
#Jalan Jalan (2)
Disebuah pedalaman tempat yang dikunjungi oleh Colde yang dipenuhi dengan pepohonan sakura yang indah, terdapat sebuah kota tersembunyi yang tidak dapat dilihat siapapun, sebuah Kota yang dinamakan Zansetsu yang dipimpin oleh seorang wanita, warga mereka biasa menyebut dirinya sebagai Shogun, yaitu orang yang memimpin sebuah kota yang berada disana.
Wanita itu begitu anggun dan berwibawa dengan mata ungu dan rambut hitam panjangnya hingga menyentuh kaki, dengan tubuh yang langsing dan pakaian seperti yukata zaman dahulu. (pakaian Jepang)
Wanita yang anggun dan elegan itu melihat apa yang terjadi saat orang suruhan dirinya mati tanpa melakukan apapun, dan dibunuh hanya dengan sebuah daun sakura yang lembut.
Shogun: Dia memperingati diriku...
Shogun: Orang ini... dia adalah sebuah entitas yang harusnya tidak aku usik...
Dilain sisi Colde dan anak anaknya telah melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya. Mereka sampai dengan begitu cepat karena tidak terlalu jauh. Sesampainya disana anak anak Colde hanya bisa melihat sebuah salju di dataran itu juga sebuah badai salju hingga menutupi seluruh tempat bahkan seluruh dataran yang ada. Hal itu membuat seluruh hewan hewan mati membeku hanya beberapa hewan saja yang dapat bertahan.
Mereka pun turun di badai salju itu dan Colde membuat sebuah pelindung sementara karena ingin memberikan sebuah pakaian khusus untuk anak anaknya. Colde membuat banyak pakaian khusus beserta sebuah Syal menggunakan [Crafting] yang ia punya.
Dengan begitu anak anaknya telah mendapatkan pakaian baru mereka, semuanya memakai jaket yang begitu tebal menggunakan penutup kepala dan sarung tangan yang terbuat dari kulit hewan, juga syal yang didapat dari bulu domba yang begitu lembut. Anak anak Colde begitu senang dengan pakaiannya sampai mereka kegirangan.
Neisha: Wahh hangat sekali. Makasih ayah!
Kimmie: Syal ini sangat harum dan hangat. terimakasih ayah.
Fang: Terimakasih ayahanda.
Clara: Terimakasih ayah.
Vinnie: Yeay papa yang terbaik! makasih!
Colde: Syukurlah jika kalian suka. jangan di Buang ya.
Vinnie: Mana mungkin, ini hadiah dari papa mana mungkin dibuang.
Colde: Iya iya, kalau gitu aku akan melepaskan pelindungnya.
__ADS_1
Sebuah pelindung yang menutupi mereka mulai menghilang dan hawa dingin menyerang mereka semua, namun mereka tidak mengalami kedinginan sama sekali karena pakaian itu.
Nafas mereka menghembuskan hawa dingin namun mereka tidak tampak kedinginan.
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan sampai ke suatu tempat yang dimana banyak Cristal salju yang turun hanya di sebuah lingkaran yang berukuran 5x5m jadi keadaan yang sungguh aneh membuat mereka bertanya tanya kepada diri mereka sendiri.
Colde langsung berlari kearah tempat itu lalu mengambil beberapa Cristal salju itu dan memasukkannya kedalam tabung belah bulat seperti yang ia gunakan pada bunga sakura waktu itu. setelah mengambil beberapa kemudian Cristal itu menghilang tanpa sisa. Colde langsung memberi tau anak anaknya untuk segera pergi dari sini secepatnya.
Colde: Ayo anak anak segera pergi dari sini.
Kemudian mereka lari sesegera mungkin, namun kenyataan tidak sesuai ekspetasi dan kejadian yang tak diinginkan Colde terjadi. Kaki Kimmie terjerat gumpalan salju yang membuatnya tidak dapat bergerak karena setengah tubuh Kimmie yang terjerat.
Colde: Kalian semua menjauhlah hingga ke pinggiran pulau ini!
Colde: Cepat! Clara gendong Neisha dan kalian berdua coba gunakan saja kemampuan kalian menjauh.
Vinnie: Tapi papa!
Colde: Cepatlah!
Colde mencoba menarik Kimmie yang terlihat kepanikan, padahal mereka semua belum melihat bahaya apa yang terjadi. Namun seketika longsor salju dari atas yang begitu banyak hingga pepohonan yang diatas sebuah gunung ikut tergusur. Setelah Kimmie telah berhasil terselamatkan Colde langsung mencoba menggunakan pelindung sambil membawa Kimmie yang setengah tubuhnya menjadi putih pucat seperti salju.
Colde mencoba melompat dan merubah dirinya menjadi Wajid naga dan terbang membawa Kimmie, setelah menjauh dari longsor Colde langsung menyusul anak anaknya yang lain yang berada dipinggir pulau itu. mereka begitu khawatir namun setelah kepakan kencang Colde membuat mereka melihat kearahnya dan langsung menghampiri Colde dan naik ke punggung Colde, mereka berlima berbagi kepada yang lain karena Colde tidak membagi dirinya menjadi dua.
Vinnie: Papa dimana Kimmie?
Colde menunjukkan tangan naganya yang besar dan memperlihatkan Kimmie kepada mereka.
Clara: Tangan ayah!
Colde: Kalian tak perlu khawatir, sebentar lagi Kimmie akan bangun.
Fang: (Aku merasakan hawa dingin yang membakar tangan ayahanda perlahan lahan...)
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka terbang Kimmie terbangun dari tidurnya dan dia melihat sekeliling dan hanya melihat langit dan lautan biru. ia sedang bersandar di pangkuan Vinnie.
Vinnie: Papa Kimmie sudah bangun.
Colde: Syukurlah, kita juga hampir sampai ditempat selanjutnya. Persiapkan diri kalian.
Kimmie: Kakak... Ayah!!
Vinnie: Tidak apa tadi kamu hanya mimpi buruk.
Kimmie: Tadi-tadi aku melihat ayah ayah!
Vinnie: Kimmie! kita sedang diatas. Kamu hanya mimpi buruk, kamu hanya terlalu lelah.
Kimmie: Haa? ahh.. mimpi buruk. maaf.
Fang: Kamu ini ada ada saja. Hhh
Neisha: Tapi kak-
Neisha langsung ditutup mulutnya oleh Fang hingga suara Neisha tidak terdengar. Clara yang melihat mereka yang sedang menyembunyikan nya sangat lucu dan membuatnya tertawa.
Colde: (Sepertinya sudah lebih baik, kalau begitu kita turun)
Colde: Kita akan berkemah disini sementara.
Vinnie: Okey!
Akhirnya Colde dan anak anaknya beristirahat di dekat pulau tak berpenghuni yang memiliki gunung berapi yang panas.
karena hari mulai gelap dan memutuskan untuk istirahat di pinggir pulau.
Mereka semua tidak merasakan ngantuk karena mereka telah tertidur di punggung Colde, untuk makan mereka diberi Colde beberapa makanan yang telah disimpan oleh Colde.
__ADS_1
Karena mereka sudah melihat berbagai macam bencana jadi Colde memutuskan untuk beristirahat, juga karena Kimmie yang masih cukup ketakutan karena hal yang dia alami. Semua berjalan dengan aman anak anak Colde makan lalu istirahat. Colde menjaga mereka hingga tertidur, sambil melihat langit yang dipenuhi bintang.