Kisah Humaira

Kisah Humaira
Hanyut dalam dosa


__ADS_3

Hanyut semakin dalam!!!!


Zein semakin bersemangat, Siska hanya mengimbangi situasi saat itu, dan tiba-tiba Zein menarik tangan Siska menuju tempat tidur. Siska pun mengikuti langkah Zein, didalam hati Siska sudah bisa menebak apa yang diinginkan Zein.


Wajah Zein mendekat ke wajah Siska, dan bibir zein pun mendarat dibibir Siska, saat itu Siska yang sudah memang mulai mempunyai perasaan suka dengan Zein, Siska pun tidak menolak bibir Zein. Siska sudah dari awal memang sudah merasa nyaman dengan Zein. Dan kemudian mereka berciuman dengan sangat mesra, merekapun saling membalas ciuman satu sama lain, berlanjut dengan tangan Zein yang perlahan menyentuh buah dada Siska dari luar dan kemudian menyentuh bagian buah dada dari dalam. Zein melepaskan bajunya dan juga dengan perlahan melepaskan baju Siska, mereka semakin memanas, ruangan itu ber-AC yang suhunya sangat dingin, tapi bagi mereka malam itu sangat panas sekali, pada akhirnya mereka berdua sudah tidak memakai baju sama sekali, dan tangan Zein pun mulai menyentuh kebawah, adegan panas mereka terhenti sejenak ketika Zein berkata,


Zein “boleh nggak aku masukin?.”


Siska menggelengkan kepala yang artinya Siksa tidak mengizinkan,


Tapi, mengapa Siska merasa Zein ini sangat baik sekali, karena masih sangat sopan bertanya seperti itu, yang membuat Siska luluh dan sangat penasaran dengan Zein, yang pada akhirnya Siska mengizinkan Zein untuk menyetubuhi Siska seluruhnya.


Selesai mereka bermesraan panas Siksa mulai membuka percakapan,


Siska “habibi, jadi, kamu sudah punya istri?.”


Zein “iya, aku sudah punya istri, kami baru nikah satu tahun. Dan dari awal sebelum menikah kami punya perjanjian kalau aku akan poligami, dan istriku menyetujui itu, barulah akhirnya kami menikah dengan perjanjan dari awal itu, kamu mau nggak jadi istri kedua aku?.”


Siska saat itu sangat terkejut dengan pertanyaan Zein, karena sebenarnya Siska tidak ada kepikiran ingin dinikahi Zein, apalagi Siska tahu Zein sudah punya istri, Siska saat itu hanya terdiam saja, tidak menjawab sedikitpun. Memang Siska sudah punya perasaan suka dan nyaman saat itu dengan Zein, tapi hanya sekedar suka, belum ada perasaan cinta apalagi rasa ingin memiliki. Dan terlebih Siska baru saja pergi dari kehidupan Jhonny, masih ada perasaan kecewa terhadap laki-laki, Siska hanya ingin menjalankan hidup sebagai wanita single pada umumnya, Siska ingin istirahat dengan sebuah hubungan, dan mau fokus cari kerja dan berkarir.


Tapi, hidup didunia ini begitu pahit, Siska pada dasarnya adalah wanita yang sangat baik, dia tidak mau hidup dalam kegelapan, apalagi sampai nantinya masuk kedalam pergaulan yang salah. Siska berpikir jika dia menikah dengan Zein akan ada laki-laki yang menjaga Siska, melindungi Siska dari pergaulan bebas.


Setelah malam itu, tidak lama mereka tertidur dan mereka pun terbangun disiang hari, Zein mengajak Siska ke area food court, disana merekapun bertemu dengan teman-teman dari aplikasi Live Streaming yang masih bermalam di Apartemen tersebut.


Siska dan Zein segera mencari tempat duduk di area food court tersebut, tidak jauh dari teman-teman yang lainnya. Disanalah awal Siska bisa mengenal lebih dekat satu sama lain dengan teman-teman lainnya. Dan ternyata Siska baru tahu, di Apartemen itu memang sudah menjadi basecamp mereka berkumpul. Sebelumnya sering sekali mereka bertemu di Apartemen tersebut.


Saat itu, Siska berkenalan dengan wanita cantik bernama Amira, ia adalah wanita yang masih sangat muda beda satu tahun dibawah Siska, umurnya 20 tahun, kulitnya kuning langsat, tinggi sekitar 160 cm, wajahnya seperti campuran arab sedikit, saat itu Amira bersama dengan anak laki-laki yang masih umur 4 tahun, tidak disangka anak laki-laki itu adalah anaknya Amira. Saat itu Siska terheran, Siksa berpikir berarti dia hamil dari sebelum dia lulus SMA, Siska mengira hamil sejak dini itu masih banyak di desa-desa, atau di kota-kota kecil saja, ternyata di Kota besar seperti ini masih ada yang hamil sejak dini. Anak laki-laki itu mereka panggil Al. Mereka lah yang akan menjadi teman Siska setiap Siska datang ke Apartemen.


