
Sepulang dari perbatasan , Ace, Lizzarde, dan Gladiol langsung disambut oleh Ratu Cordellia untuk segera mengisi perut mereka dengan makan malam yang mewah. "Anggap saja ini hadiah atas kerja keras kalian," begitu kata Ratu.
Mereka melihat banyak makanan mewah yang tersusun rapi diatas meja. Tanpa berpikir panjang, karena sudah kelaparan Lizzarde dan Gladiol langsung duduk di atas kursi makan. Sedangkan Ace malah termenung memikirkan orang-orang yang tak bisa memakan makanan semewah ini di luar sana.
Ace dengan lesu menduduki kursinya sambil terus menundukkan kepala memikirkan hal itu.
"Ada apa Ace? Kau sakit?" tanya Anne Drime dengan lembut.
Ace menggeleng dan menjawab, "Aku baik-baik saja, aku hanya memikirkan mereka diluar sana yang tak bisa memakan makanan semewah kita," .
Jawaban Ace membuat Ratu Cordellia terkejut. Kemudian Ratu menggenggam tangan Ace dan berkata, "Kami paham nak, tetapi pernahkah kamu pikirkan sesuatu?" .
"Sesuatu apa?" Ace menatap ibunya.
"Lezat atau tidaknya makanan tergantung momen yang dimiliki saat menyantap hidangan itu, jika mereka senang dan bersyukur dengan rezeki mereka, maka apapun yang mereka makan akan terasa lebih nikmat," jawab Ratu sambil tersenyum manis.
"Makanlah Ace, agar kamu bisa membagikan makanan yang mewah kepada mereka suatu saat," sambung Gladiol yang berhasil membuat senyum Ace kembali.
Ace tersenyum dan mengangguk, lalu ia ambil sepasang sendok dan garpu dan kemudian menyantap makanannya.
"Ini enak sekali!!" seru Ace sambil menguyah makanannya.
"Makanlah pelan-pelan!"
"Uhuek!!" Ace tersedak makanannya, dan semua orang di meja makan tertawa. Apalagi Lizzarde, ia tertawa paling keras dan paling lepas.
"Aku harap aku bisa terus berada di sini," gumam Lizzarde dalam hati.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, meja makan yang awalnya penuh dengan makanan mewah, kini hanya tersisa piring dan gelas kosong namun ada juga yang masih ada isinya.
Selepas makan malam, Ace kemudian membersihkan diri dan berbaring di tempat tidurnya. Ace mencoba menutup matanya namun rasa ngantuk tidak menghampirinya.
Ia malah terpaku dengan kotak berisi anak serigala putih yang ia bawa pulang. Karena tak bisa tidur, Ace memutuskan untuk pergi keluar bersama anak serigala itu.
Namun diluar sangatlah dingin sampai-sampai Ace tidak jadi keluar dan mengubah niatnya menuju perpustakaan istana.
Tempatnya gelap, hanya disinari dengan beberapa lilin dan terlihat menyeramkan. Tetapi Ace tak memikirkan hal itu, ia sambil membawa kotak berisi anak serigala itu lalu duduk di salah satu bangku perpustakaan. Ace terus menatap anak serigala putih yang tertidur sejak tadi sore.
"Kenapa kamu tidur terus sih, padahal kan kamu tidak melakukan apa-apa," ujar Ace kesal sambil menyentuh-nyentuh badan serigala itu.
Beberapa kali Ace terus mengganggu anak serigala yang sedang tidur itu, namun ia tak kunjung membuka mata. Ace merasa bosan dan meletakkan kotak berisi anak serigala itu di sampingnya.
"Baca buku dikit ah, biar bisa tidur,"
Ace memilih-milih buku di salah satu rak yang berada dekat gudang perpustakaan. Kondisinya sudah sangat berdebu dan sangat minim pencahayaan. Saat Ace menyentuh salah satu buku di rak itu, buku-buku lainnya terlempar keluar dari rak. Ace terkejut bukan main, bahkan Ace tak bisa menarik tangan kanannya dari buku yang ia sentuh.
