
SETELAH SELESAI BERPESTA RIA
Setelah selesai berpesta ria, Siska, Jhon, Pak Boss, dan beberapa ajudan menyewa kamar hotel. Mereka menyewa tiga kamar hotel, satu kamar untuk Pak Boss, kamar untuk Siska dan Jhon, dan kamar untuk para ajudan.
Kamar Siska dan Jhon terhubung dengan kamar Boss, dan kamar para ajudan ada didepan kamar Boss. Jhon adalah rekan bisnis Boss yang sangat disayangi Boss, Boss sudah anggap Jhon sebagai saudara dan begitupun Siska kena imbasnya disayang seperti adiknya Boss. Mereka menyewa kamar yang sangat mewah dan sangat besar.
Setelah semua lelah dari pesta bernyanyi, mereka semua masuk ke kamar masing-masing yang sudah disewakan. Begitupun Siska sangat lelah, walaupun bersenang-senang tapi rasanya sangat lelah, dan Siska langsung tertidur lelap dikasur, Jhon pun tertidur sangat lelap.
SIANG HARI
Siang haripun tiba, Siska dan Jhon terbangun siang itu, mereka memesan makanan karena Siska sangat kelaparan, Siska baru ingat Siska belum makan dari semalaman. Setelah makan siang, Siska dan Jhon mandi dan bersiap-siap kekamar sebelah untuk bertemu Boss.
Setelah selesai membersihkan diri, Jhon membuka pintu yang terhubung dikamar sebelah, dan saat Siska menuju kamar sebelah Siska terkejut karena ada dua wanita yang tidak Siska kenal didalam kamar bersama Boss dan sudah ada lima ajudan Boss sudah berkumpul disana.
Siska menyapa semua orang yang ada dikamar itu, begitupun Siska menyapa dua wanita itu dan berkenalan dengan mereka, para lelaki berkumpul dan sambil berbincang banyak hal. Dan Siska berkumpul dengan dua para wanita itu, karena kamar itu sangat besar, ada kamar utama, ruang tamu yang sangat besar, kamar mandi yang sangat besar, dan terhubung dengan kamar Siska dan Jhon, mungkin kamar itu masih muat untuk menampung lima orang lagi. Entah berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menyewa semua itu, karena semua itu sudah dibayar oleh asisten atau ajudan nya Boss yang dipercaya memegang uang Boss untuk membayar semua itu.
Siska mendekati kedua wanita yang tidak dikenal itu, mereka berdua sangat cantik, berkulit putih, dan masih sangat muda, dari wajahnya seumuran dengan Siska. Seperti biasa Siska selalu menyapa terlebih dahulu dengan senyuman hangatnya,
Siska “halo, aku Siska.”
Kedua wanita itu menyambut dengan senyuman manis dan bersalaman dengan Siska sambil menyebutkan namanya,
“Halo aku Rere,”
“Aku Marsha, atau boleh panggil Acha aja.”
Siska “kalian baru sampai disini?.”
Rere “udah dari subuh kami datang.”
Siska “oh aku baru tahu, soalnya langsung tidur.”
Siska dalan hatinya, berarti Boss ketika dikamar nggak sendirian, mereka menemani Boss dikamar ini. Lanjut Siska bertanya, seperti biasa basa-basi orang Indoensia ketika baru pertama bertemu kenal orang,
Siska “kalian asli orang mana?”
Marsha “kalau aku asli orang kandangan.” Daerah yang masih diwilayah Kalimantan.
Rere “kalau aku asli barabai ka, kaka asli orang mana, dari logatnya kaka bukan orang kalimantan ya?.”
Siska “iya aku asli Jakarta.”
Ketika sedang asyik ngobrol, ketika itu Siska melihat dua orang ajudan Boss sedang memegang sebuah botol mineral plastik diisi dengan setengah air putih, yang tutupnya diberi lubang dan ditaruh sedotan di lubang tutup botol itu, ada pipa kaca kecil disedotan itu, dan mereka seperti meminum dari sedotan itu sambil membakar pipa kaca itu dengan korek api gas, dan ketika mereka seperti meminum sedotan itu sambil dibakar dengan korek api gas, keluarlah asap dari mulutnya.