Suatu ketika pagi hari Siska sedang berada di food court membeli makanan untuk sarapan pagi, tadinya Siska berniat akan sarapan didalam kamar, tapi Siska melihat di ujung pojok tempat duduk di Food court Siska melihat Amira sedang sarapan duduk sendirian. Siska menghampiri Amira dan menyala Amira,


Siska “Selamat pagi Amira, Al kemana ko sarapan sendirian?.”


Amira “Al masih tidur ka, Abah kemana ka.” (Abah adalah panggilan mereka kepada Zein)


Siska “Sama tuh, Abah juga masih tidur, yaudah aku temenin sarapan ya.”

__ADS_1


Lalu Siska segera pesan makanan, Siska menuju tempat makan langganannya kita panggilnya Teteh Reni.


Siska “Selamat pagi Teh Reni, saya pesan nasi setengah, sayur sop, dan ayam goreng yaa, jangan lupa sambalnya.”


Teh Reni “siap kaa Siska, minumnya apa ka?.”


Siska “Air putih biasa aja yaa.”


Teh Reni “oke!!! Segera saya buatkan.”


Siska “Terimakasih Teteh yang baik.”


Teh Reni “sama-sama Ka Siska.”


Siskapun kembali duduk bersama Amira. Sambil menunggu makanan, Siska pun memulai obrolan dengan Amira.


Siska “Amira sudah berapa lama tinggal disini?.”


Amira “hhhmmm…. Kira-kira udah satu tahun disini ka, aku seneng deh ada kaka disini, jadi punya temen baru.”


Amira “kaka sama Abah sudah lama?.”


Siska “belum lama.” Siska sambil cari ide untuk mengalihkan pembicaraan, karena Siska sangat takut mereka tahu kalau Siska sama Zein belum ada ikatan pernikahan, itu artinya kita berdua dikamar kumpul kebo, karena Zein dikenal sosok laki-laki yang paham aturan agama.


Siska “oh iya, by the way aku belum lihat suami kamu, jarang keluar kamar ya?.”


Amira “Mmmmm….. Suami aku nggak ada disni ka, dia….Mmmmm…. Lagi di penjara udah 6 bulan.”


Siska “Upsss…. Ya Ampun Amiraa, aku minta maaf aku nggak tahu, maaf banget yaa.”


Amira “Gpp ka, kaka kan nggak tahu, lagi pula aku berusaha nggak sedih ko, menikmati hidup aja.”


Siska “Yang sabar yaah sayang, kamu pasti kuat ko.”


Amira “Iya ka terimakasih banyak.”

__ADS_1


Siska “boleh kaka tahu kenapa? Atau Amira ada yang mau diluapkan, kaka siap mendengarkan. Tapi kalau nggak mau cerita juga gpp ko.”


Amira “Jadi, suami aku dipenjara karena Narkoba ka.”


Siska “Ohhh gitu, yaudah kamu yang sabar yang kuat yaaa, Al masih butuh kamu, kaka cuma bisa bantu dengarkan keluh kesah kamu, kalau ada apa-apa cerita aja sama kaka, mungkin dengan cerita bisa buat hati kamu lebih baik.”


Amira “Iya ka, makasih banyak ya ka udah mau jadi temen curhat aku.”


Siska “my pleasure dear.”


Jatuh air mata Amira.


Amira “Aku merasa sendirian menghadapi ini ka, apalagi kami menikah tanpa persetujuan orang tua aku, aku sebelumnya sudah menikah sebelum sama ayahnya Al ini ka. Pernikahannya hanya 6 bulan aja.”


Siska “Tapi kamu masih sering kabarin orang tua kamu?.”


Amira “Nggak sama sekali, aku takut malah dimarahin.”


Siska “Boleh nggak kaka kasih saran?”


Amira “Iya boleh ka.”


Siska “Kalau kaka saran, coba deh kamu hubungin mamah kamu, kamu minta maaf, jangan takut, kamu bicarakan dari hati ke hati dengan lembut, dan ceritakan kondisi kamu sekarang ke mamah kamu, kaka yakin mamah kamu, ayah kamu pasti bisa mengerti kamu dan bisa menopang kamu, apa kamu pernah lakukan hal ini ?.”


Amira “Belum pernah sih ka, aku merasa takut dan malu.”


Siska “Kamu coba dulu deh, hasilnya nanti gimana belakangan deh kamu pikirin, yang penting kamu mencoba, berusaha baik-baik ke orang tua kamu.”


Amira “Oke, aku siapkan hati dan mental aku dulu yaa ka.”


Siska “Oke sayang, jangan terlalu terburu-buru.”


Sejenak Siska berpikir dan sangat miris didalam hatinya, masih muda, cantik, pintar, tapi sudah mengalami kehidupan yang sangat berat ini, memang itulah kehidupan, selama kita masih ada didunia ini, kita tidak akan terlepas dari masalah.


Seketika pikiran Siska teralihkan oleh Teh Reni yang membawa makanan, dan Siska pun langsung memakan sarapan dengan sangat lahap, sambil ditemani Amira dan sambil ngobrol hal-hal lainnya.

__ADS_1


__ADS_2