Kisah Cinta Penuh Comedy

Kisah Cinta Penuh Comedy
CH:7.Aska dan Saya


__ADS_3

★Hari Rabu


Setelah uang ku kembali secara tiba tiba aku berencana menemui Alisa tapi niat itu kuurungkan karena sudah mau masuk kelas.


Jam pelajaran pertama matematika di bimbing oleh Bu Anna.


Tapi karena kejadian itu bu Anna tidak mau menatapku sedikitpun.


Hal itu membuat ku sedikit kecewa.


Lalu bel istirahatpun berbunyi dan semua orang berkelompok kelompok pergi ke kantin tapi tatapanku hanya tertuju pada satu orang yaitu Saya Hartono yang duduk sendirian tanpa teman dan memakan bekal kelewat besar.


aku sudah memperhatikan orang ini sejak aku sekelas dengannya di kelas 1 tapi dia sama sekali tak pernah bicara kecuali ada yang bertanya dan ini sedikit merepotkan karena aku sering mengajaknya bicara di kelas 1 tapi diabaikan.


Bukannya aku menyesal mengajaknya bicara tapi karena jika dia ajak bicara dia hanya menjawab iya atau tidak dan ini membuatku sedikit kesal dan jika di andaikan maka di mirip komputer.


Sejak aku bertemu dengannya di ujian masuk sekolah dia selalu membuat jantungku serasa mau meledak di tambah aku sekelas dengannya di kelas 1 dan itu menambah paranya masalah ini.


Hal ini juga yang memotivasiku untuk memperdalam ilmu Psikologi tentang kejiwaan seseorang dan raut wajah di kelas 1tapi semua ini tidak ada gunanya di hadapannya.


Wajahnya bagaikan di Lem,

__ADS_1


dengan Lem setan sampai menjadi Kaku.


Sejak itu di kelas 2 aku menjauhinya sampai sekarang dan memperhatikannya dari samping tapi masih banyak sampah sampah sialan yang membicarakan dirinya di belakangnya.


dan itu membuat darah ku mendidih dan ingin memukul mereka jika aku bisa tapi hal itu tak kulakukan dan hanya mengganggu mereka sampai mereka berhenti.


Sekali lagi aku berencana mengajaknya makan bersama dan aku sudah sangat yakin bahwah aku telah bisa menafsirkan wajahnya.


Saat aku menuju mejanya, itu bagaikan menuju kemedan perang, banyak pikairan negatif yang menghampiriku.


Sepreti, bagaimana jika dia melupakanku bagaimana jika dia membenciku.


Tapi semua itu sirna ketika dia melihatku dengan wajahnya yang polos itu dan membuat jantungku ingin meledak.


Aska ada apaa...(Saya).


Dengan gugup aku mengajaknya makan bersamaku.(Aska)


Baik lah..(Saya).


Aku sangat terkejut karena dia menerimanya dengan wajah yang datar tapi ketika aku melihat matanya aku langsung mengerti bahwa setengah tahunku mengamati exsperisinya tidaklah sia sia.

__ADS_1


Pada saat aku berjalan menuju kantin aku selalalu mencuri pandangan untuk melihat wajahnya tapi seperti yang ku duga dia memang tak bisa mengekpreaikan dirinya.


Tapi karena suasananya cukup canggung aku berpikir untuk bertanya padanya untuk mencairkan suasana.


Hei Saya apa siswi kelas 1 bernama Alisa Hartono itu saudaramu.(Aska)


Lalu saat melihat wajahnya aku melihat rasa sedikit terkejut jadi aku merasa sedikit bersalah tapi dia tetap menjawap pertanyaanku.


Bukan, dia sepupuku .(Saya)


Seperti yang ku duga. (Aska)


Apa kau kenal dengannya.(Saya)


Iya,karena aku ikut klub yang sama dengannya walaupun terpaksa.(Aska)


Begitu ya,'''' kalau begitu boleh aku ikut juga.(Saya)


Seketika aku terdiam karena pertanyaannya itu jadi aku langsung menjawabnya.


Tentu kau boleh ikut lagipula itu adalah Klub sekolah. (Aska)

__ADS_1


Kalau begitu aku akan mengirimkan surat permintaannya ya.(Saya)


Lalu dia berlari kecil menuju kantin tapi walaupun dalam sekejap aku melihat dirinya tersenyum dan itu membuat ku sedikit bahagia.


__ADS_2