
Pagi yang cerah sudah menyapa, icha dan dea
pun sudah berangkat ke kantor, icha dan dea
berpisah di lobi kantor, icha menuju lift naik
ke atas untuk menemui sekertatis han..
sesampai nya icha di atas sekertaris han sudah
berada di depan pintu ruangan nya untuk keluar
menuju parkiran..
selamat pagi pak.. sapa icha kepada han..
pagi icha.. apakah kamu sudah siap untuk
berangkat.. tanya han pada icha..
ahh.. iya Pak saya sudah siap.. lanjut icha
mereka berjalan menuju lift untuk turun ke
kebawah dan menuju ke tempat parkir mobil
yang di sana sudah ada rayhan menunggu di dalam
sesampai nya di bawah icha terkejut saat akan
memasuki mobil itu..
mengapa lambat sekali jalan kalian ucap
rayhan dari dalam mobil..
icha terjingkat kaget... apa aku harus pergi
dengan direktur utama.. batin icha
hei.. kenapa kau hanya bengong sampai kapan
aku akan menunggu mu..
oh ya maaf Pak.. saya akan duduk di depan jawab icha
kenapa kau harus duduk di depan apa kau
sopir pengganti tanya rayhan..
icha menaikan alis nya sebelah saya bukan
sopir Pak,, protes icha..
jadi kenapa kau tidak mau duduk dengan ku
__ADS_1
apa aku terlihat menyeramkan kan.. tanya reyhan sisnis...
icha tersenyum manis.. bukan menyeramkan
lebih tepat nya menyebal kan, cerewet banget
batin icha..
icha pun kembali ke belakang duduk bersama
rayhan, sementara sekertaris han duduk di
tempat kemudian dan melaju kan mobil nya
dengan kecepatan sedang,, di dalam
perjalanan hanya ada keheningan saja, icha
merasa canggung karna baru kali ini dia
satu mobil dengan dua orang yang super dingin
di kantor mereka.
icha mengomel ngomel di dalam hati..
kenapa lah para wanita di kantor memuja muja
pada dua orang orangan es ini..
direktur utama ini sangat menjengkel kan
tanpa icha sadari rayhan memperhatikan icha
dari kaca depan mobil..
ada apa dari tadi kau memperhatikan wajah ku
apa aku terlalu tampan ucap rayhan dengan datar
icha yang terkejut karna rayhan mengetahui
kelakuan icha spontan berucap.. ihh percaya
diri sekali anda pak direktur.. jawab icha
duarrr.. macam di sambar petir di siang bolong
rayhan mendengar perkataan icha..
berani sekali kau berkata seperti itu jengkel rayhan..
ya kan memang benar yang saya katakan
percaya diri sekali bapak saya menganggap
__ADS_1
bahwa bapak itu tampan ucap icha..
han menahan tawa melihat interaksi kedua
orang yang ada di belakang nya
jadi kau anggap aku tidak tampan.. tanya
rayhan yang tersulut emosi..
dengan gampang nya icha menjawab..
tidak bagi saya bapak biasa saja sambil
mengangkat kedua bahu nya dengan acuh..
kau.. geram rayhan..
apa kau tidak takut kalau kau saya pecat karna
berani membantah saya
dengan tatapan tajam icha mendekat kan
wajah nya ke wajah nya reyhan..
saya tidak takut bapak direktur yang terhormat
jawab icha penuh dengan penekanan di setiap kata nya..
seketika jantung reyhan berdetak dua kali lebih cepat..
kenapa aku mersa aneh pada diri ku saat dia
mendekati ku.. batin reyhan sambil menatap mata icha..
icha memalingkan wajah nya dengan kesal dari
wajah reyhan sambil memanyunkan bibir ny..
kau tidak takut kehilangan pekerjaan mu yang
sudah mapan ini.. tanya reyhan pada icha
tidak saya tidak takut kehilangan pekerjaan
pak, saya hanya takut kehilangan ke jujuran
dalam diri saya pak lanjut icha..
"duh icha jujur banget sih ngomong nya
kan jadi malu babang reyhan nya, pada hal
ganteng nya gak ketulungan loh babang reyhan" 😂😂😂
__ADS_1