
Susah beradaptasi dengan Maria!!!!!
Selama Siska tinggal bersama Jhonny, Siska selalu mencari kegiatan yang bisa mengisi waktu luang. Karena saat itu umur Siska pun masih sangat muda, Siska masih mencari jati dirinya, apa hobby yang tepat untuk dirinya, masih menggali dirinya kemampuan apa yang ia bisa lakukan, dan masih belum tahu rencana kedepan untuk dirinya.
Maria, adik iparnya Jhonny adalah seorang ibu rumah tangga yang sekaligus sebagai instruktur senan aerobik dan zumba disebuah club senam di kota itu. Karena Siska tidak punya kegiatan, Siska ikut bersama Maria ketika jadwalnya akan memimpin sebagai instruktur senam di club senamnya. Biasanya jadwalnya seminggu sekali, dan bisa bebas memilih hari dan juga jam nya. Siska biasanya tidak menentu hari dan jam nya, tapi paling sering hari rabu dan sabtu, terkadang pagi hari ataupun sore hari.
Awalnya Siska dan Maria sangat kompak. Siska seperti mempunyai kaka perempuan, layaknya seperti saudara, jika Siska membutuhkan sesuatu, Maria dengan senang hati akan membantu, begitupun sebaliknya, Siska akan membantu Maria jika Maria membutuhkan pertolongan. Biasanya Siska akan membantu Maria masak ketika ada acara Ibadah gereja dirumah, yang biasanya mendapatkan giliran setiap beberapa bulan sekali untuk beribadah di rumah anggota gereja. Siska dan Maria satu gereja, mereka pun terkadang pergi ke gereja bersama-sama.
Tapi, suatu hari ada konflik diantara mereka, saat itu Maria mempunyai masalah, karena Maria pernah mengalami kecelakaan motor dan menabrak seorang laki-laki, yang membuat Maria bermasalah dengan polisi saat itu, Jhonny saat itu berniat untuk membantu Maria agar masalahnya dengan polisi cepat selesai. Tapi, saat itu polisi minta bayaran agar semua masalah selesai, entah sebenarnya Siska tidak mengerti bagaimana prosedur semua itu, karena Jhonny dan Maria yang mengurus semua itu, entah Jhonny punya salah apa saat itu, tapi semenjak kejadian niat Jhonny menolong itu, tiba-tiba Maria bersikap beda kepada Siska, saat tidak sengaja bertemu Maria diwarung yang menjual sayur, Maria pasang muka jutek dan seperti tidak suka dengan kedatangan Siska, niat Siska ingin menyapa Maria pun memudar seketika. Dalam hati Siska, entah Siska punya salah apa, dan apa yang terjadi sebenarnya. Ketika pulang kerumah dari warung sayur Siska langsung bertanya kepada Jhonny,
Siska “abang, tadi aku bertemu mba Maria diwarung sayur, tapi mukanya jutek banget, dan sama sekali nggak nyapa aku, kenapa yah bang? Aku salah apa?”
Jhonny “mungkin aku yang punya salah kemarin ngebabantu dia, jadi imbasnya ke kamu. Udah nggak perlu dipikirin.”
Siska “nggak mau mikirin, tapi kan nggak enak juga bang, nanti kalau ada acara keluarga gimana, kan nggak enak kalau seperti musuhan gitu.”
Jhonny “yaudah cuekin aja, anggap aja mereka nggak ada.”
Dalam hati Siska, mau bagaimana lagi, Siskapun saat itu masih sangat muda, dan tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan masalah seperti itu, jadi Siska memilih untuk diam saja dan mengikuti alur hidup yang terus berjalan ini.
Karena Masa lalu
__ADS_1
Saat itu 4 tahun Siska sudah bersama Jhonny tanpa status. Umur Siska sudah 21 tahun. Ketika itu Siska sangat bahagia sekali karena baru saja dibelikan laptop baru sama Jhonny, Jhonny laki-laki yang penuh kejutan, ia selalu memberikan sesuatu yang Siska suka dan Siska butuhkan tanpa diminta. Bahkan Jhonny sudah membelikan Siska sebuah rumah sederhana atas nama Siska, padahal Siska tidak pernah menuntut apapun kepada Jhonny.
Ketika itu Siska lagi buka Facebook, tapi jam sudah menujukkan pukul 9 pagi, waktunya anak-anak anjing makan pagi, saat itu Siska hendak memberitahu Mega untuk mengingatkan waktunya anjing-anjing sarapan pagi, setelah Siska sudah memberitahu ke Mega, Siska kembali lagi kekamar utama, karena kamar utama tadi pintunya tidak ditutup, Siska berjalan menuju kamar dengan pelan sehingga tidak menimbulkan suara kedatangan Siska. Saat itu laptop masih menyalah dan berada dikasur, tak disangka ketika Siska melangkah masuk kamar, Siska melihat Jhonny sedang memegang laptop Siska dan posisi Jhonny membelakangi pintu kamar, sehingga membuat Siska bisa melhat dari posisi belakang. Dan ternyata Jhonny saat itu sedang membuka foto mantan istrinya, ibunya anak-anak, dan sedang dipandang oleh Jhonny foto itu, sebenarnya saat itu Siska tidak terlalu cemburu, karena Siska pikir wajar saja, mereka juga pernah bersama dalam waktu yang lama.
