Key of Destiny

Key of Destiny
Raja Frey Walter


__ADS_3

Di bawah matahari yang bersinar cerah, Ace bersama pemuda berambut putih itu kini duduk di bawah sebuah pohon suci, Ace tetap masih merasa kebingungan akan keberadaan dirinya saat ini. Ace tidak bisa berkata apa-apa saat menatap  wajah pemuda yang sedang bersamanya itu, Ace seperti melihat sosok ayahnya yang biasanya ia lihat di lukisan pada dinding istana. Ace sibuk termenung membanding-bandingkan wajah pemuda itu dengan lukisan wajah ayahnya di istana.


"Hmm, mirip sekali.." gumam Ace dalam hati. "Tapi mana mungkin, ayah ku kan sudah meninggal.." sambungnya ragu.


"Tapi kali ini aku dimana? Aku sama sekali tidak tahu apapun," Ace semakin ragu dan tidak mendapatkan hidayah apapun. Ace hanya terus terdiam menatapi wajah pemuda itu.


"Ada yang salah nak?" tanya pemuda itu yang risih karena terus diperhatikan oleh Ace.


Ace hanya menggeleng sambil tersenyum kecil.


"Apa kamu merasa bosan menunggu seperti ini??" tanya pemuda itu lagi.


"Menunggu?" Ace bahkan tidak tahu kalau ia dan pemuda itu duduk di bawah pohon menunggu sesuatu.


Lalu tak lama kemudian, pemuda itu menunjuk seorang gadis yang cantik di kejauhan dan berkata, "Itu dia sudah datang, biasanya dia tidak pernah telat seperti ini, pasti dia memasakkan sesuatu yang lezat,"


"Oh iya, dia adalah istriku, kami baru menikah beberapa minggu yang lalu," pemuda itu tersenyum gembira seperti habis mendapatkan sebongkah berlian, wajahnya sangat berseri-seri.


Ace hanya bisa tersenyum kecil.


Ace mengamati istri pemuda itu dari kejauhan dan tersadar akan sesuatu, "Itu, kok mirip ibu??" Ace kembali bergumam dalam hati.


Setelah beberapa detik, istri pemuda itu duduk di samping suaminya dan menaruh keranjang makanannya lalu berkata, "Maafkan aku ya sayang, aku agak telat, aku sempat khawatir kalau kamu akan bosan disini, tapi kurasa tidak begitu karena kamu bersama anak kecil yang tampan ini," kemudian wanita itu menatap wajah Ace.


Ace terbelalak, "BuSEeet!! Ini mah ibuu!!!!" Ace kaget setengah hidup setelah melihat wajah wanita itu di jarak yang sangat dekat.


"Ibu??" ujar pemuda itu dengan nada yang sinis.


Pemuda itu menatap Ace dengan tatapan yang sinis pula. Ace hanya bisa menutup mulutnya lalu memalingkan wajah dan bersiul-siul menghindari momen yang tidak enak itu.


"Sudahlah sayang, mungkin dia hanya rindu dengan ibunya, lagipula tidak masalah bukan? Siapa tahu anak kita nanti tumbuh seperti dia, pasti akan sangat tampan," ujar istri pemuda itu berusaha mendinginkan suasana.

__ADS_1


Pemuda itu langsung tersenyum, "Benar juga! Dia pasti akan menjadi anak yang tampan dan cantik seperti ayah dan ibunya!!" suasana hatinya langsung berubah blak-blakan dan ia kemudian memakan makanan yang dibawakan istrinya.


Ace hanya bisa terdiam melihat pemuda itu memakan makanannya. Kemudian tanpa ragu-ragu Ace bertanya, "Apakah kalian adalah Raja dan Ratu GloryStone??" pertanyaan Ace itu cukup untuk membuat pemuda itu menghentikan kunyahan mulutnya.


"Banyak sekali orang yang menanyakan hal itu pada kami, meski  kami tak terlihat seperti Raja dan Ratu pada umumnya tapi kamilah Raja dan Ratu yang sedang memimpin GloryStone saat ini," ujar sang istri dengan nada yang lirih.


"Kami berusaha sebaik mungkin," sambung pemuda itu sambil menatap murung ke tanah.


Pertanyaan Ace sangat menusuk hati mereka berdua, bahkan seorang anak kecil yang seharusnya tak tahu menahu tentang kerajaan justru malah menanyakan pertanyaan seolah-olah Ace ragu akan kepemimpinan mereka berdua.


Ace langsung merasa tidak enak dan berusaha mengalihkan pembicaraan, "K-kalian sudah berusaha sebaik mungkin kok! Ahahaha... Ng-ngomong-ngomong nama kalian siapa yaa??".


"Kamu tidak kenal kami?" tanya sang istri bingung.


