
#Bimbang
Aku pun meninggalkan para prajurit dan kembali ke Istana karena sudah hampir jam makan pagi hari, saat sesampainya disana aku melihat Nada yang ada di pintu, aku menghampirinya lalu tiba tiba ia mengatakan hal yang tak pernah kudengar darinya sebelumnya sambil malu malu dan gugup,
Nada: Se-lamat pula-ng su-amiku terc-inta
Colde: Hai Nada, kenapa kamu mengatakan hal asing jangan jangan-
Nada: Tidak- tidak tuan ini adalah keinginanku, aku ingin memanggil anda dengan sebutan suami saat hanya ada aku dan anda. *Wajahnya memerah
Colde: Vivyy!! kamu rusak juga anak ini huh?
Vivy: *Hiikss, Eehh tidak sayang sungguh aku hanya memandunya.
Colde: Ohh gitu ...
Vivy: Iyaaa sungguh!
Nada: Benar tuan ini memang keinginan egoisku.
Vivy: Tuhh ia mengatakannya sendiri kan!.
Colde: Yaah baiklah baiklah, mari keruang makan, lebih baik tak sembunyi seperti Vivy Sendy atau aku tinggal saja.
Sendy: Ehh jangan Master!!
__ADS_1
Beberapa saat kemudian kami pun selesai makan, istri istriku membicarakan sesuatu seperti menyusun rencana, aku membiarkan mereka karena aku tak terlalu ingin tau, lalu akhirnya aku pergi sendiri keluar istana.
Aku berjalan jalan ke berbagai tempat dan aku pun menemukan hal yang menarik perhatian ku, aku pun menghampiri tempat itu dan seperti biasa suasana sitempat itu sama seperti biasanya yaitu ramai dan dipenuhi hunter, yaa aku pergi masuk ke dalam Guild petualang, saat aku disana, datanglah seorang yang kukenal dulu yaitu Tian, ia tersenyum lalu menghampiri ku.
Tian: Selamat datang tuan Colde.
Colde: Ohh km... Tian?
Tian: Yaa tuan ini aku, anda masih mengingat saya rupanya
Colde: Yaa, ternyata kamu membuatnya disini juga
Tian: Heheh aku tau aku belum meminta izin sebelumnya, tapi aku telah diizinkan oleh seorang penjaga yang menggunakan penutup mata, yang merupakan Assasin.
Colde: Ohh dia, baiklah aku sudah melihat tempat yang membuatku ber-nostalgia, aku akan melanjutkan jalan jalanku.
Aku pun melambaikan tangan dan meninggalkan tian di dalam Guild petualang, aku pun pergi dari Floating Land untuk melihat matahari terbenam di pantai, saat aku sampai aku pun duduk sambil merenungkan diriku sendiri, dan berbicara sendiri.
Colde: Sejak kapan aku tak sesantai ini...
Colde: Kenapa aku tak pernah merasakan ini sebelumnya, bahwa cinta itu ternyata rasanya aneh seperti ini.
Colde: Bagaimana seterusnya sekarang?
Colde: Huh? apakah aku pernah memikirkan ini sebelumnya, aku tak pernah membuat orang sekitarku bahagia
__ADS_1
Colde: Apakah aku sudah kehilangan rasa simpatiku..
Colde: Sudah berapa lama aku tak sebimbang ini...
Colde: Aku tak punya tujuan sekarang, apa yang harus kulakukan?...
Seketika itu juga sebuah suara muncul lewat fikiran Colde, dan tak lain itu adalah Veda, Veda yang mendengar itu sedikit bersedih dan ikut merasakan kebimbangan Tuannya.
Veda: Tuan kenapa anda tak melakukan apa yang belum pernah anda lakukan dulu saat anda belum kesini.
Colde: Maksudny- ahh aku mengerti, tapi mulai dari mana?
Colde: Semua yang kulakukan terlihat sia sia...
Veda: Tuan percayalah pandanganmu dengan orang lain itu berbeda dari apa yang anda pikirkan
Colde: ...
Veda: Coba rubah cara pandang anda tentang orang lain, mungkin itu dapat merubah hidup anda.
Colde: Kalau dipikir pikir aku belum pernah terfikir seperti itu.
Veda: Anda selalu berfikir bahwa selama anda bisa mengatasinya anda tak memberitahu siapapun, coba lakukan hal yang sebaliknya.
Veda: Jika anda tak peduli terhadap orang lain coba melakukan hal kebalikan dari yang anda lakukan sekarang
__ADS_1
Veda: Atau yang tadinya anda sangat dingin dan sedikit bicara coba merubahnya mungkin itu bisa menjadi tujuan baru anda.
Akhirnya setelah apa yang diutarakan oleh Veda membuatku tersadar, dan saat aku tersadar ternyata matahari telah terbenam, setelah melihat itu pun aku bergegas pulang ke istana, tentu aku menggunakan Skill Shadowku untuk pulang agar instan.