Siska menghampiri Jhonny sambil berkata “ciyeee abang lihatin foto mba Ria.”
Jhonny “apa-apaan sih kamu.” Sambil nada keras
Siska “lhooo aku gpp ko, cuma ciyee doang, tapi it’s okay.”
Tapi…. Jhonny malah membanting laptop itu sampai hancur berkeping-keping,
Jhonny “kamu tuh nggak pernah menghargai aku,” sambil membanting semua barang-barang yang ada dikamar, dan juga membanting HP Siska.
Saat itu Siska tidak mengerti, seharusnya yang marah adalah Siska, dan mengapa Jhonny bilang Siska tidak menghargai Jhonny, apa yang telah salah dengan Siska. Saat itu Siska hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Jhonny belum puas dengan amarahnya, ia pun membanting TV yang ada dikamar, dan membanting gelas. Suasana kamar sangat kacau dengan barang-barang yang sudah dihancurkan, dan banyak sekali pecahan beling dilantai, sehingga saat Siska beranjak pergi ingin kekamar sebelah, kaki Siska terkena pecahan beling, membuat Siska terluka dan berdarah. Tapi, Jhonny tidak pedulikan kaki Siska yang berdarah itu, Jhonny hanya diam saja, Jhonny menuju meja komputer dan malah membuka situs judi online.
Siska pun beranjak pergi kekamar sebelah sambil kesakitan kakinya berdarah terkena pecahan beling, ia pergi sambil menangis tersedu-sedu. Saat itu, sudah puncaknya Siska sangat sakit sekali hatinya, karena Jhonny sering sekali marah tidak jelas, marah yang bukan kesalahan Siska. Siskapun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Dikamar sebelah, Siska mencabut pecahan beling yang ada dikakinya, tapi Siska tidak mengobati lukanya, saat itu Mega yang mendengar pertengkaran Siska dan Jhonny pun hanya bisa diam saja, tidak berani ikut campur dengan pertengkaran mereka.
__ADS_1
Dikamar sebelah, Siska hanya bisa menangis dan merenungi pertengkarang yang terjadi, sampai Siska tertidur. Malam pun tiba, Siska tidak juga keluar dari kamar, tiba-tiba Mega mengetuk pintu kamar.
Mega mengetuk kamar dan memanggil Siska dari balik pintu “mba!!! Buka mba!!! Dari pagi belum makan, ini udah malam, mba nggak lapar?.”
Siska membuka sedikit pintunya “aku nggak lapar mba, aku minta air minum aja yah, tolong bawakan aku air minum dibotol besar.”
Mega “baik, mba.” Mega segera mengambilkan air minum untuk Siska dan memberikannya kepada Siska.
Setelah kejadian itu, Siska dan Jhonny pisah kamar. Mereka tinggal ditempat yang sama tapi seperti punya kehidupan masing-masing, mereka tidak saling sapa, bahkan mereka tidak bertatap muka, Siska pun sampai jarang makan. Sampai dua minggu lamanya mereka pisah kamar. Siska sudah capek mengalah dan selalu meminta maaf duluan, kali ini Siska mempunyai ego tidak akan meminta maaf duluan.
BAB IV
Pertemuan dengan Zein
Selama pisah kamar, Siska asyik dengan HP nya, Siska punya 2 HP, HP Siska yang satu lagi sudah hancur lebur karena pertengkaran itu. Beruntung HP satu lagi terselamatkan. Ketika itu Siska sedang asyik dengan aplikasi Live Streaming. Siska bisa mempunyai teman baru dari aplikasi Live Streaming, Siska merasa punya banyak teman, dan punya teman untuk berbagi cerita. Pertemanan Siska tidak hanya di aplikasi Live Streaming tersebut, tapi Siska juga bertukar nomer HP.
Ketika itu, Siska berkenalan dengan salah satu host di aplikasi Live Streaming tersebut, ia bernama Zein, Zein laki-laki yang berumur 38 tahun saat itu, wajahnya sangat jelas Zein keturunan arab, yang sejak lahir sudah ada di Indonesia, bahkan orang tuanya pun sudah lama di Indonesia. Saat itu Zein sudah memiliki istri. Tapi, walaupun Zein sudah berumur 38 tahun, pernikahan Zein dengan istrinya baru satu tahun pernikahan, Zein mengaku dengan Siska sudah 14 kali menikah dan bercerai. Sebenarnya terdengar tidak normal, karena menikah sudah 14 kali. Tapi Zein meyakinkan Siska, daripada dia berzinah lebih baik dia menikah banyak dan bercerai banyak.
Ketika itu, Siska sangat asyik ngobrol dengan Zein. Zein sosok pendengar yang baik, dia selalu mendengarkan keluh kesah hidup Siska. Semua itu membuat Siska merasa nyaman dan merasa ada sosok laki-laki yang peduli dengan keadaan Siska.
Zein mendengar kisah hidup Siska sangat prihatin, dan Zein memberikan saran kepada Siska untuk pergi dari zona kehidupan itu, karena tidak baik untuk mental Siska. Seketika Siska merenungi saran dari Zein. Sudah dua minggu lamanya Siska tidak tegur sapa dengan Jhonny, dan Siska pun selalu menghabiskan waktunya hanya didalam kamar dan hanya asyik berbincang dengan teman-temannya diaplikasi Live Streaming.
__ADS_1