Dan yaaa…. Sepengetahuan Siska itu adalah narkoba, Siska terkejut!, Karena mereka adalah orang-orang yang punya jabatan, bahkan ajudan-ajudan Boss kebanyakan mereka adalah orang-orang penting buat negara. Kalau Jhon dan Boss itu udah hal biasa Siska lihat mereka memakai narkoba.
Semua orang menikmati itu semua, termasuk dua perempuan itu Rere dan Marsha, begitupun dengan Jhon, terkecuali Siska, walaupun Jhon selalu mengajak Siska kemanapun Jhon pergi, tapi Jhon tidak pernah membiarkan Siska mengikuti arus yang tidak baik.
Semenjak siang itu, sampai malam kegiatan mereka hanya berbincang, terkadang mereka mendengarkan lagu, dan mereka berpesta narkoba.
Disaat malam tiba, tepatnya setelah isya, mereka pergi untuk bertemu salah satu rekan bisnis, semua orang yang ada dikamar hotel itu ikut pergi mendampingi Boss menemui rekan bisnsinya, termasuk Rere dan Marsha. Jhon bilang pertemuan mereka hanya sebentar saja, dan kali ini Siska meminta kepada Jhon untuk tidak ikut karena masih sangat lelah dan memilih untuk beristirahat dikamar hotel.
Setelah semuanya pergi, tinggal Siska sendiri dikamar hotel yang sangat besar itu, ketika Siska ingin berjalan ke kamar sebelah, Siska melihat dikasur Boss ada tas Boss dikasur itu, dan isi dalam tas itu berserakan, penuh dengan uang lembaran dollar Singapore yang berserakan setengahnya keluar dari tas itu, dan ada sebuah kalung berlian diatas kasur itu. Mungkin, jika Siska mengambil sedikit saja dari uang dollar itu tidak akan terasa hilang karena saking banyaknya uang itu. Tapi, Siska malah ketakutan dan Siska berdoa dalam hatinya “ya Tuhan cobaan apa ini?, ya Tuhan selamatkanlah aku dari mencintai dunia lebih daripadaMu”
Lalu dengan cepat Siska menelepon Jhon untuk memberitahu Jhon tas Boss tertinggal dikamar hotel.
__ADS_1
Siska menelepon Jhon “hallo, abang, ini ada tas Boss ketinggalan diatas kasur.”
Jhon “ohiya say, nanti ajudannya Boss datang ya ambil tasnya.”
Siska “oke siap bang.”
Setelah itu 15 menit kemudia dua orang ajudan Boss datang, mengetuk pintu kamar hotel, dan dua ajudan itu datang juga bersama Rere dan Marsha.
Siska “bang, itu tasnya Boss diatas kasur masuk aja, saya nggak berani pegang.”
Dan kemudian mereka semua masuk kedalam kamar hotel, dan ternyata sesuai perintah Boss, Rere dan Marsha sengaja ikut berdama dua ajudan itu dan tinggal dihotel untuk menemani Siska.
Kemudian dua ajudan itu merapikan semua isi dalam tas itu yang berserakan dan segera membawa tas itu, dan mereka segera keluar dari kamar hotel itu dan menyusul Boss dan yang lainnya.
Sekarang, dikamar hotel itu ada Rere, Marsha, dan Siska, mereka berbincang-bincang soal kehidupan yang begitu pahit ini. Siska bertanya banyak hal kepada mereka berdua.
Siska “kalian masih punya orangtua?”
Rere dan Marsha “iya Alhamdulillah masih punya.”
Siska “kalian sudah kenal lama sama mereka?”
Rere “kalau aku sudah tiga kali bertemu Boss dan ajudan-ajudannya.”
Marsha “kalau aku baru pertama kali.”
Siska “kalian berdua punya kegitana apa saja?”
Rere dan Marsha “kita berdua lagi kuliah ka dikota ini.”
