
Saat itu, Siska sedang tidur dikamar sebelah, sudah dua minggu lebih tidak tegur sapa dengan Jhonny. Suatu hari Jhonny mengalah, dan menghampiri Siska dikamar sebelah, mengajak Siska untuk berdamai. Jhonny berusaha untuk merayu Siska dengan candaan, tapi saat itu Siska sudah mati rasa, sudah tidak bisa merasakan lagi bahagia ataupun rasa sedih. Tapi, Jhonny tetap berusaha keras menghibur Siska. Jhonny menggendong Siska kekamar utama sambil berucap minta maaf kepada Siska. Siska sudah capek dan lelah sama semuanya, Siska merasa menyerah menghadapi Jhonny, dan Siska rasanya ingin istirahat pulang kerumah orang tua.
Siska “aku maafin abang, tapi aku lagi pengen pulang ke Jakarta bertemu orang tua. Tolong, izinkan aku pulang dulu kerumah orang tua.”
Jhonny “iya sayang, aku belikan kamu tiket ke Jakarta.”
Siska “yaudah, aku mau hari ini juga.”
Jhonny “oke, aku coba check masih ada atau tidak penerbangan hari ini.”
Lalu Siska siap-siap membuka koper sedang dan memasukan pakaiannya. Saat itu, masih ada penerbangan malam hari, dan akhirnya Siska dengan segera diantar Jhonny kebandara.
Lalu, Siska berpamitan dengan Jhonny dengan hati yang sudah mati dan kosong. Jhonny pun dengan wajah sedih membiarkan Siska pergi.
Tiba di Jakarta
Siska pun tiba di Jakarta jam 8 malam, dan segera menuju ke Taxi. Saat itu Siska belum memberikan kabar ke orang tua, kalau Siska pulang ke Jakarta. Biasanya Siska hanya pulang setahun sekali saat lebaran tiba.
Tiba dirumah orang tua Siska jam 10 malam, 2 jam perjalanan dari bandara kerumah orang tua, karena saat itu sangat macet. Orang tua Siska sangat terkejut dengan kedatangannya.
Siska “Assalammualaykum….”
Orang rumah “Waalaykumsalam….”
Semua keluarga belum tidur.
Mama “ya Allah Siska, kamu ko nggak bilang-bilang mau pulang?. Ada sesuatu terjadi kah?.”
Siska “iya mah, aku mau sekalian healing juga kesini, tapi tenang nggak ada hal serius terjadi ko.”
Papa “Sehat kamu nak?”
Siska “Sehat Alhamdulillah. Papa dan Mama sehat?”
Mama dan Papa “Alhamdulillah sehat nak.”
Mama “Abang Jhonny mana? Ko kamu sendirian?”
Siska “Abang Jhonny lagi sibuk ma sama kerjaannya, jadi aku sendirian.”
Mama “yakin nggak ada terjadi apa-apa?”
Siska “Iya ma, semua baik-baik aja ko. Pa, Ma, Siska boleh langsung istirahat kelamar nggak? Kita ngobrol besok pagi aja yah. Siska lelah banget diperjalanan.”
Mama “Oh iya, Silahkan sayang.”
Siska pun langsung izin kekamar pamit mau langsung tidur karena sangat lelah sekali. Siska pun saat itu mengabari Zein bahwa Siska tiba di Jakarta. Siska chat Zein di Aplikasi Line saat itu.
__ADS_1
Chat Siska ke Zein,
Siska “Habibi Zein, Siska sekarang di Jakarta, baru aja sampai.” Habibi adalah panggilan Siska ke Zein saat itu, mereka sudah sangat dekat, jadi Siska punya panggilan khusus kepada Zein.
Zein menjawab di chat “haah? Ko bisa tiba-tiba kamu di Jakarta?.”
Siska “iya, kayanya aku memutuskan untuk meninggalkan kota Kalimantan, dan mau cari kerja disini.”
Zein “yaudah, kalau gitu besok mau ketemuan nggak? Besok ada acara meet up sama temen-temen Aplikasi Live Streaming.”
Siska “hhmmm…. Lihat besok yah kalau nggak capek, soalnya ini juga baru ketemu keluarga, masih rindu keluarga.”
Zein “oh yaudah, kalau gitu kabarin aja yah besok.”
Siska “oke, Siska tidur duluan yah, capek banget, tadi kena macet dijalan.”
