
Keesokan harinya setelah tragedi memalukan di sekolah barunya, Ace memutuskan untuk tidak masuk sekolah, Ace merasa malu dan sedih. Karena saat itu Ace merasakan banyak teman di kelasnya yang tak begitu menyukainya.
Ace murung dan tidak mau makan. Ratu Cordellia sempat memaksanya beberapa kali untuk makan tapi Ace tetap menolak. Ratu khawatir apabila kejadian kemarin membuat mental Ace memburuk dan Ace menjadi orang yang tidak percaya diri.
"Ace, kamu harus makan," sahut Ratu sambil membawa sepiring roti isi dan segelas susu.
Ace menggelengkan kepala, "Tidak Bu, aku mau jalan-jalan saja," jawab Ace murung.
Kemudian Ace pergi ke taman istana dan berinisiatif untuk keluar dari kawasan istana. Ace mengingat tentang larangan ibunya untuk keluar dari kawasan istana kecuali saat sekolah. "Bodo amat ah, kan ini juga masih jam sekolah meski aku gak sekolah," Ace kemudian pergi mendekati gerbang.
"Nak Ace? Sedang apa? Kenapa berjalan sampai kesini?" tanya seorang prajurit penjaga gerbang istana.
"Paman, aku mau jalan-jalan," jawab Ace.
"Jalan-jalan? Kamu sudah minta izin sama ibumu belum?"
"Ya sudah dong!" bentak Ace emosi.
Penjaga itu tertawa kecil, "Baiklah, tetapi kamu harus pulang sebelum malam, oke?"
Ace tersenyum, "Oke!!"
Akhirnya penjaga itu mempersilakan Ace pergi.
Setelah satu langkah berada di luar gerbang, Ace mulai sedikit ketakutan, "Aku tidak boleh takut, atau aku akan dipermalukan seperti waktu itu," Ace memberanikan diri dan berjalan meninggalkan kawasan istana.
Setelah beberapa meter menjauh, Ace begitu menikmati acara jalan-jalannya ini, Ace melihat banyaknya perumahan desa yang lucu dan mungil. Berbeda dengan di sekolah, Ace di desa sangat disambut dengan baik, dan beberapa warga memberikan hadiah kepadanya, seperti kue dan aksesoris.
Ace sangat senang karena masih ada orang yang peduli dengannya di luar istana. Ace bahkan bisa berkomunikasi dengan sekumpulan anak muda yang sangat kepo dengan kehidupan di dalam istana.
"Istana ibuku memiliki banyak ruangan yang besar! Dia juga menyimpan buku kesukaannya di sebuah perpustakaan raksasa!" Ace bercerita sangat heboh.
"Wah keren!! Andaikan aku terlahir jadi kamu, aku pasti bahagia!" sahut bocah laki-laki bernama Cello.
"Haha, asal kalian tahu, ibuku adalah orang yang galak loh!" celetuk Ace.
__ADS_1
"Wah aku baru tahu kalau Ratu adalah orang yang galak! Kamu sering dimarahin ya?"
Ace mengangguk senang, "Ya! Terkadang aku harus sangat berhati-hati dalam berbuat hahaha!" . Ace menghabiskan waktunya bersama sekumpulan anak muda itu, mereka sangat menerima Ace.
Kemudian Ace bersama teman-temannya pergi berkeliling desa dan bermain sepuas-puasnya.
Mulai dari menangkap ikan di sungai, memanjat pohon apel, dan mengganggu ternak milik warga. Setelah puas bermain beberapa jam, mereka mengajak Ace untuk berenang di sungai kecil. "Hey Ace! Lihatlah kehebatan ku!" sahut Cello kemudian ia melompat berputar dan menyebur ke sungai.
"Wah keren!!" Ace terkagum-kagum dan kemudian ikut melompat ke kali.
"Hahaha, lain kali kamu harus mencoba putaran keren tadi!!" Cello menepuk punggung Ace dengan keras.
Meski merasa kesakitan, namun rasa senang Ace lebih mendominasi hatinya saat ini. Ace sangat senang bisa berada diantara mereka.
Matahari pun sudah berada di ufuk barat, sore pun tiba, Ace dan kawan-kawannya berpisah di tempat awal mereka bertemu. Tangan Ace keriput, namun hatinya tidak, haha ya iyalah.
Ace kemudian berjalan kaki kembali ke istana, namun Ace lupa jalan pulang, dan ia menjadi tersesat di dalam hutan. "Duh padahal sudah sore, tapi malah tersesat begini, gimana nih.." Ace ketakutan.
Dengan badan yang basah kuyup, Ace berjalan menyusuri hutan, Ace melipat tangannya, dan mulai merasa kedinginan
Ace mendengar suara langkah kaki di belakangnya, dan saat Ace menengok ke belakang, yang benar saja, seekor anjing besar menggeram di belakangnya.
Ace langsung lari terbirit-birit dan anjing itu mengejarnya. "WAaawAa!!!!" Ace berteriak dan air mata pun menetes. Ace berlari sekuat tenaga.
Tiba-tiba Ace melihat burung gagak bertengger di salah satu pohon. Ace begitu kagum namun ia tidak peduli, ia terus berlari berusaha keluar dari hutan.
Muncullah sekelebat cahaya merah dan kemudian suara langkah kaki anjing itu mulai tak terdengar lagi. Ace berlari dan menengok kebelakang, Ace tak melihat anjing itu lagi, dan tiba-tiba Ace menabrak seseorang di depannya.
*Bruk
Ace tersungkur, "Aww!!!"
"Maafkan saya Yang Mulia," seorang pemuda dengan jubah hitam misterius memberikan pertolongan kepada Ace.
Ace kemudian kembali bangun, "Te-terimakasih.." ucap Ace sambil membersihkan bajunya.
__ADS_1
"Apa yang Tuan lakukan disini?" tanya pemuda misterius itu, "ini sudah hampir malam, seharusnya Tuan ada di istana," sambungnya.
Ace menarik pelan jubah pemuda itu dan berkata, "Aku tersesat,"
Lantas pemuda itu tersenyum dan jongkok membelakangi Ace. Ace kebingungan, "Ayo Tuan, naiklah,"
Ace mengangguk, dan kemudian Ace digendong menuju ke istana, selama di perjalanan Ace menanyakan nama pemuda itu.
"Kenapa kamu mau menggendongku? Aku kan tidak kenal kamu," tanya Ace.
"Tuan, meski Tuan tidak mengenalku tapi saya mengenal Tuan, sudah sewajarnya saya menolong Tuan," jawabnya.
"Hah!! Lain kali kalau bicara jangan terlalu sopan, aku ini hanya seorang manusia biasa!" bentak Ace.
"Baiklah,"
"Oh iya, apa yang menghilangkan anjing tadi adalah kamu?" tanya Ace semangat.
"Hm?" pemuda itu tersenyum kecil.
"Waah benar ya?? Kereen! Kamu pasti orang yang kuat!" sambung Ace.
"Sungguh sebuah kehormatan bagi saya karena telah dianggap sebagai orang yang kuat oleh Pangeran GloryStone"
"Apaan sih gak nyambung," ceplos Ace sembarangan.
"Baiklah," pemuda ini hanya mengiyakan apa yang dikatakan Ace si bocah tidak berilmu dan sembarangan dalam berbicara ini sepertinya sangat menganggap dirinya paling benar.
"Oh iya! Nama kamu siapa??!" tanya Ace lagi.
"Nama saya?"
Ace mengangguk.
"Oh nama saya.."
__ADS_1
..
"Reddle Sky," jawab pemuda misterius itu.