Rere “kalau aku jurusan ekonomi ka, semester 3
Marsha “kalau aku jurusan manajemen, semester 3 juga”
Siska “kalian sahabatan udah lama?”
Rere “nggak terlalu lama ka, semenjak dikampus aja, kita ketemu pas lagi nunggu pacar aku jemput aku, dan Marsha lagi nunggu temannya menjemput juga. akhirnya kita ngobrol dan tukeran **** hp, terus sampai sekarang jadi temen akrab, kita juga satu kamar kosan sekarang.”
Siska “wow, ternyata kalian wanita hebat yah, yang mementingkan pendidikan! Aku bangga sama kalian, semangat yah!”
Marsha “iya ka, kita kaya gini karena buat bayar kuliah dan kos-kosan, sebenernya keluarga kami tidak sanggup untuk biaya kuliah, tapi aku pengen hidup keluarga bisa lebih baik.”
Siska “it’s okay. Asal jangan kebablasan aja ya, tetap lebih pentingkan kuliah kalian. Semoga kalian kedepannya bisa jadi lebih baik yaaa. ohiya aku kekamar sebelah ya, pengen tidur sebentar, masih terasa capek banget.”
Rere dan Marsha “oka ka, makasih banyak ya ka, selamat istirahat.”
Lalu, setelah beberapa jam kemudian, Boss, Jhon, dan para ajudan Boss datang. Siska walaupun tidur tapi Siska masih bisa terdengar suara ketukan pintu dan ramai orang-orang berbicara, lalu Siska bangun dan kekamar sebelah kembali berkumpul dengan mereka.
Pukul sudah menunjukkan 12 malam, mereka kembali berpesta ria dengan narkoba dan berbincang-bincang, kebanyakan mereka berbincang soal bisnis dan terkadang sambil diselipkan cerita lucu.
Setelah itu ada kejadian aneh, saat itu Siska duduk tidak jauh dari kamar mandi, dan Boss berjalan menuju kamar mandi, dan setelah keluar dari kamar mandi Siska melihat muka Boss yang agak basa dengan air. Dan ternyata Boss bilang.
Boss “kiblat ke arah mana yah.”
Siksa melihat keatas langit kamat hotel yang biasanya ada petunjuk arah kiblat, dan Siska menjawab.
__ADS_1
Siska “oh itu Boss ke arah sana petunjuknya, sebentar ya Siska ambilkan sajadah dulu.”
Lalu Siska menuju lemari pakaian yang biasanaya dihotel menyimpan sajadah. Dan Siska menemukan sajadah dilemari itu, dan dengan cepat memberikan sajadah itu ke Boss.
Sejenak Siska kebingungan dalam hatinya, “Boss ini aneh, selama kenal dan ketemu Boss, kayanya saat waktunya sholat Boss nggak pernah terlihat sholat deh, kenapa sekarang tiba-tiba sholat, terlebih dalam keadaan memakai narkoba seperti itu.” Tapi dari itu semua Siska dapat pelajaran, bahwasannya manusia itu walaupun sibuk mencari kekayaan, kesenangan dunia, bahkan manusia itu bermaksiat, tapi manusia pada akhirnya akan tetap mengingat sang penciptaNya. Dan itu semua membuat Siska penasaran sama Boss.
Saat ada kesempatan, saat semua sedang asyik sendiri-sendiri dan asyik berbincang, Siska mendekati Boss yang sedang ada diruang tamu sendirian, Jhon tidak akan cemburu, karena Jhon tahu Boss pun menganggap Siska sudah seperti saudaranya. Siska mendekat ke Boss dan bertanya.
Siska “Abang, apa kabar?.” Siska terkadang memanggil Abang ke Boss jika sedang berbicara secara inten. Karena Siska pun sudah dianggap sebagai saudara sama Boss.
Boss “ya ampun Siska, kayanya dari kemarin kita sudah bertemu tapi kamu baru nyapa saya dan baru tanya kabar saya.”
Siska “hehehe maaf bang, belum ada kesempatan aja, dari kemarin kebanyakan orang, jadi saya nggak bisa punya kesempatan buat tanya kabar abang deh secara pribadi.”
