
Judi online
Hari-hari Siska saat itu awalnya sangat bahagia, tapi, memasuki tahun kedua bersama Jhonny, ternyata kehidupan tidak semudah itu. Selama kita masih hidup didunia, pasti selalu saja ada permasalahan dikehidupan ini. Semua manusia hidup dengan topeng, kita semua tidak pernah ada yang tahu apa yang ada dibalik topeng itu. Kita tidak akan pernah bisa mengerti dan mengenal manusia yang sebenarnya itu seperti apa, bahkan terkadang kita tidak bisa mengenal diri kita sendiri, karena manusia sewaktu-waktu bisa saja berubah.
Saat itu pagi hari sekitar jam 7 pagi, Siska baru saja pulang dari pasar dengan Mega, dan supirnya. Siska meminta Mega untuk masak membuat sarapan pagi, dan Siska membuat teh hangat unuk Jhonny. Seperti biasa ketika pagi hari Jhonny meminta Siska untuk membuatkan teh hangat untuknya. Lalu Siska menuju kamar utama dan memberikan secangkir teh hangat kepada Jhonny, seperti biasa Jhonny sedang berada dimeja komputer, Jhonny sedang bermain judi online. Sudah 2 hari Jhonny tidak tidur, seperti biasa Jhonny memakai narkoba, yang membuatnya tidak tidur sampai 3 hari, dan Jhonny membuat Jhonny tidak nafsu makan.
Siska sudah tahu dari awal bertemu Jhonny, kalau Jhonny sudah kecanduan narkoba, tapi saat itu Siska sangat mencintai Jhonny dan menerima Jhonny apapun keadaan Jhonny. Tapi, Siska baru tahu ketika Siska tinggal bersama Jhonny, kalau Jhonny juga pecandu judi.
Siska bukan tipe wanita yang suka melarang laki-laki, Siska dengan lembut selalu hanya meberikan masukan kepadanya, mau sampai kapan merusak badan seperti itu, dan mau sampai kapan berjudi. Tapi, selama Siska mendapatkan perilaku baik dari Jhonny Siska tidak terlalu ambil pusing persoalan itu.
Tapi, ternyata sebagai pecandu narkoba, kebanyakan mereka terkadang berperilaku kasar, berperilaku aneh, terkadang mereka berperilaku tidak seperti biasanya, tanpa mereka sadari.
Ketika itu Jhonny sudah dua hari hanya didepan meja komputer bermin judi online, saat itu Siska selalu diminta menemaninya disamping Jhonny, Siska mengambil kursi sambil nonton youtube dengan hpnya, dan sesekali ngobrol dengan Jhonny. Saat itu Siska hanya menemaninya dan tidak mau tahu menau tentang judi.
Sarapan sudah siap dihidangkan oleh Mega, dan Siska meminta Jhonny untuk segera ke ruang makan untuk sarapan, dan istirahat dulu bermain judinya. Dan Jhonny segera mengikuti permintaan Siska dan beranjak ke meja makan bersama Siska.
Ketika dimeja makan, kita berdua sarapan meinikmati hidangan tersebut, masakan Mega memang sangat lezat, ketika makan Jhonny meminta Siska untuk memimpin doa sebelum makan, dan Jhonny selalu mengajarkan Siska etika ketika makan untuk tidak pegang HP. Walaupun Jhonny pecandu narkoba dan pecandu judi, tapi Jhonny juga mengajarkan banyak hal kebaikan kepada Siska. Setelah selesai makan, Jhonny pun kembali ke meja komputer yang berada dikamar utama, dan Siska pun kembali duduk menemani Jhonny di samping Jhonny, sesekali Siska ke kasur karena lelah. Walaupun Jhonny laki-laki yang tegas, tapi Jhonny juga terkadang manja sama Siska, ia tidak ingin berjauhan sama Siska, Jhonny selalu meminta Siska berada disampingnya.
Tidak terasa tengah malam pun tiba, karena Siska lelah duduk dikursi dan sangat mengantuk, Siskapun inisiatif menggelar kasur kecil disamping kursi Jhonny, dan Siska tertidur sampai pagi. Setelah Siska bangun pagi hari, tiba-tiba Siska melihat wajah Jhonny yang terlihat lelah dan wajah kecewa, dan tiba-tiba Jhonny mengatakan hal yang tidak Siska mengerti.
Jhonny “gara-gara kamu sih ketiduran, nggak nemenin aku, jadi kalah.”
