Kisah Hidup Adriana

Kisah Hidup Adriana
hari baru


__ADS_3


" bersamamu aku hadir selamanya hingga akhir..bunyi suara nada alarm ana saat ini yang menunjukan waktu telah fajar, tetapi sang empuh pemilik alarm itu belum terganggu dengan tidurnya, dialah ana.


gadis itu masih saja terlihat nyaman dengan tidurnya, mungkin saja dirinya masih capek dengan kegiatannya kemarin ditambah lagi semalam iya tidak bisa tidur.


" bersamamu aku hadir selamanya hingga akhir terima kasih tuh semua rasa yang kau berikan untukku " bunyi alarm itu kembali, kalo ini berbeda dengan yang tadi, kali ini Adriana sedikit terusik dari mimpiny karena bunyi suara alarm dari hp nya itu.


dengan kondisi mata yang masih tertutup tangannya meraih dimna benda pipinya itu berada.


" hooamm berisiknya, " dengan posisi tangan yang masih mencari dimna hpnya itu.


"sudah jam setengah lima rupanya pants saja." gumam saat ini hpnya sudah iya temukan dan juga iya sudh mematikan alarm hpnya.


----------------


Adrian saat ini telah selesai dengan ritual mandinya, waktu saat ini telah menunjukan jam 4 : 50 yang menandakan sebentar lagi akan azan subuh.


" huh dingin " ucap ana, setelah keluar dari kamar mandi tidak lupa juga iya mengambil wudhu sekaligus agar bisa langsung sholat subuh. ana tidak mau kenal air lagi terlalu dingin. padahal di situ bisa ada air panas tapi dia lebih memilih air dingin saja.


""Allahuakbar Allahuakbar..." terdengar suara azan dari masjid terdekat, walaupun rumah yang saat ini Adriana tempati sangatlah luas namun tetap saja masih dapat terdengar suara azan.


Adrian segera bergegas mengambil mukena yang ada di kopernya.


dan melaksanakan sholat subuh.


"assalamu"alaikum warahmatullahi" gumam Adriana setelah rakaat terakhirnya itu.


Adriana telah selesai dengan sholat subuh kemudian merapikan Kemabli mukenanya dan juga tidak lupa iya membersikan tempat tidurnya yang belum sempat iya rapikan tadi.


karena telah selesai Adrian kembali merapikan pakaian yang ada di dalam kopernya, memang kemarin pelayan di rumahnya saat ini telah selesai membereskan kamar nya alat - alat mandi juga telah di sediakan.


hanya saja tidak untuk kopernya karena, hal privasi makanya pelayan itu tidak mau membuka kopernya. katanya takut kalo ada yang hilang.


tak terasa beberapa menit juga sudah di lewati Adrian untuk merapikan pakaian di kopernya.


sekarang juga waktu sudah menunjukan jam 06:02 tandanya ini sudah pagi bukan fajar lagi, biasanya jam segini Adrian sudah siap dengan seragam sekolahnya dan siap untuk sarapan juga. namun di karenakan hari ini iya hanya datang ke sekolah untuk membawa berkasnya saja jadi kemungkinan besok mungkin iya akan sekolah.


saat ini Adriana telah selesai dengan pekerjaannya maka dari itu Adrin kembali membuka setiap jendela kamarnya walau terbilang luas kamarnya saat ini ana lebih memilih membuka jendelanya agar udara segar di pagi hari akan masuk ke kamarnya.


" wahh indahnya Susana pagi hari ini," ucap Adriana dengan semangat.


sungguh hari baru yang cukup indah dikarenakan adriana telah membuka gorden dan juga jendela besar itu maka angin segar pun masuk ke dalam kamarnya saat ini, dia juga terkesan dengan suasana indah di luar jendelanya view taman indah di belakang yang bersih ada pohon pohon yang di pangkas indah oleh para pekerja di rumah ini.


" sangat bagus kalo membaca novel di sana saat siang hari banyak bunga, pohon-pohon yang rindang jua di situ pasti angin nya bagus juga " gumam Adriana sambil membayangkan bagaimana suasananya nanti .


ana juga melihat ada beberapa pelayan yang sedang membersikan daun daun gugur di pohon rindang yang berjatuhan di taman.


setelah puas memandangi view dari kamarnya ana kembali melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju ke dapur, mungkin saja saat ini ada yang bisa iya kerjakan, membersikan rumah juga tidak mungkin karena iya yakin pelayannya mami sudah merapikan semuanya. yah palingan iya akan di dapur membantu bik Sumi, wanita itupun pasti sedang bersiap siap saat ini buktinya barusan iya melihat pekerja di taman tadi "


walupun baru pertama tinggal pun sudah pasti ana akan tau, siapa saja pun pasti sudh tau jika tinggal di rumah yang sudah di penuhi pekerja seperti ini.


seperti dugaannya tepat sasaran


" pagi bik " ana dengan senyum pagi menghiasi bibirnya.