Tangannya seperti ditarik oleh sesuatu, "Astaga, apa ini!! Aarrgh!!!" Ace mencoba untuk menarik tangannya sekuat tenaga. "I-ibu!!" Ace panik tak karuan. Tiba-tiba saja buku yang Ace sentuh tadi terbang ke udara dan terbuka dengan sendirinya, sedangkan tangan kanan Ace masih saja seperti ditarik oleh buku itu.
"Ace.. Anakku.." terdengar bisikan kecil oleh suara lelaki di telinga Ace. "Jangan takut.." sambung suara misterius itu.
Ace yang panik, langsung menarik tangan kanannya dengan kuat. "Semangat Ac..ee..!!!" Ace berusaha membuat dirinya tenang. Munculah sebuah cahaya putih dari buku yang terbuka itu, Ace semakin tak bisa menahan tangannya dan dirinya dengan cepat menghilang dari perpustakaan.
Buku yang awalnya berada di udara itu kini terjatuh ke lantai, dan Ace menghilang tanpa jejak.
"Whoaa!!" Ace terbangun di atas sebuah tumpukan jerami.
__ADS_1
Ace yang baru terbangun seperti orang kesetrum itu lantas kebingungan akan keberadaan dirinya, Ace melihat keadaan sekitar. Tumpukan jerami dimana-mana, bau rumput, dan sangat membuat dada sesak karena banyak debu-debu berterbangan.
"Kandang???" tanya Ace kebingungan, lalu berjalan keluar dari tempat yang diduga kandang itu. Di luar, Ace melihat banyaknya petani yang sedang mencangkul dan menanam.
"Apa ini..." Ace terbelalak melihat keindahan alam disana, dan ia sesekali mengamati wajah para petani disitu, namun semuanya terlihat asing. Kecuali pada seseorang pemuda berambut putih panjang mengenakan pakaian petani yang lusuh dan membawa sebuah cangkul.
Pemuda itu mengusap keringatnya yang bercucuran, lalu tanpa disengaja pemuda itu melihat sosok Ace yang berdiri di balik pintu kandang.
"Hey nak! Apa yang kau lakukan disitu?" seru pemuda yang tidak terlihat asing itu.
Ace terkejut, "A-aku hanya melihat saja, bu-bukan apa-apa.." jawab Ace gugup.
Ace berjalan mendekati pemuda itu, "L-lihat nih! Aku tidak ngapa-ngapain kok.." katanya sambil menyembunyikan kedua tangannya di belakang.
Pemuda berambut putih itu tertawa, "Anak yang lucu, apakah kamu lapar?".
"La-lapar? Kenapa bertanya seperti itu tiba-tiba.." jawab Ace bingung.
"Biasanya anak kecil selalu lapar, buktinya anak yang sedang berada di kandungan istriku saat ini suka membuat istriku lapar karena dia terus mencuri setiap nutrisi yang istriku makan, haha!"
Meski cerita pemuda itu terdengar tidak lucu bagi Ace, namun Ace berusaha membuat dirinya terlihat tertawa. "H-haha.." ya seperti itu lah.
"Mungkin, a-anakmu akan tumbuh menjadi anak yang gendut, habisnya dia suka makan," sahut Ace dan membuat pemuda itu berhenti tertawa.
"Yah.. mungkin saja ya, tapi tidak apa, yang penting kami hidup bahagia," pemuda itu membalas Ace dengan tersenyum manis dan kemudian melanjutkan kerjanya.
"Orang ini, mempunyai warna rambut yang sama denganku.. apakah ini hanya perasaanku saja, ataukah orang ini benar-benar ayahku..?" gumam Ace dalam hati dan membuat dirinya gelisah.
__ADS_1
"Aku juga tidak merasa takut saat berada di dekatnya.."