King Of Badluck

King Of Badluck
Episode 13 Season II


__ADS_3

#Jalan Jalan (3)


Setelah anak anaknya tidur Colde menatap bintang bintang dan mencoba membentuk bintang itu dengan tangannya membentuk garis garis sesuai dengan Dewa Dewi Zodiac. Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces. lalu Colde bergumam dengan dirinya sendiri.


Colde: Hmm kalau saja ayah menghilangkan kutukan ini...


langit yang penuh dengan bintang tadi seketika menghilang dan sebuah lubang hitam besar muncul di atas langit.


Colde: (Ehh tidak tidak ayah aku hanya bercanda)


Lubang hitam itu kembali seperti semula dan bintang kembali hadir di tengah tengah keindahan malam, dan salah satu anaknya mencoba mendekat secara diam diam.


Colde: Fang keluarlah.


Fang: Eh, ahh baik.


Colde: Duduk sini, apa kamu tidak bisa tidur?


Fang: Heheh iya.


Colde: Apa ada yang ingin kamu katakan?


Fang: Ehh tidak, tidak ada.


Colde: Katakan saja.


Fang: Eee sebenarnya ayahanda apakah...


Colde: Hmm?


Fang: A-apakah aku juga boleh memanggil ayahanda dengan sebutan ayah, saat hanya kita berdua?


Colde: Kamu boleh menyebut ayah apa saja Fang, lagi pula kamulah yang memanggilku seperti itu, Kimmie saja sudah mengubah formalitas terhadap ayah.


Colde: Hanya itu saja? tidak ada yang lain?


Fang: Emm iya.


Colde: Jika kamu tak ingin mewarisi dan menjadi raja aku tak akan menghentikanmu.


Fang: !!! Tidak ayah aku akan melakukannya, tapi...


Colde: Apa Fang kecilku sudah memiliki cinta pertamanya Hhhh.

__ADS_1


Fang: Ehh!! tidak! tidak! mana mungkin.


Colde: Kamu memang tidak pintar menyembunyikan sesuatu seperti ibumu hhh.


Fang: Tidak ayah aku tak memiliki nya!!! berhenti menggodaku!


Colde: Baiklah baiklah.


Setelah itu suasana sunyi menyelimuti mereka berdua sebentar, dan wajah sedih yang berada pada Fang membuatnya berani bertanya tentang kemarahan ayah kepada ibunya.


Fang: Ayah... kenapa ayah marah kepada ibunda?


Colde: ...


Fang: Biar aku tebak. Ayah tidak marah tapi sedang membuat kejutan dengan berpura pura marah? itulah yang aku pelajari dari kita pergi sampai saat ini.


Colde: Hmm? kenapa kamu berfikir seperti itu?


Fang: Tempat yang kita kunjungi selalu berhubungan dengan Ibunda Vivy, Sendy dan Nada, seperti pulau sakura, Es dan sekarang gunung berapi.


Fang: Petunjuk kedua adalah saat ayah mengatakan barang ini tidak boleh lebih dari satu agar spesial. Oleh karena itu aku semakin yakin dengan spekulasi yang aku buat.


Colde: Hey!


Colde: Kamu belajar dari mana bisa sepintar ayahmu ini ha?


Fang: Ehh? aww sakit.


Colde memukul punggung Fang karena terkesan dengan pemikiran dirinya karena mirip Colde saat dia masih kecil seperti ngengat yang tak berdaya dulu.


Fang: Aku kan anakmu sudah pasti aku menurunkan bakatmu.


Colde: Yah aku beri kamu 3/10 point.


Fang; Ha? apa?


Colde: kamu benar hanya 3 dan 7 nya salah.


Colde: Ternyata matahari terbit terlihat begitu indah dari sini...


Fang: ... ,iya ayah benar.


Pagi tiba mereka berdua mengobrol hingga pagi hari padahal hanya sebentar namun tidak begitu terasa. anak anaknya yang lain karena tidur mereka begitu nyenyak.

__ADS_1


Vinnie: Pagi papa!


Colde: Pagi Vinnie, ini makanlah dahulu, beri tahu adik adikmu yang lain.


Vinnie: Baik! laksanakan.


Mereka sarapan dengan makanan enak buatan ayahnya semuanya sangat suka dengan masakan ayah mereka, karena makanannya sunggu enak melebihi masakan ibunya.


Setelah selesai makan mereka pun bersiap untuk berangkat naik kepuncak gunung dengan menunggangi Colde yang menjadi naga.


Berangkatlah mereka dengan cepat. Tak selang beberapa lama mereka sampai dipuncak gunung dan Clara turun, lalu kakinya tiba tiba seperti terbakar, membuat pelindung kaki dirinya hangus terbakar dan hanya menyisakan kaki saja.


Clara yang tak sadar malah menggunakan sihir angin tanpa sengaja agar dia bisa mengambang tanpa menempel gunung berapi itu, sementara anak anak yang lain tetap di atas punggung Colde, karena mereka belum diperintahkan turun oleh ayahnya.


Colde: Aish anak ini.


Seketika Api yang tak terlihat menyambar angin itu dan membuatnya menjadi lebih besar dan panas, namun dengan kecekatan Colde menahan api yang menjalar dengan tangan kiri naganya, sedangkan Vinnie menyelamatkan Clara yang sedang melayang itu.


Vinnie: Apa si yang kamu pikirkan Clara!


Clara: Maaf!!


Colde: Clara aku baru kali ini melihatmu begitu ceroboh.


Clara: Maafkan aku ayah!


Colde: Hufft, kamu tak apa kan?


Clara: Tidak apa apa ayah.


Colde: Syukurlah.


Neisha: Ayah tangan ayah terbakar!


Colde: ini tidak apa apa, kita lanjutkan saja perjalanan.


Colde mencoba turun kedalam gunung dan melihat sebuah api yang amat panas, Colde langsung memerintahkan Vinnie untuk mengeluarkan Familiar nya.


Colde: Vinnie keluarkan itu.


Vinnie: Baik papa!


Seekor Phoenix merah menyala keluar dari tubuh Vinnie, lalu api itu bereaksi pada Phoenix itu dan mencoba berdonasi dengannya, namun ditengah tengah resonansi itu Colde melahap api itu dengan cepat. Semua anaknya hanya bisa menatap dengan kebingungan dan terheran heran.

__ADS_1


Colde langsung mencoba pergi dari sana dengan cepat, gunung mulai bergemuruh dan seperti ingin meletus, Colde dan anak anaknya sudah terbang tinggi diatas awan dan gunung meletus dengan begitu kuat hingga suaranya terdengar hingga beribu ribu mill jauhnya. Colde langsung meninggalkan tempat itu dan kembali pulang.


__ADS_2