"lagi ngapain bik " sambungnya lagi


" loh non sudah bangun toh, ini bibi lagi buatin bumbu nasi goreng sama suwir suwir ayam non buat bikin nasi goreng nanti sma bubur ayam non." jawab bik Sumi dengan senyumannya.


" ada yang bisa aku bantu bik misalnya" tawa ana


" tidak usah non kan nyonya juga sudh membantu bibi " jawab bik Sumi


mendengar jawaban dari bik Sumi sudah di pastikan mami sudah bangun duluan darinya. sungguh tidak enak hati itu yang saat ini Adriana rasakan, bisa bisanya baru hari pertama tinggal tapi sudah bangun terlambat.

__ADS_1


apa nanti kata mami, di selah selah kegalauan ana tiba tiba saja. terdengar suara yang membuat dirinya kaget.


" loh ana sudah bangun nak , ini masih jam berapa sana tidur lagi nanti kalo sarapan udah siap baru mami bangunin kalian " ucap mami Adrian dengan senyum di bibirnya.


kamu tidak capek seharian kemarin " lanjutnya lagi


" ngak mami ana ngak capek hanya saja ana sudah terbiasa bangun pagi mi kalo tidur lagi kepala malah sakit mi " jawab ana, memang benar , dirumahnya saja pagi sudah di haruskan untuk bangun selain sholat subuh, ana juga harus siap siap ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolahnya terbilang cukup jauh walaupun pakai motor sekalipun.


"oh iya sudah kalo begitu kamu bantuin bawah piring aja Sama mangkok taruh di meja makan yah nanti yang lain biar mami sama bik Sumi yang kerjain aja , kamu duduk aja di kursi itu saja nanti kalo mami butuh bantuan baru mami panggil kamu yah " ucap mami dengan penuh semangat wanita itu juga tau bagaimana perasaan ana, apalagi iya juga pernah di posisi gadis itu. yah mami Adrian juga pernah tinggal Dengan bibinya dulu.


Adrian mengikuti apa yang di ucapkan mami. Adrian , iya menyiapkan peralatan makan piring, dan juga mangkok, untuk alat makan sudah tersedia di meja.


setelah itu ana duduk di kursi yang ada di dapur memandangi bik Sumi dan juga mami yang sedang memasak, entah sejak kapan mereka masak yang pastinya hanya tinggal nasi goreng yang belum di buat.


----------------


tak terasa waktu berjalan dengan cepat. kini waktu telah menunjukan setengah delapan berarti sejak tadi Adriana hanya duduk di tempatnya saja memandangi mami dan juga bik Sumi. beberapa kali ana menawarkan bantuan namun wanita yang di panggilnya mami itu tidak mengizinkan.lalu untuk apa iya di sini. ingin kembali ke kamar pun ana masih terlalu tak enak hati, apa Nanti kata mami dan bik Sumi.


" nah ana kamu bisa bantu mami sekarang " ucap mami Adrian, " kamu bawah ini dan letakan di meja makan. sambung mami walaupun sebenarnya iya berat hati jika Adriana membantunya, baginya Adriana adalah anak perempuannya juga .


namun karena sejak tadi mami melirik gadis itu sedang duduk dan bosan di kursi itu maka dari itu mami mengizinkan untuk membantunya. dan benar saja di liriknya gadis itu, di sana terlihat ana dengan cepat bergerak mengambil nampan yang telah berisi bubur itu dan meletakkannya di atas meja.


" mami sudah ada lagi " tanya ana setelah menempatkan nampan berisi bubur di atas meja,


"sudah tidak ada lagi, oh iya ana mami minta tolong kamu ke lantai atas dan bangunkan kakak kakakmu di atas bilng mami panggil untuk sarapan pasti mereka sudah bangun " ucap mami


hah membangunkan anaknya mami bagaimana ini ana kan tak tau kamar


nya yang mana ..


" katanya ada di samping kamarmu itu " lanjut mami adrian


" iya mi " jawab ana singkat, kemudian berlalu ke lantai atas.


"tok tok tok "bunyi ketokan pintu


" assalamu"alaikum ,ucap ana memberi salam mau panggil kk juga baru kenal.


terdengar balasan salam dari dalam kamar


dan juga langkah kaki menuju pintu.


kreet , wa"alaikumssalam " jawab laki laki tersebut , kini di depan nya sudah berdiri seorang lelaki tinggi dengan kondisi badan yang kira kira baru saja selesai mandi bisa di katakan begitu.