Siska yang baru saja bangun, tiba-tiba bingung dengan perkataan Jhonny, dalam hati Siska apa salah Siska, apa yang telah Siska perbuat.
Siska menjawab “lhooo bang, ada apa? Aku baru bangun, apa salah aku?”
Jhonny “ini semua salah kamu, aku kalah main judi, itu semua karena kamu ketiduran.”
Siska “lhooo aku ini manusia bang butuh tidur, dan apa hubungannya kekalahan judi dengan aku tertidur? Abang pun harusnya butuh tidur.”
Jhonny “diam kamu, aku habiskan semua tabungan untuk judi.”
Siska “terserah abang, semua memang uang abang, jadi terserah abang mau diapakan semua uang, apa guna nya abang kasih banyak-banyak kartu ATM ke aku, apa guna nya aku disuruh mengatur keuangan.” Jawab Siska sambil mengambil semua kartu ATM dari dompet Siska dan memberikan semua kartu ATM ke Jhonny.
Siska “ini, silahkan ambil abang semuanya, silahkan habiskan semuanya untuk judi.” Sambil menaruh semua kartu ATM nya dimeja konputer dihadapan Jhonny.
Tapi Jhonny tidak mengambilnya, ia malah melempar semua kartu ATM itu ke Siska, dan Siska mengambil gunting, lalu menggunting semua kartu ATM itu dihadapan Jhonny sambil menangis, lalu pergi ke kamar sebelah dan meninggalkan Jhonny yang masih duduk dimeja komputer.
Dikamar sebelah, Siska menangis tersedu-sedu, sambil mengadu kepada Tuhan, yang saat itu Siska seorang Nasrani. Siska memendam perasaan sedih itu hanya sendirian, Sika mengadu kepada Tuhan,
“Ya Tuhan, ampunilah segala dosaku, dan segala dosa Jhonny, kuatkanlah aku menahan rasa sedih dan rasa sakit ini, kasihilah kami yang penuh dosa ini, sadarkanlah Jhonny atas apa yang Jhonny perbuat.”
Sampai siang hari lamanya Siska berada dikamar sebelah dan tertidur sampai sore hari. Ketika Siska bangun, perasaan Siska sudah agak membaik, dan agak tenang. Siska saat itu mengalah, Siska ingat akan Firman Tuhan yang harus tetap mengasihi walaupun kepada musuh, sedangkan Jhonny pun bukanlah musuhnya, jadi Siska dengan hati lembut Siska inisiatif mengambil makanan untuk Jhonny dan menuju kekamar utama menghampiri Jhonny,
Siska “abang belun makan yah dari pagi?, aku minta maaf ya aku banyak salah. Ini makanan untuk abang, mau aku suapin kah bang?.”
__ADS_1
Siska langsung menyuapi Jhonny tanpa menunggu kalimat sepatah katapun dari Jhonny, dan Jhonny pun menyambut suapan Siska dengan hangat. Walaupun Jhonny terkadang aneh, kadang marah yang tidak jelas, tapi Jhonny juga bisa cepat meredakan emosinya.
Seketika Siska dan Jhonny melupakan pertengkaran yang sudah terjadi, dan kembali hangat seperti biasa, berbincang, dan bercanda seperti biasa.
Walaupun terkadang Jhonny suka tiba-tiba aneh, tapi Siska selalu mencintai Jhonny, karena walaupun terkadang sikap Jhonny seperti itu, tapi Jhonny terkadang sangat manis, selama bersama Jhonny, Siska terkadang dapat perlakuan manis dari Jhonny, terkadang Siska manja ingin kekamar mandi minta digendong sama Jhonny, atau hanya sekedar ingin kedapur Siska minta digendong, dan Jhonny dengan senang hati menuruti permintaan Siska.
Jhonny pun sebaliknya saat manja sama Siska, Jhonny selalu meminta Siska menyiapkan bajunya, dan Siska dengan senang hati melayani Jhonny, bahkan terkadang Siska memakaikan baju Jhonny seperti layaknya bayi besar.
Semua berlalu, tapi selalu saja ada masalah
Saat itu, anak Jhonny datang kerumah, meminta izin untuk memakai mobil digarasi, Jhosua pasti kalau datang kerumah hanya sebentar saja, karena keperluan ingin memakai mobil dan keperluan sekedar meminta uang, tidak pernah sehari pun menginap dirumah. Saat itu Siska berinisiatif kenapa tidak kasih saja mobil satu untuk dipakai Jhosua sehari-hari, ketika Jhosua pergi, Siska berkata kepada Jhonny,
Siska “abang, kenapa tidak kasih aja Jhosua mobil untuk dipakai sehari-hari, Jhosua juga kan sudah besar.”
