajarnya di dalam perpustakaan saat sore hari. Ace membaca buku tentang Sihir Mematikan Milik GloryStone.


Angin sore berhembus melewati jendela perpustakaan yang terbuka, Ace merasakan hembusan angin yang membuat badannya dingin karena bercampur keringat setelah berpetualang. Cahaya matahari sore juga ikut menembus melalui jendela perpustakaan yang terbuka dan menyinari buku yang Ace baca.


Saat Ace sedang fokus membaca, "Jangan terlalu serius membaca bukunya, coba kamu tengokkan sedikit kepalamu ke luar jendela, lihat betapa indahnya cara alam memanjakanmu" sahut Lizzarde yang datang dengan gaun putih pendek. Ace kemudian menatap ke arah jendela sebentar dan langsung menatap Lizzarde yang berdiri di samping rak buku.


"Apa sih?" sahut Ace jutek, Ace kemudian mengabaikan Lizzarde dan melanjutkan bacaannya.


"Duh masih marah ya?" Lizzarde berjalan kearah Ace dan kemudian duduk di depannya.


"Maaf dong.." mohon Lizzarde. Ace menjadi tak fokus membaca, "Diamlah Liz, lebih baik kamu pergi saja!" bentak Ace.


Lizzarde kemudian terpukau melihat mata Ace yang begitu indah, Ace melihat wajah Lizzarde yang sedikit bengong saat menatap wajahnya, Ace langsung kebingungan.


"Oy!" bentak Ace.


Lizzarde terbangun dan tertawa kecil. Ace semakin bingung dan kesal, apa yang membuat Lizzarde menertawainya, "Aku baru sadar, kalau kamu memiliki rambut seindah Ratu, aku menyukainya!" sahut Lizzarde kemudian ia tersenyum manis.


Emosi Ace sedikit mereda, "Oh, ku kira kamu mau cari masalah lagi," Ace kemudian menatap bukunya, "Enggak kok, aku mau minta maaf soal kemarin" Lizzarde menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Mulai sekarang kita adalah teman, oke?!" sambungnya.


Ace tersenyum kecil, Ace menjabat tangan Lizzarde dan menjawab, "Ya tentu saja,"


__ADS_2