" ada apa. ? tnya gavin, yah lelaki tersebut adalah Gavin, anak pertama di keluarga om Rion.


tanpa membuang waktunya ana langsung menyampaikan maksudnya


" itu di panggil mami buat sarapan "ucap ana sedikit gugup.


" oh iya sudah, kau bisa memanggil ku kk lain kali ketika mengetok pintuku " ucap Gavin seakan tau saja bahwa ana bingung memangilnya apa.


" apa ada lagi " ? tanya Gavin.


sebenarnya ana tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi iya tidak tau kamar mana tempat 3 putranya mami berada kalo salah ketok kan pusing sendiri


" UMM itu kak, mami. juga menyuruhku membangun kan yang lain tapi aku tidak tau kamar mereka kak" ucap ana dengan sedikit tenang tidak terlalu gugup.


" oh biar kk aja kamu turun sana sarapan bilang sama mami entar kamu nyusul " jawab Gavin


ana mengangguk dengan senyuman


"iya kak " jawabnya singkat


setelah itu ana kembali ke meja makan di sana semua sudah tersedia ada roti, bubur ayam,dan juga nasi goreng , ana sungguh takjud sarapan saja bermacam macam berbeda dengan di rumahnya hanya nasi dingin kalau ngak nasi goreng itu saja paling banyak yah bubur biasa itupun hanya untuk papanya.

__ADS_1


"nak bagaimana udah kamu panggilkan mereka ?tanya mami Adrian


" udah mi katanya nanti nyusul " jawab Adrian.


"ya sudah sini duduk mami panggil om Rion dulu sama papamu mungkin mereka sudah bangun" ucap mami


namun tiba tiba " tidak usah di panggil kami sudah datang " ucap om Rion dari belakang


di sana juga ana melihat papinya, ana yakin kalo papinya memang sudah sedari tdi bangun karena biasanya juga begitu. !


"ya bguslah kalo kalian sudah datang yok sarapan " ucap mami Adrian


mami bergegas menimbahkan bubur untuk suaminya dan ana sama halnya dengan mami mengambil bubur untuk papaknya .


dan untuk ana sendiri hanya ingin makan nasi goreng , iya tidak terbiasa makan roti, kalau bubur masih mending tapi jangan roti "ngak kenyang"


aku pikir hanya aku saja ternyata mami juga yah


" anak anak mana ?? tanya om Rion di selah makanya


" lagi di atas katanya sih nanti nyusul tadi" jawab mami


om Rion hanya Ber"oh"riah saja "


"bagaimana dengan tidurmu semalam ana " tanya om Rion padaku


" emm nyaman om " jawabku singkat


" syukurlah, om pikir kamu ngak nyaman apalagi kata papamu kamu baru pertama tidur di tempat lain" ucap om Rion


aku membalas dengan senyuman saja kulirik ayahku yang sedang menikmati makanannya.ternyata dia khawatir padaku yah.


" oh put besok kamu mau balik yah " tany om Rion kulirik ayahku lagi


"iya hari ini aku cuman mau antar ana ke sekolah barunya saja sekaligus berkasnya yang kemarin blom aku selesai urus di sekolah" jawab papaku, aku kembali melirik ayahku, berarti besok aku di tinggal sendirian di sini, apa aku mampu yah.


di tengah tengah pikiranku sedang kalut karena ditinggal sendirian tiba tiba terdengar suaran sapaan selamat pagi dari 4 orang pemuda salah satu dia antarnya yaitu laki laki bernama Gavin.


" pagi mom, papa,om ? ucap mereka serempak, dan itu mengaketkaku siapa sih yang tak kaget lagi asyik melamun tiba tiba kek begitu kaget lah.


"oh iya pagi ana " ? sapa kak Gavin padaku


"pagi kak " balasku sambil tersenyum.


begitupun dengan 3 orang lainnya itu


kini kami kembali fokus dengan makanan kami. tidak ada yang bersuara seperti tadi kini kami makan dengan tenang.


"nih tambah lagi telurny " ucap mami Adrian sambil mengambil telur dan meletakan di piringku.


kupandangi telur itu hah perut kamu masih sanggup masih ada telur yang harus kau habiskan sekarang.


...----------------...


cukup sampai sini hari ini.


insya Allah mungkin besok atau malam nnti ku up episode selanjutnya


karena memang ingin kuhabiskn ni cerita secepatnya,


dan mungkin saja akan and dengan cepat.


amin


salam manis " author "

__ADS_1


__ADS_2