Kisah Hidup Adriana

Kisah Hidup Adriana
Seperti saudara dan dianggap anak


__ADS_3

heh yang tinggal di sini aku atau papa sih kenapa malah papa yang bahagia ? batin Adriana sambil berjalan mengikuti sang papa.



...------------...


adriana...ana ... panggil sang papa yang melihat anaknya masi berdiri di depan mobil tanpa mengikutinya


eh iya pak sahut Adrian yang sedari tdi sibuk dengan lamunannya, jujur sedari tadi Adriana tidak mengikuti sang papa iya sibuk berdiri dan melamun tentang kedepannya bagaimana iya kan tinggal di tempat seperti ini sampai sang papa memangilnya.


dan tanpa iya sadari saat tadi sang papa memangilnya iya tidak melihat di samping sang papa sudah berdiri seorang lelaki yang bisa di katakan seumuran dengan sang papa.


ayo sini, kenalan dengan om Rion panggil sang papa.


dengan sedikit canggung Adriana bejalan mengikuti ajakan yang di katakan sang papa


iya pak sahut Adriana … hello om saya Adriana ! ucap Adriana.


ah iya iya, jadi ini anak yang akan kau titipkan padaku putra ? tanya om Rion


wah aku kira dia masih kecil put, kamu sangat tega dengan ku putra kamu membawa anakmu kepada ku saat dia sudah sebesar ini ! seru om Rion dengan nada sedikit kesal.


yah mau bagaimana lagi, aku terlalu malas ke kota ini kau tau sendiri kan bagaimana aku ? jawab sang papa dengan sedikit candaan


Adriana sedari tadi hanya diam mendengar interaksi keduanya orang di depannya ini


mereka seperti saudara yang baru bertemu kelihatan seperti itu , sungguh. tidak terlihat seperti teman. disaat Adriana tengah mengamati kedua orang di depannya tiba tiba terdengar suara seorang perempuan yang berteriak kepada dua manusia yang sungguh masih berbicara di depan pintu saat ini


hey. ya Allah pak itu si putra di ajak masuk dulu tidak capek apa kalian berbicara di depan pintu ? tanya seorang wanita yang bisa Adriana klaim bahwa itu istrinya om Rion


kalian berdua seperti satpam penjaga pintu sja ! lanjut istri om Rion dengan nada sedikit mengejek


hahahaha betul juga kau Arinda , ayo masuk put anggap rumah sendiri ? sahut om Rion dengan sedikit tertawa


ayok nak masuk pamali anak gadis lama lama berdiri di depan pintu ajak ibu Arinda kepadaku


iya buk ? sahutku sambil berjalan mengikuti buk Arinda dengan canggung


...----------------...


saat ini Adriana tengah duduk di ruang tamu sambil mengamati setiap sudut rumah yang akan iya tinggal


rumah ini sangatlah besar sekaligus mewah, berbanding dengan rumahnya di kampung.


sofa yang saat ini iya duduki saja sangat empuk.

__ADS_1


sungguh ini sangat mewah batin Adriana dengan kagum sampai ibu Arinda data v membawa minuman pun Adriana masih mengamati bentuk gelas sampai tempat buah yang saat ini berada di atas meja.


hahaha Adriana syut jangan norak ( autor )


heh diam kau Thor kan bru lihat ( Adriana )


makanya punya ( author )


kau yang buat cerita dasar ( Adrian)


hehe iya yah ( autor Yook lanjut )


saat Adriana masih terkagum kagum setiap sudut ruang tamu saat ini.


sungguh norak sekali kau ini Adrian batinya sambil tersenyum sedikit. terlepas dari kenoraanya yang hakiki Adriana kembali melirik sang ayah yang sedang duduk sambil berbicara dengan om Rion dan juga ibu Arinda


Adrian tau apa yang di bicarakan oleh sang ayah mengenai iya akan sekolah di sini dan juga menitipkannya pada sepasang suami istri tersebut.