Zein “oke, good night sayang, 😘”
Siska “good night.”
Keesokan harinya, Siska terbangun di pagi hari, Siska berusaha menutupi apa yang sudah terjadi dengan Jhonny, dan Mama Siska pun terus meyakinkan dan bertanya kalau Siska benar baik-baik saja. Saat itu Siska berbincang-bincang melepaskan rindu nya dengan orang tua, adik-adiknya, kakaknya, dan keponakan-keponakannya.
Siska empat bersaudara, Siska punya satu Kaka perempuan yang bernama Azizah, Siska anak kedua, dan mempunyai dua adik bernama Layla dan satunya lagi bernama Mia.
Azizah dan Layla sudah menikah, Azizah sudah mempunyai dua anak perempuan dan Layla sudah mempunyai dua anak perempuan juga. Sedangkan Mia saat itu masih bersekolah.
Zein “malam Siska cantik, jadi ketemuan nggak?”
Siska “hhmmm didaerah mana?.”
Zein “ini kita lagi di Caffe, kamu bisa nggak kesini sendirian?.”
Siska “bisa aja sih, nanti aku pesan taxi online, share lokasi aja. Kamu sama siapa aja?”
Zein “aku sama teman-teman online disini, sebagian kamu pasti kenal mereka, karena semuanya dari Aplikasi Live Streaming.”
Siska “yaudah share lokasinya ya.”
Zein “oke, aku share ya.”
Malam itu juga Siska menemui Zein, saat itu Siska langsung memesan taxi online menuju alamat yang sudah Zein share lewat chat, tapi saat Siska sampai sesuai alamat, ternyata itu bukan Caffe, tapi disebuah tempat kosan-kosan, sempat terlintas dihati Siska, apa yang akan Zein lakukan terhadap Siska ditempat kos-kosan ini, mengapa bukan di Caffe? Bukankah Zein bilang tadi akan bertemu di Caffe bersama teman-teman online lainnya? Mengapa malah ketempat kos-kosan yang remang-remang seperti ini? Apakah Siska akan dimutilasi? Apakah Siska akan diperkosa? Ya Tuhan tolonglah Siska!. Ini pertama kalinya Siska bertemu dengan teman-teman online, karena selama ini Siska hanya mengenal mereka di media sosial. Aaahhh…. Tapi Siska tepis itu semua, semoga mereka orang-orang baik.
Saat Siska turun dari taxi, dari jauh sudah ada sosok laki-laki berjalan menuju Siska, laki-laki yang selama ini Siska hanya kenal di media sosial, lumayan tinggi, berkulit coklat, berewokan dan wajah yang seperti orang arab. Cara berjalannya sangat terburu-buru, seperti laki-laki gagah dan seperti laki-laki yang sangat menyeramkan buat Siska saat itu. Ya, ia adalah Zein. Sebenarnya Siska sangat takut, tapi ketika Zein mendekat dan menyapanya, hilang semua ketakutan Siska.
Zein “hallo Siska.”
Siska “hallo.”
__ADS_1
Mereka bersalaman, walaupun mereka baru bertatap muka, tapi rasanya sudah pernah bertemu, karena Siska dan Zein sering ngobrol secara pribadi lewat telepon dan chat.
Zein “ayok ikut masuk sini,”
Siska “ini tempatnya siapa? Katanya di Caffe?.”
Zein “ini tempat temen aku, namanya Rudi. Kamu juga kenal ko. Kita kumpul dulu disini, baru pergi ke Caffe nyusul yang lain.”
Siska “oh okay,” Siska memang sosok perempuan yang tidak banyak bertanya dan tidak ribet, Siska pun mengikuti Zein berjalan masuk menuju kos-kosan kecil itu.
Dan sampai didalam, Siska melihat ada tiga laki-laki disana, ada sosok laki-laki yang tidak asing, yaitu, Iwan, dan dua orang lagi Siska tidak mengenalnya.
Mereka semua menyapa “hallo Siska.”
Iwan “eh Siska.”
Siska “eh bang Iwan.” Saat itu Siska hanya mengenal Iwan karena saat Live Streaming di Aplikasi Iwan selalu menampakkan wajahnya, sedangkan yang lainnya bernama Rudi dan Salman, ternyata mereka adalah teman online Live Streaming juga, tapi mereka tidak pernah menampakkan wajahnya, mereka hanya sering berkomentar ketika Zein Live Streaming menjadi Host. Tapi, memang nama mereka tidak asing dikolom komentar Live Streaming.
