
Hari sudah gelap dan lampu istana sudah menyala semua, dan saat itu Ace dengan pemuda misterius itu baru sampai di istana. Ace disambut oleh Lizzarde yang menunggunya dari sore, Lizzarde terkejut saat melihat Ace dibawa oleh seorang pemuda yang terlihat menakutkan itu.
Setelah Ace turun dari punggung Reddle, Lizzarde langsung bergegas menarik tangan Ace menjauhi Reddle. "Eeh! Kenapa sih?!" bentak Ace bingung. Reddle hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.
Detak jantung Lizzarde tak karu-karuan, Lizzarde gugup setengah mati. Ace kemudian menarik tangannya dari genggaman Lizzarde, "Jangan berulah lagi! Aku sudah malu habis-habisan karenamu!" sambung Ace dengan galak.
Lizzarde hanya terus menatap mata Reddle, Lizzarde ketakutan. "Liz?" sahut Ace.
Reddle tersenyum dan menatap mata Lizzarde. Ace menatapi wajah Lizzarde dan Reddle secara bergantian, "Ada apa sih mereka ini?" gumam Ace dalam hati. Kemudian datanglah Ratu Cordellia yang akhirnya membuat situasi tegang itu menghilang.
Reddle menundukkan badannya di depan Ratu, "Yang Mulia.." katanya.
"Siapa engkau? Dari mana asalmu?" tanya Ratu tegas dan kemudian menggandeng tangan Ace.
__ADS_1
"Nama hamba Reddle Sky, hamba berasal dari BlackStone negara tetangga," Reddle tersenyum manis.
Ratu tersenyum kecil, "Kau pasti bercanda, warga BlackStone tidak akan bisa memasuki kawasan GloryStone, sekali saja melangkah maka kekuatannya akan diserap!" jawab Ratu tegas.
Reddle kemudian tertawa kecil, "Ratu Cordellia memang pintar, sebenarnya hamba berasal dari desa di dekat air terjun Krypsal".
"Kamu pasti bercanda lagi!" cela Lizzarde tiba-tiba. Reddle tersenyum ke arah Lizzarde, "Hamba mengatakan yang sebenarnya Ratu,"
"Ace bisakah kau jelaskan ini semua??" Ratu menatap Ace dengan serius. Ace menjawab, "Aku dikejar-kejar anjing liar saat mau pulang bu, dan paman Reddle menyelamatkanku, kemudian paman Reddle menggendongku sampai sini,"
"Lihat, dia juga memperban kakiku yang terluka," Ace menunjukkan kakinya yang diperban.
"Baiklah, terima kasih banyak Tuan Reddle, kamu sudah menolong Ace yang sedang dalam bahaya, semoga GloryStone selalu berada di hatimu," Ratu menundukkan kepala.
__ADS_1
"Tidak usah repot-repot Ratu haha, saya hanya kebetulan saja bertemu Ace saat itu," Reddle merasa tidak enak karena Ratu menundukkan kepala untuk dirinya.
Setelah itu, Reddle melangkah pergi menjauhi kawasan istana, meski sudah berada di kejauhan, Ace terus mengamati Reddle seperti tidak rela akan kepergiannya. "Ada apa Ace? Kau mengagumi orang itu?" tanya Ratu.
Ace menggeleng, "Tidak bu, aku hanya merasa kalau dunia luar istana begitu menakjubkan, aku seperti takut akan kehilangan mereka yang kutemui hari ini keesokan harinya,"
Ratu tersenyum, "Tidak akan Ace, mereka akan terus aman selamanya di dalam GloryStone," Ratu mengusap kepala Ace. Kemudian Ace tersenyum dan mengangguk, "Saat aku dewasa nanti, aku juga akan menjadi seperti ibu! Aku sayang ibu!" Ace memeluk Ratu Cordellia.
Lizzarde yang melihat momen itu langsung tersenyum lega, "Oh iya, kamu sudah makan? Kok kamu terlihat tidak kelaparan?" tanya Ratu terheran-heran. Ace tertawa dan menjawab, "Ooh itu ya bu, sebenarnya saat di desa tadi aku berjumpa dengan para warga yang ramah dan baik hati, lalu mereka memberiku banyak makanan dan aku kenyang disana hehehe!"
"Sudah ibu duga, dasar anak nakal ya kamu!" Ratu menyentil dahi Ace. "Aduh!" Ace memegangi dahinya. "Yasudah, ayo masuk, hari sudah malam dan kamu belum mandi juga," Ratu menggandeng tangan Ace dan berjalan memasuki istana.
Ratu dan Ace berjalan melalui Lizzarde begitu saja, seperti tidak dianggap, Lizzarde senang namun juga sakit hati, Lizzarde terus terdiam dan tidak mengikuti Ratu dan Ace dari belakang.
__ADS_1