" put kenapa kau tidak bilang dari anakmu masih SMP sekolah disini bagus bagus kamu ini bagaimana sih kan bisa anakmu itu tinggal di sini dari dulu " ucap om Rion


" benar tuh kata papa, kamu kok bisa sih baru sekarang datangnya " kata bum Arinda


" hehehe baru sekarang sih aku kepikiran buat sekolahin anakku disini Rin ini juga aku baru ngurus untuk kepindahannya di sekolah baru " sahut Syaputra


"lagian waktu SMP kan dia masih Kecil Yon masih kaya anak anak " lanjut Syahputra


" Adriana buk bisa di panggil ana buk" sahut Adriana dengan singkat


"oh Adriana toh wah nama kita hampir mirip yah nama ibu Arinda " sahut ibu Arinda


" Rin aku titip anakku yah kalo dia bandel atau nakal disini tolong nasehati dia anggap dia kaya anak kalian juga " potong Sang ayah


" yeh iyalah put tenang aja dia aman di sini kamu kaya orang asing aja pake nitip nitip segalah dia disini juga bagus biar rame kan enak punya anak perempuan " jawab ibu Arinda


jujur saja di balik kata kata buk Arinda iya menyimpan sedikit rasa sedih di karenakan ke 4 anaknya semua laki - laki.


" iya Rin ngomong ngomong dimana anak anakmu itu Rion tidak ada satupun yang turun tanya ayah Adriana


"oh itu put mereka lagi keluar semua mungkin malam baru pulang biasa laki - laki main sampai lupa pulang


" hahahaha kaya kamu dong " canda ayah adriana


" heh kamu juga sama, dulu kaya gitu " sahut om Rion


"hahaha oh iya kalian lanjut yah aku mau bawah Ana lihat kamarnya dulu " sahut bum Arinda

__ADS_1


...----------------...


saat ini ana sedang membantu Arinda memasak di dapur setelah tadi melihat lihat kamarnya dan beberapa pelayan juga di tugaskan ibu Arinda untuk membersikan kamarnya yang akan di tempati oleh ana.


yah walaupun buk Arinda memiliki banyak pelayan dan juga ada tugasnya masak ibu Arinda tetap di dapur untuk menyiapkan apa saja yang akan di masak untuk kelurganya.


maaf buk ini udangnya mau di apakan buk ? tanya Adriana dengan sedikit kikuk lebih tepatnya malu.


sembari tersenyum ibu Arinda berkata " letakan di meja nanti mami yang masak kamu bantuin buk Sumi cuci sayur yang lain " sahut ibu Arinda


oh iya ana mulai sekarang kamu harus terbiasa tinggal di sini dan juga panggil saya mami seperti anak2 ku yah " lanjut ibu Adrian


" kamu sudah ku anggap anakku sendiri" lanjutnya lagi


"iya buk eh ...eh mami maksudnya " sahut Adriana


" Bagus bagus oh iya BI Sumi mulai sekarang tolong siapkan apa saja keperluan ana ya bi" kata buk Arinda


" nak kalo kamu mau makan atau lainya lakukan saja nak Disni siapa saja bebas dan juga mami cuman mau bilang kalo kamu kurang apapun itu bilang sama mami yah lagian sejak papa kamu ngomong kamu mau tinggal disini mami senang akhirnya ada anak perempuan yang tinggal disini temani mami belanja,masak, " ucap buk Arinda terlihat senang karena iya akan terlepas dari kesepian


Adriana mendengar semua yang di bicarakan buk Arinda iya cukup mengerti dengan setiap kata yang di ucapkan istri teman papanya itu


walaupun di rumah banyak pelayan tetapi kemungkinan ibu Arinda tidak memiliki Teman untuk di ajak kemana mana, anaknya sibuk dengan yang lain, suaminya sibuk bekerja. membuatnya cukup senang jika Adriana tinggal dengan nya.


...----------------...


oke aku rasa cukup sampai disini ceritanya nnti cri waktu lagi untuk up ceritnya kembali


jujur aja aku tuh lupa kalo ada cerita ini yang belum di lanjut sangking sibuk dan ada sedikit masalah keluarga. di tambah lagi beberapa hal yang membuat aku bener bener capek mikirnya di tambah beberapa musibah yang terjadi di keluarga aku yang bikin aku harus berusaha untuk kuat.


dan hari ini aku lanjutin nih ceritanya ya


maaf sebelumnya krna telat..


nah untuk 4 anak yang ibu Arinda tuh akan aku


ceritain di bab berikutny nih guys


tdi mikirnya mau di bab ini tapi ni otak udh ngak muat..


Ok bye bye


untuk covernya nihhh yang aku pikirin nihh saat ini entr pikiran udh sdikit plong bru deh ku buat covernya.


sampai jumpa

__ADS_1


enthlah ada yang baca atau ngak 🤣🤣🤣😭


__ADS_2