Kisah Hidup Adriana

Kisah Hidup Adriana
makan bersama


__ADS_3

setelah selesai dengan kegiatannya di kamar, Adriana berencana untuk tidur siang terlebih dahulu , namun.baru saja iya akan tidur tiba saja terdengar suara yang kurang nyaman dari perutnya yang menandakan iya tengah lapar saat ini.


"hah ni cacing ngak ada sabarnya yah " gumam Adriana, sejujurnya iya sangat capek untuk ke bawah, baru juga sehari saja iya sudah malas naik turun tangga apalagi bertahun tahun, liat saja nanti kedepannya. bisa-bisanya iya akan menyuruh bik Sumi untuk membawakan ya makanan.


karena perutnya masih saja belum diam dengan sangat terpaksa Adriana kembali keluar dari kamarnya dengan keadaan lemas.


tanpa iya sadari saat ini ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.


" kamu kenapa" tanya Gavin dengan bingung


Adriana pun kaget karena mendengar


suar


Gavin jantungnya hampir copot karena tiba tiba Gavin bersuara.


" ahh it itu badanku lemas saja " jawabnya sangking gugupnya.


" oh, sudah makan ? tanya nya lagi


" belum kak jawabku singkat


" lemas karena belum makan itu, ayok kita turun makan kakak pun belum makan " jawab Gavin


memang sejak pulang dari kantor tadi Gavin langsung masuk ke kamarnya. iya memang sengaja untuk pulang lebih awal hari ini karena memang iya sangat capek.


sesampainya di dapur dapat di lihat makan memang sudah ada di meja , sudah pasti bik Sumi yang masak karena tahu ada Adriana di rumah, biasanya juga hanya bik Sumi dan mami yang makan di rumah, om Rion dan 4 anaknya makan diluar begitu pun dengan Rivaldo.


kebetulan di situ ada bik Sumi yang sedang membersikan lantai dapur karena tadi siang di gunakan oleh mami memasak jadi harus di bersihkan.


"hai bik " sapa gavin


" eh iya den ada apa ? tanya bik Sumi lagi


" itu tolong buatkan saya jus mangga yah pengen soalnya " ucap Gavin dengan wajah memohon nya .


bik Sumi melihat itu iya pun kembali tersenyum " iya baik den mau pakai susu banyak ?? tanya bik Sumi lagi.


" tentu saja dong ,hehehe , oh iya tunggu, ana kamu mau juga jus mangga,?? tnya Gavin biar sekalian dengan nya.

__ADS_1


" ngak kak aku ini aja deh " jawab ana sedikit berteriak


" okelah, satu aja bik buat aku aja, bawain ke meja makan yah " ucap Gavin


" iya den" ucap bik Sumi dengan tersenyum.


setelah itu mereka berdua kembali duduk di meja makan untuk makan siang, di meja sudah tersedia banyak lauk ada ayam, ikan dan sayur sup ada juga buah ada kangkung juga. ( walaupun mereka kaya tetap yah makanan ini ada ).


" melihat semua itu perut Adriana semakin tak tahan iya kemudian mengambil piring" tak lupa iya juga menawarkan kepada Gavin


'' kak mau aku ambil makanannya " ? tnya ana


" tak usah, kamu ambil buat kamu aja, biar kk ambil sendiri, lagian kamu udh lemas begitu. " kata Gavin kepada ana.


karena Gavin tak mau maka ana mengambil untuk dirinya sendiri.


di depannya sini sudah ada nasi ikan dan juga sayur yang iya ambil tadi.


tidak lupa juga ana mencuci tangganya dan berdoa sebelum makan, sama halnya dengan Gavin dia mengambil makanannya sendiri, mereka berdua makan dalam keadaan diam, hanya bunyi deringan sendok yang terdengar.


saat sedang asyik menikmati makanan tiba- tiba bik Sumi datang membawakan jus mangga untuk Gavin.


" bagaimana tadi sekolah barunya " tanya Gavin membuyarkan suasana yang sunyi saat ini


" bagus kak , walaupun aku belum melihat semuanya kak masih ruang kepala sekolah dan parkiran saja kak " jawabku sambil menyiapkan makan masuk ke mulutku


" oh syukurlah , kamu suka sekolahnya ?? tanya Gavin lagi ,


'' suka kak tapi rada takut untuk sekolah di sana" jawabku berkata jujur


" kenapa " tanya Gavin


" takut di bully " jawabku singkat


" ahh itu kamu tenang saja , jikalau ada yang berani Bully kamu di sekolah ,bilang Sam papa sma kk juga biar nnti papa atau ngak kk yang ngurus , nanti kk kasi tau sama Rivaldo


untuk menjagamu nanti" kata Gavin sambil tersenyum saat


" iya kak " jawab ana singkat sembari kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


...----------------...


kini ana dan Gavin sedang berada di ruang keluarga, setelah tadi mereka makan siang Gavin meminta ana untuk menemaninya nonton tv sekaligus gavin ingin dekat dengan ana.


" kamu ngak keberatan kan kalo temani kk disini" tanya Gavin


" ngak kak, lagian balik ke kamar juga bosan, ngak tau apa yang harus di kerjain juga." jawabnya singkat


" terima kasih , ucap Gavin, " kamu umur berapa sekarang " tanya Gavin hanya sekedar basa- basi


" baru 17 kak " jawabku singkat


" hemm, berarti kamu sama Rivaldo hanya beda setahun." jawab Gavin,


" iya kak kata mami juga begitu" jawabku


" oh yah kapan mami kasih tau kamu" tanya Gavin penasaran


" itu kemarin waktu kita masak mami cerita tentang kalian " jawabku karena hal itulah mami menyuruhku memangilnya kakak juga.


kulihat kak Gavin hanya ber"oh"riah saja,


kami berdua kembali menonton ke layar tivi saat ini. jujur saja ana saat ini sangat canggung jika berada dekat dengan anak anaknya mami, pasalnya iya belum terbiasa dekat mereka .


diliriknya kembali kak Gavin dia masih saja serius dengan tontonan saat ini, berbeda dengan ana, ibaratnya mata di tv ,pikirannya ke tempat lain.


setelah beberapa menit menonton tanpa sadar saat ini ana tertidur di depan layar tv. lebih tepatnya dengan posisi duduk di sofa saat ini.


...----------------...


hari ini lebih pendek dulu


lagi capek soalnya bukan masalah ngetik atau lainya tapi mikirin alurnya nihh.


ternyata menulis tak segampang itu


tapi ayok Cha jangan menyerah dong


yuk lanjut lagi besok yah

__ADS_1


" salam manis " author


__ADS_2