Khairunnisa

Khairunnisa
11.Takjub


__ADS_3

*setelah kepergian icha dan dea dari cafe itu


ketiga preman itu pergi dari sana dengan rasa


malu mereka meninggalkan tempat itu..


rayhan yang sedari tadi melihat kejadian itu


masih bengong dan tidak percaya pada apa


yang di lihat nya, lalu dia yang baru tersedar


dari diam ny tersentak dan berkata..


han apa kau tadi melihat nya??


ia tuan saya melihat semua nya imbuh han..


aku tidak pernah mengira wanita seperti dia


juga bisa melakukan hal seperti itu ucap rayhan


apa lagi saya tuan.. dia terlihat seperti wanita


yang feminim jika di kantor..


tapi coba lihat jika di luar kantor dia terlihat


sedikit bar bar jika diri nya terusik..


jawab han sambil tersenyum melihat


kepergian icha dan dea..


*rayhan melihat ekspresi wajah sekertaris nya


dengan mengerut kan kening nya sambil


berkata apa kau menyukai nya han...


dengan wajah tidak suka ia menatap han..


han menoleh kesamping melihat ke arah


reyhan tersenyum sambil berkata saya hanya


kagum saja tuan melihat nona icha tidak ada


rasa lain hanya itu saja..


syukurlah seperti nya anda sudah mulai


membuka hati tua untuk seorang wanita batin han..

__ADS_1


akhir nya mereka juga meninggal kan cafe itu


tak terasa hari semakin sore han sudah ada


di rumah nya dia menaiki anak tangga dan


berjalan menuju kamar nya..


sementara han masih berada di ruang keluarga


bersama nyonya andin dan tuan abbas..


han sudah di anggap seperti anak kandung


mereka sendiri karna dari kecil han sudah


tinggal dengan mereka sejak usia nya 9 tahun


kedua orang tua han sudah meninggal dunia


semenjak itu nyonya andin membawa han


untuk tinggal dengan mereka, han tidak


memiliki saudara dia anak tunggal..


nyonya andin dan ibu nya han bersahabat


han seperti dia menyayangi rayhan, tidak


ada perbedaan antara mereka berdua.. han


lebih muda 1 tahun dari reyhan..


hanya saja han tidak ingin jauh dari rayhan


dan dia memilih untuk menjadi sekertaris


rayhan pada hal tuan abbas sudah


menyiapkan posisi direktur untuk nya di kota


lain tetapi han tidak mau dia memilih menjadi


sekertaris rayhan agar dia bisa bersama rayhan


setidak nya sampai rayhan sudah menikah


nanti begitulah pikir nya..


han bersikap seolah bawahan rayhan hanya di


luar rumah dan di kantor saja..

__ADS_1


kalau sudah di rumah mereka selayaknya nya


teman dan tidak ada rasa canggung di antara


mereka..


kembali pada rayhan yang sudah segar dan


lebih fresh sehabis membersihkan kan diri..


dia berdiri di balkon luar kamar nya sambil


mengingat kejadian yang dia lihat di cafe tadi


tanpa ia sadari dari tadi ia hanya memikir kan icha


sambil tersenyum senyum..


wajah icha seakan akan menari nari di pikiran


nya..


apa yang terjadi pada ku kenapa wajah gadis


itu selalu ada di pikiran ku gumam rayhan


sambil menggeleng kan kepala nya..


sementara di ruang makan keluarga nya sudah


menunggu nya turun untuk makan malam..


han kemana rey kok belum turun tanya andin


kepada anak nya itu..


huuhh.. han menghela nafas berat dia berdiri


dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya


mendekati anak tangga sambil berteriak..


rey mau sampai kapan kau memikir kan wanita


itu kami sudah lapar...


seketika mama dan papa mereka tersedak air


yang mereka minum..


uhuk uhuk.. apa yang kau katakan han..


apa kami tidak salah dengar imbuh abbas*..

__ADS_1


__ADS_2