Kisah Humaira

Kisah Humaira
Tidak akan pernah lupakan malam itu


__ADS_3

Setelah itu mereka semua berjalan menuju ruangan karaoke yang sebelumnya sudah di pesan salah satu ajudannya Pak Ridwan, ruangan karaoke VVIP yang sangat besar, sofa yang panjang, layar TV yang sangat besar, meja yang sangat besar, ada ruangan kecil khusus yang terlihat seperti meja makan tapi, entah itu ruangan apa, dan dua kamar mandi di dekat pintu masuk sebelah kanan dan kamar mandi paling pojok sebelah kiri.


Setelah beberapa saat kemudian masuklah lima wanita-wanita cantik keruangan itu. Mereka memakai baju sexy, memakai sepatu heels yang tinggi, make up yang sangat tebal, dan penampilan mereka sangat menggoda malam itu.


Dan salah satu wanita itu mengambil remote, memilih lagu untuk bernyanyi, dan wanita-wanita yang lainnya duduk disamping Pak Ridwan dan ajudan - ajudan lainnya, yaaa tentu saja mereka tidak akan duduk disamping Jhon karena ada Siska disamping Jhon. Saat itu hanya Siska satu-satunya wanita yang ikut dampingi Jhon, Pak Ridwan, dan para ajudan, yang lainnya wanita-wanita sexy penghibur malam itu. Siska saat itu memakai baju casual kaos merah, celana panjang, dan sepatu warna hitam dengan gaya tomboy nya. Jhon sangat menjaga Siska tidak pernah mengizinkan Siska memakai baju sexy, dan juga bukan gaya Siska menyukai baju sexy.


Mulailah wanita itu memilih lagu, pertama wanita itu yang bernyanyi, dan suaranya lumaya bagus.


Siska bertanya kepada Jhon sambil berbisik, karena suara musik pun sangat keras, jadi Siska harus berbisik ketika ingin bicara.


Siska “Abang Jhon…. Wanita-wanita itu tadi yang ada diruangan kaca itu?”


Jhon “iya, mereka itu para wanita pemandu karaoke, dan kita bisa pilih wanita mana yang akan menjadi pemandu karaoke.”


Siska “ohh…. Gitu yaaa.”


Siska dalam hati sangat sedih, karena sebelumnya Siska melihat wanita-wanita itu diruangan berkaca, Siska melihatnya saat itu sebagai wanita rasanya seperti tidak punya harga diri, seperti sebuah barang yang bisa dipilih dan dibayar dengan uang, rasanya seperti kehilanagan martabat sebagai wanita, Siska menjadi sangat benci dengan dunia yang fana ini, demi bertahan hidup, demi mencari uang mereka seperti barang bukan seperti manusia. Tapi, Siska tidak membenci wanita-wanita yang bekerja sebagai pemandu karaoke itu, Siska benci akan dunia yang tidak adil ini, Siska yakin mereka bekerja seperti itu mungkin, beberapa dari mereka punya tuntutan untuk menafkahi keluarganya.


Yaaaaa….. Memang sangat banyak pilihan pekerjaan lain yang lebih baik. Tapi, mereka mungkin terbatas dengan pendidikan mereka yang tidak sekolah, dan pekerjaan lain pun seperti menjadi pembantu rumah tangga mereka bisa saja bekerja itu, tapi, mungkin itu gajinya kecil yang tidak cukup menafkahi keluarga mereka, atau mereka dituntut dengan kehidupan dari keluarga mereka yang sedang sakit, yang mengharuskan segera di operasi dan butuh uang lebih banyak lagi. Kita tidak pernah tahu dibalik wajah tertawa mereka, dibalik kecantikan dengan baju sexy dan make up yang tebal itu. Bagi Siska semua manusia hidup dengan topeng.


Mereka semua semakin heboh menikmati musik dan bernyanyi, bergantian yang bernyanyi dan terkadang ada yang duet, dan sesekali Jhon bergantian bernyanyi, Jhon suaranya sangat bagus dan punya khas suaranya. Sedangkan Siska hanya menikmati mereka yang sedang asyik bernyanyi dan joget, karena Siska sama sekali tidak bisa nyanyi, kalau Siska nyanyi yang ada semua yang diruangan itu bisa pecah 😁. Siska sesekali sedikit joget mengikuti irama musik dan itupun Siska sambil malu-malu.


Tidak hanya bernyanyi, tapi mereka juga sambil joget-joget dan minum alkohol. Siska tidak minum, karena Jhon selalu menjaga Siska untuk tidak menyentuh alkohol sedikit pun. Satu-satunya yang tidak minum hanya Siska saat itu. Siska sosok yang sedikit pemalu dan selalu menjaga gerak-geriknya dihadapan orang yang tidak begitu dekat dengan Siska.


Walaupun sedikit pemalu tapi Siska sosok perempuan yang sangat hangat dan ramah, bisa dengan mudah mendekatkan diri dengan orang yang baru kenal, Siska selalu belajar menjadi orang yang bisa beradaptasi dengan kondisi apapun tapi tetap menjaga diri agar tidak terbawa arus.

