
Di pagi hari yang cerah, celana hitam dan kemeja putih yang dikenakan serta rambut pendek berwarna perak yang sudah disisir rapi, kini Ace siap menuju ke sekolah barunya. Dimana ini akan menjadi pertama kalinya Ace berjumpa dengan manusia-manusia lainnya di luar istana. Mulai dari sekarang, Ace harus bisa beradaptasi dengan baik.
Tentu saja, Ace tidak bisa semanja seperti ia berada di rumah, Ace harus bisa beradaptasi disana bagaimanapun caranya. Ia harus bisa berteman dan berkomunikasi dengan baik.
Itu menjadi misi pertamanya sebagai pangeran GloryStone, bukanlah misi yang begitu berat, namun misi ini tergantung kepada Ace sendiri, selama tinggal di istana Ace tidak pernah berkomunikasi dengan teman sebayanya selain hanya terus memerintah pelayan dan penjaga di istananya. Dan juga Ace mengenal Lizzarde Angel baru-baru saja, bahkan sikap Ace sangat buruk terhadap gadis cantik itu, sepertinya Ace sangat suka menindas orang yang berada di bawahnya.
Ace berharap bahwa ia akan diantar menggunakan kuda atau bahkan kuda beserta keretanya. Namun ini tak seperti yang Ace bayangkan. Ratu Cordellia justru menyuruh Ace untuk pergi ke sekolah bersama Lizzarde berjalan kaki. Dengan sengaja Ratu Cordellia menaruh Ace di sekolah yang sama dengan Lizzarde dengan tujuan agar Lizzarde bisa mengajari dan menjaga Ace selama di sekolah, dan tentu saja dengan begini Lizzarde bisa melaporkan segala sikap Ace selama di sekolah kepada Ratu Cordellia.
Hahaha, Liz memang lebih pintar dan cerdik jika dibandingkan dengan Ace yang angkuh dan tidak ada pintarnya sama sekali itu.
Sesampainya di taman sekolah, Ace langsung duduk dan segera mengambil selembar kertas dari tasnya dan mengipasi wajahnya, "Ahh! panas banget sih!!" keluh Ace dengan ekspresi wajah yang menjengkelkan dan keringat yang terus bercucuran.
"Masa iya? hmm.. mungkin ini karena kamu belum terbiasa berjalan kaki sejauh ini!" Lizzarde kemudian mengambil buku diarynya, dan kemudian membantu Ace mengipasi wajahnya.
"Nah gitu dong, enak banget deh rasanya.." Ace memejamkan matanya dan menikmati kipasan Lizzarde.
__ADS_1
Lizzarde mengerutkan wajahnya karena Ace memperlakukannya seperti pembantu, lalu tiba-tiba lonceng sekolah berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai.
"Nah sudah lonceng tuh, ayo masuk!" Lizzarde berhenti mengipasi Ace, "Ngapain masuk?" tanya Ace bingung.
Lizzarde tersenyum, "Kalau sudah lonceng, berarti kita harus masuk ke kelas!" Lizzarde kemudian berjalan meninggalkan Ace dan pergi ke arah kelas. Ace langsung beranjak dari tempat duduknya dan berusaha mengikuti Lizzarde dengan tenang dari belakang.
Setelah masuk kedalam koridor, jantung Ace tiba-tiba saja berdegup kencang karena ia melihat banyaknya orang di sana. Ace kemudian menghentikan langkahnya, Ace menelan ludah, "Banyak sekali orang disini," kata Ace dalam hati. Ace kehilangan fokus dan mulai merasa takut.
Lizzarde yang melihat Ace sudah berada jauh di belakangnya segera berlari menghampiri Ace. Lizzarde melihat badan Ace gemetaran, tanpa basa-basi Lizzarde langsung menarik tangan Ace, "Kamu ngapain sih? kok malah berhenti disitu!" bentak Lizzarde sambil menarik Ace ke arah kelas.
Sesampainya di kelas, ternyata Ace dan Lizzarde sudah telat dan Pak Leo yaitu sang wali kelas sudah berdiri di depan kelas sambil menjelaskan sesuatu. Pak Leo yang melihat kehadiran Ace sangatlah senang, dan dengan segera menyambut Ace secara baik karena Ace adalah pangeran GloryStone. Ace sangat ketakutan saat ia melihat Pak Leo pertama kali, kemudian Ace dipersilakan untuk mengenalkan diri di depan kelas.
Saat Ace berdiri di depan, Ace sangat gemetaran dan berkeringat dingin. "Silahkan perkenalkan dirimu nak Ace! teman-temanmu sangat ingin mengetahui siapa dirimu," bujuk Pak Leo dengan lembut.
Setelah hening beberapa lama, salah satu siswa menyahut, "Lemah sekali, apakah seperti ini pangeran kita?!"
__ADS_1
"Aku tak percaya, lihat saja dia sampai gemetaran begitu, payah" sahut siswa lainnya. Lizzarde yang menyaksikan hal itu merasa kesal dan mencoba untuk menahan amarahnya, "Diamlah anak-anak, berikan kesempatan bagi Ace untuk memperkenalkan dirinya!" bentak Pak Leo tegas.
Tiba-tiba air menetes dan celana Ace basah, yap benar, Ace mengompol dan badannya masih gemetaran. "Wah!! lihat dia ngompol!!!" sahut siswi perempuan sambil menunjuk Ace, seluruh kelas langsung heboh dan banyak siswa yang tak suka dengan kehadiran Ace langsung mengejek Ace terus-terusan.
Ace menutup wajahnya dan menangis, Pak Leo jadi panik tidak karuan, ia takut dimarahi oleh Ratu karena tak bisa menjaga anaknya dengan baik. "Sudah cukup!!" teriak Lizzarde dan membuat seisi kelas hening. "Kalian memang keterlaluan, aku tak suka cara kalian memperlakukan Ace! Ace tidak bersalah dan kalian terus saja mengejeknya!!" sambung Lizzarde dan kemudian maju kedepan kelas untuk berusaha menenangkan Ace.
Seluruh murid di kelas langsung terdiam saat ketua kelas yang mereka percaya malah memarahi mereka dan membela Ace.
Ace menangis terisak-isak, Lizzarde semakin tidak tega, lalu Pak Leo segera membawa Ace kembali ke istana. Sesampainya di istana, Pak Leo memohon maaf kepada Ratu Cordellia.
"Tidak apa Leo, ini bukan salahmu," Ratu Cordellia mengelus kepala Ace yang duduk di sebelahnya.
"Anak ini memang masih perlu polesan dari ibunya, kupikir dengan memasukkannya ke sekolah dengan segera, maka ia bisa terbiasa dengan cepat," sambung Ratu. Kemudian Ratu menatapi Ace yang masih menangis.
Lizzarde merasa bersalah kepada Ace karena memaksakannya bersekolah. "Sudahlah Ratu, Ace mungkin hanya belum siap, ia perlu sedikit waktu lagi, apalagi menghadapi teman-temannya yang sangat nakal," jawab Pak Leo tegas.
__ADS_1
Ratu Cordellia mengangguk lembut, "Pak Leo benar, mau bagaimanapun Ace harus bisa terbiasa dengan dunia luar istana meski membutuhkan waktu yang lama,"