Jhonny “nggak, nanti malah dipakai ibunya lagi.”
Siska “ya nggak apa-apa, emang kenapa?”
Jhonny “nanti malah dikuasai ibunya!.” Tegas Jhonny
Siska “maksudnya dikuasai gimana? Kan surat-surat mobil juga sama abang, nggak mungkin diambil mobilnya.”
Jhonny “tetap nggak!!!!” Tegas lagi Jhonny sambil nada agak keras
Karena Siska takut Jhonny malah marah, jadi Siska sudahi percakapannya.
Setelah itu malam tiba, dan biasanya Jhosua akan pulang dan mengantar mobil paling malam jam 1 malam. Tapi, kali ini Jhosua tidak juga kunjung datang, akhirnya Siska pun tertidur, dan Jhonny pun bisa tertidur setelah 3 hari belum tidur.
Pagi pun tiba, seperti biasa Siska sibuk membuat teh hangat untuk Jhonny, tapi tiba-tiba Jhonny hendak keluar rumah sambil muka seperti sedang emosi.
Tanya Siska “abang, mau kemana pagi-pagi.”
Jhonny “mau kerumah ibunya Jhosua.”
Siska “mau ngapain?.”
Jhonny “mau ambil mobil.”
Siska “lhooo, nggak tlp Jhosua aja suruh antar mobilnya kesini.”
Jhonny “sudah, tapi nggak diangkat.”
Siska “mungkin masih tidur bang.”
Jhonny “udah, kamu tunggu aja dirumah!!!” Sambil nada emosi
__ADS_1
Siska pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menghentingkan niat Jhonny dan Siska sangat bingung dengan perilaku Jhonny, kenapa tiba-tiba seperti emosi gitu. Siska melarang Jhonny untuk pergi kerumah ibunya anak-anak bukan karena cemburu, tapi Siska takut sesuatu terjadi karena Jhonny terlihat seperti emosi.
Siska menunggu Jhonny dengan cemas, entah apa yang sedang dilakukan Jhonny disana, sekitar 2 jam Siska menunggu, siska tlp Jhonny,
Percakapan ditelepon….
Tiiitttt….tiiiittt….tiiitttt
Siska “hallo, abang sebenernya ngapain?.”
Jhonny “ini aku lagi bongkar kaca mobil.”
Siska “lhooo kenapa?”
Jhonny “nanti dirumah aku ceritain.”
Segera Jhonny menutup teleponnya.
Setelah hampir 4 jam, Jhonny datang bersama pak supir, terdengar dua mobil masuk ke garasi.
Siska tidak langsung keluar, Siska menunggu Jhonny diruang tamu, lalu Jhonny pun menuju ruang tamu, dan masuk ke pintu utama yang tidak dikunci.
Siska memulai percakapan,
Siska “ada apa sebenarnya bang.”
Jhonny “aku berusaha untuk mengambil mobil.”
Siska “kenapa harus membuka paksa jendela mobil?.”
Jhonny “katena aku ketuk pintu, tapi tidak ada yang membukakan pintu.”
Siska “Jhosuanya kemana?.”
Jhonny “ada, tapi nggak keluar-keluar.”
Siska dalam hati, mungkin Jhosua tidak keluar karena takut, Jhonny sudah emosi seperti itu, tapi Siska tidak mengutarakannya kepada Jhonny, karena takut terjadi perdebatan dengan Jhonny.
Siska bertanya lagi “terus akhirnya gimana?.”
Jhonny “akhirnya setelah aku lagi paksa buka jendela mobil, Jhosua keluar dan kasih kunci mobil.”
Siska “ya ampun, kenapa nggak sabar aja, udah capek-capek berusaha buka paksa jendela mobil, akhirnya dikasih juga kan kunci mobilnya sama Jhosua. Lagian mobil cuma menginap satu hari aja disana, kenapa sampai begini bang.”
Jhonny “sudah nggak usah dibahas lagi, aku mau mandi dulu, gerah banget.”
__ADS_1
Saat itu, penuh sekali pertanyaan dalam kepala Siska, sebenarnya apa yang terjadi, tapi lagi dan lagi, Siska tidak mau terlalu dalam mencampuri masalah antara Jhonny dan ibunya anak-anak.