
*setelah kepergian icha dan dea dari cafe itu
ketiga preman itu pergi dari sana dengan rasa
malu mereka meninggalkan tempat itu..
rayhan yang sedari tadi melihat kejadian itu
masih bengong dan tidak percaya pada apa
yang di lihat nya, lalu dia yang baru tersedar
dari diam ny tersentak dan berkata..
han apa kau tadi melihat nya??
ia tuan saya melihat semua nya imbuh han..
aku tidak pernah mengira wanita seperti dia
juga bisa melakukan hal seperti itu ucap rayhan
apa lagi saya tuan.. dia terlihat seperti wanita
yang feminim jika di kantor..
tapi coba lihat jika di luar kantor dia terlihat
sedikit bar bar jika diri nya terusik..
jawab han sambil tersenyum melihat
kepergian icha dan dea..
*rayhan melihat ekspresi wajah sekertaris nya
dengan mengerut kan kening nya sambil
berkata apa kau menyukai nya han...
dengan wajah tidak suka ia menatap han..
han menoleh kesamping melihat ke arah
reyhan tersenyum sambil berkata saya hanya
kagum saja tuan melihat nona icha tidak ada
rasa lain hanya itu saja..
syukurlah seperti nya anda sudah mulai
membuka hati tua untuk seorang wanita batin han..
__ADS_1
akhir nya mereka juga meninggal kan cafe itu
tak terasa hari semakin sore han sudah ada
di rumah nya dia menaiki anak tangga dan
berjalan menuju kamar nya..
sementara han masih berada di ruang keluarga
bersama nyonya andin dan tuan abbas..
han sudah di anggap seperti anak kandung
mereka sendiri karna dari kecil han sudah
tinggal dengan mereka sejak usia nya 9 tahun
kedua orang tua han sudah meninggal dunia
semenjak itu nyonya andin membawa han
untuk tinggal dengan mereka, han tidak
memiliki saudara dia anak tunggal..
nyonya andin dan ibu nya han bersahabat
han seperti dia menyayangi rayhan, tidak
ada perbedaan antara mereka berdua.. han
lebih muda 1 tahun dari reyhan..
hanya saja han tidak ingin jauh dari rayhan
dan dia memilih untuk menjadi sekertaris
rayhan pada hal tuan abbas sudah
menyiapkan posisi direktur untuk nya di kota
lain tetapi han tidak mau dia memilih menjadi
sekertaris rayhan agar dia bisa bersama rayhan
setidak nya sampai rayhan sudah menikah
nanti begitulah pikir nya..
han bersikap seolah bawahan rayhan hanya di
luar rumah dan di kantor saja..
__ADS_1
kalau sudah di rumah mereka selayaknya nya
teman dan tidak ada rasa canggung di antara
mereka..
kembali pada rayhan yang sudah segar dan
lebih fresh sehabis membersihkan kan diri..
dia berdiri di balkon luar kamar nya sambil
mengingat kejadian yang dia lihat di cafe tadi
tanpa ia sadari dari tadi ia hanya memikir kan icha
sambil tersenyum senyum..
wajah icha seakan akan menari nari di pikiran
nya..
apa yang terjadi pada ku kenapa wajah gadis
itu selalu ada di pikiran ku gumam rayhan
sambil menggeleng kan kepala nya..
sementara di ruang makan keluarga nya sudah
menunggu nya turun untuk makan malam..
han kemana rey kok belum turun tanya andin
kepada anak nya itu..
huuhh.. han menghela nafas berat dia berdiri
dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya
mendekati anak tangga sambil berteriak..
rey mau sampai kapan kau memikir kan wanita
itu kami sudah lapar...
seketika mama dan papa mereka tersedak air
yang mereka minum..
uhuk uhuk.. apa yang kau katakan han..
apa kami tidak salah dengar imbuh abbas*..
__ADS_1