__ADS_1


Ketika sedang ada kesempatan yang lainnya sedang asyik sendiri menikmati musik, bernyanyi, dan joget. Siska mendekat dengan salah satu dari wanita itu, yang sedang duduk di tengah sofa, wanita itu terlihat sudah setengah mabuk dan terlihat sangat letih, karena wanita itu telah joget dengan penuh semangat, Siska menghampirinya tersenyum dan sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dan memperkenalkan dirinya, Siska berbicara ditelinga wanita itu, karena musiknya sangat kencang sekali jadi Siska harus lebih mendekat ke telinga wanita itu.


Siska “Halo, aku Siska, kaka siapa namanya?”


Wanita itu menjawab “Hi!!! Aku Icha.”


Siska “Kaka cantik sekali, kaka asli orang mana?”


Icha “Terimakasih, kamu juga cantik say. Sebenarnya aku asli orang Bandung”


Siska “wow, jauh sekali kaka sampai merantau ke Kalimantan, kaka merantau ke Kalimantan sendirian?”


Icha “nggak say, aku bertiga sama teman aku, tapi hari ini mereka lagi libur. Kalau ka Siska tinggal dimana?”


Siska “oh…kalau aku tinggal nggak jauh dari sini ka.”


Siska “nggak ka, aku juga perantau, aku asli orang Jakarta, semangat menjalankan hidup sebagai perntau ya ka.” Siska sambil tersenyum dan memeluk wanita itu, dan wanita itu terlihat dari wajahnya sangat senang ketika Siska menyemangatinya dan menerima dengan senang pelukan hangat dari Siska.


Suasana diruangan itu semakin memanas, walaupun ruangan itu ber-AC dan menurut Siska AC itu sangat dingin, tapi ruangan itu terasa sangat memanas, dan mereka semakin mabuk karena banyak minum, dan akhirnya Siska pun ikut enjoy dan bersenenang-senang menikmati suasana disitu dengan kelima wanita itu, seperti sudah akrab lama, tapi tetap Siska dengan joget malu-malu dan Siska sesekali sambil mengamati suasana diruangan itu, Siska mengamati satu persatu semua orang yang didalam ruangan itu. Dan Jhon pun terlihat sudah mabuk, tapi Jhon masih bisa kontrol dirinya.


Sesekali wanita-wanita itu dipeluk dan dicium dengan para ajudan dan tentunya Boss kita Pak Ridwan, kecuali Jhon, karena para wanita itu tahu Jhon adalah milik Siska, mereka tidak berani menggoda Jhon.


Walaupun Siska ikut enjoy dan menikmatinya, tapi hati Siska tetap sedih ketika melihat para wanita itu dipeluk, dicium, dan Siska melihat para laki-laki tangannya yang nakal pegang-pegang buah dada para wanita itu. Siska sangat mengerti dibalik senyum dan tertawa para wanita itu pasti hati mereka sebenernya tidak mau diperlakukan seperti itu.


Ketika semua sudah mulai memanas dan semakin mabuk, Siska sambil joget-joget malu, pandangan Siska teralihkan dengan salah satu ajudan disitu yang menaruh sesuatu di minuman salah satu wanita itu, Siska menghampiri salah satu ajudan itu, dan menumpahkan minuman itu dan sambil berkata,

__ADS_1


Siska “kalau kamu berani niat usil ke mereka kamu berhadapan sama aku, aku akan terus mengawasi kamu.”


Jhon pun memperhatikan gerak-gerik Siska dan ajudan itu melirik ke arah Jhon, dan dari wajah Jhon memberi kode agar tidak mencari masalah dengan Siska.


Ajudan itupun mengurungkan niatnya, pergi ke sudut lain, dan kembali menikmati musik.


Walaupun Siska sosok wanita yang sedikit pemalu tapi Siska juga wanita yang sangat pemberani. Bagi Siska pekerjaan para wanita itu memang tidak dibenarkan, tapi kita tetap harus memanusiakan para wanita itu.


Akhirnya sampai jam 3 pagi mereka baru selesai bersenang-senang, lampu redup diruangan itu menjadi terang, dan musik diberhentikan sekejal menjadi suasana sunyi dan terlihat sekali wajah lelah semua orang dan mata mereka merah.


Setelah itu mereka sambil mengambil tas mereka dan barang-barang mereka bersiap untuk keluar dari ruangan karaoke itu.


Para wanita pun bersiap-siap pamitan dan tiba-tiba Icha mendekat ke Siska.


Icha “ka Siska aku pamitan dulu ya, makasih banyak malam ini.”


Siska “ohiya ka Icha, terimakasih juga ya.”


Icha “ohiya, aku boleh minta nomer telepon kamu?”


Siska “ohiya, boleh.”


Mereka pun saling bertukar nomer telepon.


Setelah berpesta ria, para wanita itu pun meninggalkan ruangan karaoke, dan yang lainnya ada yang pulang kerumah mereka masing-masing dan sebagian ada yang menyewa hotel.

__ADS_1


Siska, Jhon, Boss, dan beberapa ajudan mereka menyewa hotel yang sudah tersedia tempat itu.


__ADS_2