Saat itu mereka ngobrol banyak hal, dan beberapa kali mereka berusaha ngobrol dengan Siska, Siska hanya menjawab seadanya. Siska tidak banyak bicara, karena Siska tidak terbiasa dengan orang baru, dan sedikit pemalu.
Tak terasa sudah satu jam ditempat kos-kosan Rudi, saat itu jam sudah pukul 9 malam, mereka semua beranjak pergi untuk menyusul teman-teman yang lain disebuah Caffe. Caffe itu tidak jauh dari kos-kosan Rudi, hanya butuh waktu 10 menit, mereka menuju Caffe bersama-sama dengan mobilnya Iwan.
Tiba di Caffe, sudah banyak sekali teman-teman online, mereka disebut family online Live Streaming, banyak juga perempuannya disana, banyak juga beberapa yang Siska kenal, tapi Siska hanya dekat dengan Zein dan Iwan.
Saat itu, umur Siska sudah 21 tahun, Siska tidakbanyak bicara, Siska hanya mendengarkan mereka yang sebagian sedang bercanda, bercerita kisah hidup mereka, dan sebagian ada yang saling mengadu nasib mereka. Siska memang sangat tertutup dengan orang-orang yang tidak terlalu Siska kenal dekat.
Mereka semua berbincang sampai tidak terasa sudah jam 12 malam, saat itu Siska terkejut Zein menawarkan Siska ikut ke Apartemen nya, karena kata Zein ini sudah sangat larut untuk pulang kerumah orang tua Siska, hanya butuh waktu 10 menit kesana, entah kenapa Siska saat itu percaya saja dengan Zein dan megikuti ajakan Zein.
Saat itu Siska segera memberikan kabar kepada orang tua Siska untuk tidak perlu menunggu Siska pulang, karena akan menginap, Siska walaupun perempuan yang sedikit pemalu, tapi Siska juga keras kepala, sampai orang tuanya pun tidak bisa mengatur Siska. Orang tua Siska hanya percaya saja, karena Siska sudah dianggap dewasa.
Iwan mengantar Siska dan Zein ke Apartemen, dan ternyata memang banyak family online Live Streaming yang nenyewa kamar di Apartemen itu, karena acara meet up nya tidak hanya dari Jakarta, tapi banyak juga yang dari luar kota.
Tiba di Apartemen, Zein dan Siska masuk ke kamar teman online yang bernama Balqis. Saat itu masih banyak teman-teman online dikamar Balqis, mereka lanjut ngobrol sampai jam 2 pagi, padahal saat itu Siska sudah sangat mengantuk, tapi Siska tidak enak menggangu Zein yang sedang asyik ngobrol dengan mereka.
Dan akhirnya, jam 3 pagi, Zein berpamitan untuk istirahat, dan mengajak Siska ikut kekamar Apartemen nya.
Kamar Zein, tidak terlalu jauh dari kamar Balqis, saat itu Siska merasa percaya kalau Zein ini laki-laki yang baik. Dan tiba dikamar, Siska dan Zein masuk kedalam kamar, tiba-tiba Zein memeluk Siska, Siska sangat terkejut, tapi Siska tidak menolak pelukan Zein, mungkin saat itu Siska sudah mulai menyukai Zein.
Dan tiba-tiba Zein berkata,
Zein “Siska aku izin yah,” sambil mengeluarkan pil ekstasi
Dalam hati Siska sangat terkejut, karena di Live Streaming yang Siska tahu Zein berbicara soal secara dewasa, bijaksana, seperti laki-laki yang sangat baik.
Siska dengan ragu menjawab “oh, iya oke silahkan.”
Saat itu yang paling Siska khawatirkan adalah, bisa saja tiba-tiba ada polisi datang, tapi Siska tepis pikiran itu. Dan kemudian Zein meminum pil ekstasi itu, sambil menyalahkan musik keras seperti musik DJ remix.
__ADS_1
Ketika itu Siska bingung harus bersikap seperti apa, Siska berusaha mengimbangi situasi, sedikit Siska ikut menikmati lagu itu, Zein pun sudah mulai bereaksi beberapa saat setelah minum pil ekstasi, Zein sangat menikmati lagu itu sambil joget - joget bersemangat, Siska pun berusaha untuk bisa mengikuti Zein yang sedang berjoget.