Boss “Alhamdulillah, saya sehat, kamu sendiri gimana?”
Siska “Siska sehat bang, beneran sehat Abang? Katanya mau ke singapore ya mau berobat penyakit jantungnya Abang? Jangan kebanyakan minum ya bang, jaga kesehatan.”
Boss “ada ataupun tidak ada penyakit semua manusia pasti akan mati, nggak perlu khawatir dengan semuanya, semoga baik -baik saja apapun yang akan terjadi.”
Siska “Aamiin.”
Siska dalam hati tahu, sebenarnya Boss lagi sedih, dan Siska selalu mengerti, walaupun Boss punya segalanya, punya harta banyak, bisa bersenang-senang dengan cara bagaimanapun, punya istri dua, dan bisa menikahi wanita manapun, tapi Boss selalu merasa kesepian dalam dirinya. Entah Boss sedih kenapa saat itu, karena tidak seperti biasanya Boss sholat, dan Siska tidak berani bertanya samapai kesitu. Siska hanya bisa memberikan ucapan yang sedikit membuat Boss merasa dipedulikan, karena selama ini Siska juga tahu Boss sangat berperan penting juga dalam kehidupan Jhon.
Boss “Jhon beruntung yah punya kamu, kamu masih muda, cantik, tapi kamu sudah punya sifat keibuan, kamu juga punya sifat santun sekali, dan selalu peduli sama orang sekitar.”
Siska “Abang bisa aja, kayanya banyak deh bang wanita yang lebih dari saya, saya nggak baik seperti yang abang lihat ko.”
Boss “Saya lihat kamu waktu malam kemarin ditempat karaoke, kamu menegur ajudan yang mau iseng ke wanita pemandu karaoke itu, kamu hebat kondisi seperti itu kamu berani berbuat itu untuk menjaga wanita-wanita itu. Padahal kamu tahu pekerjaan mereka itu sudah resiko mereka.”
Siska “Ya ampun, maaf ya Boss kalau saya salah.”
Boss “kamu nggak salah Siska, perbuatan kamu itu perbuatan mulia, walaupun pekerjaan mereka sudah resikonya seperti itu, tapi tidak seharusnya di isengin kaya gitu, emang kurang ajar aja itu ajudan saya. saya yang minta maaf atas perbuatan ajudan saya itu.”
Siska “eh, jangan abang yang minta maaf, ajudan abang aja tuh yang harusnya minta maaf ke mereka, hehehe”
Boss “Saya hajar dulu deh mereka biar minta maaf.”
Siska “hehehe abang bisa aja, ohiya udah pada makan malam belum bang?”
Boss “tadi kayanya mereka cuma minum aja, nggak ada yang makan.”
Siska “yaudah Siska minta bang Jhon beli makanan dulu ya buat semuanya. Harus makan setidaknya beberapa suap ya bang.”
Siska tahu, kalau lagi keadaan pakai narkoba mereka pasti tidak merasa lapar, tapi Siska inisiatif harus tetap makan seikit setidaknya walaupun tidak merasa lapar. Dan Siska segera menuju ke Jhon untuk meminta Jhon beli makanan untuk semuanya.
Siska “abang Jhon, kalian belum pada makan yah.”
Jhon “iyaa, kamu juga belum makan malam yah, yaudah aku beli deh, kamu ikut yah sama aku.”
Siska “oh iya bang, okay, aku siap-siap dulu ya.”
Setelah selesai Siska siap-siap, Jhon dan Siska keluar dari kamar hotel, dan mencari makanan keluar dari kawasan hotel itu menuju sebuah warung makan pecel ayam, karena jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. jadi, hanya ada warung pecel ayam yang masih buka.
Kemudian Siska dan Jhon kembali ke hotel, dan memberikan makanan untuk semuanya yang ada disitu.
__ADS_1
Siska memang sosok yang sangat peduli terhadap situasi dan Siska memaksa semua orang disitu untuk makan setidaknya beberapa suap agar tidak ada yang sakit karena magh.