"Wajar saja dia tak kenal, dia sepertinya orang asing, aku merasakan kekuatan lain dalam dirinya, dan buktinya tadi pagi aku melihatnya keluar dari kandang" jawab si pemuda.


Ace hanya menyimak dan mencoba untuk menahan rasa sabarnya, "Lama-lama ngeselin juga nih orang," batin Ace.


"Tanpa banyak basa-basi perkenalkan diri kami. Saya adalah Raja GloryStone Frey Walter! Dan dia adalah istriku tersayang yaitu Ratu Cordellia Ace!!" jawab pemuda itu dengan heboh seperti MC pernikahan.


"A-ada apa nak?" tanya Ratu kebingungan dan sedikit takut dengan wajah Ace.


"Kalau dia adalah ibu, maka orang yang disampingnya ini adalah ... A-a-a-ayahku??!!" seru Ace dalam hati.


"Jika mereka adalah orang tuaku, maka yang sedang di dalam kandungan ibu adalah..."


"AKU??!!!!" sambung Ace dalam hati.


Ace terkejut karena baru menyadari hal itu. Ace tak bisa menahan emosinya dan langsung meneteskan air mata. Akhirnya ia bisa melihat wajah ayahnya secara langsung, biasanya dia hanya bisa menatap lukisan wajah ayahnya di istana dengan dibebani oleh rasa rindu yang berat.


Raja Frey dan Ratu Cordellia langsung kebingungan saat Ace meneteskan air mata tiba-tiba. "Kau kenapa nak??" tanya Raja sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


Ace langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ace kemudian berdiri dan kemudian beranjak pergi.


"Loh? Mau kemana nak!!? Heii!!" teriak Ratu memanggil Ace yang berlari pergi.


"Tak kusangka, sejak tadi aku berada disampingnya namun aku tidak langsung menyadarinya, ternyata orang yang lucu dan baik itu adalah ayahku sendiri," Ace berlari menjauh dengan penuh rasa kesal.


"Selama ini ibu tidak pernah mau bercerita tentang ayah. Ibu hanya terus membungkam mulutnya saat kutanyakan hal itu, ibu seperti menanam rasa benci pada ayahku namun mereka disini terlihat sangat penuh dengan rasa!!" Ace semakin kesal dan mengatakan semua uneg-unegnya di dalam hati.


Ace berlari tanpa tujuan, ia terus berlari hingga malam hari tiba, pada akhirnya Ace berhenti di pinggir sungai kecil, dan duduk mengistirahatkan raganya yang lelah.


Kemudian Ace berbaring dan menatap ke langit yang penuh bintang. "Kenapa tadi aku lari? Seharusnya aku puas-puaskan diriku menatap wajah ayahku sendiri, dan entah sampai kapan aku berada disini," ujarnya.


Kemudian sebuah kepala dengan rambut panjang menghalangi pandangannya untuk menatap langit yang indah.


"Ternyata kau disini nak, kau lari seenaknya saja,"


Ace terkejut dan langsung menyingkir. "Apakah aku terlalu menyeramkan sampai kau harus menghindar seperti itu??".


Ace memperhatikan badan orang itu dari bawah sampai atas, kemudian ia menyadari bahwa orang itu adalah Raja Frey alias ayahnya sendiri.


"A-ayah?"


"Hah ayah??? Kau kenapa sih??" Raja Frey merasa bahwa Ace bukanlah anak yang waras. "Aku bahkan belum tahu namamu sama sekali nak, lain kali kalau kau mau, kau boleh datang membantuku bekerja besok hehehe,"


Ace tetap terdiam, dan berusaha memahami situasi, kenapa seorang Raja harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.


"Kau daritadi hanya terus diam dan tak mengatakan apa-apa, apakah kami membuatmu tersinggung??" sambung Raja sambil melipat tangannya di dada.


Ace menggeleng dan berkata, "Aku hanya bingung kenapa Raja dan Ratu disini sangat bisa peduli dengan keadaanku. Bahkan ibu ku saja tidak pernah menceritakan apapun tentang ayahku, padahal ayahku sudah meninggal sejak aku lahir," jawab Ace murung.


Raja Frey tertawa, "Hey nak, kau tidak perlu sedih, ayahmu sudah tenang disana, karena ayahmu sudah membuat keputusan yang sangat tepat demi menyelamatkan kamu dan ibumu,"

__ADS_1


Ace bengong, dan tak paham dengan perkataan Raja Frey. "Lagipula ayahmu selalu berada di sampingmu kapanpun itu," sambungnya.


Kemudian Raja Frey mengelus kepala Ace dan mendekatkan bibirnya ke telinga Ace sambil berbisik, "Ace, anakku, aku menyayangimu,"


__ADS_2