Kisah Humaira

Kisah Humaira
Tak disangka!!!!


__ADS_3

Kehilangan


Setelah semua selesai makan, saat itu sudah pukul 3 malam, Rere dan Marsha berpamitan pulang. Saat itu mereka pulang sendiri dengan baik taxi yang sudah dipesankan oleh ajudan Boss.


Ketika itu Boss baru sadar kalau Boss tidak memakai kalung berliannya, dan Siska ingat saat itu melihat kalung berlian Boss diatas kasurnya.


Boss bertanya kepada semua “ada yang lihat kalung berlian saya?.”


Siska “lhhooo kalung berlian yang panjang itu ya, bukannya ada diatas kasur tadi, dekat dengan tas Boss yang tadi ketinggalan, dan ajudan Boss tadi kan sudah bawa tasnya sambil merapikan tas yang berantakan tadi.”


Salah satu ajudan “iya saya tadi merapikan isi tas Boss yang berantakan dan berserakan, tapi saya nggak engeh kalau ada kalung berlian didekat tas.”


Siska “coba check tasnya Boss.”


Lalu Boss mengecheck tas nya, dan tidak ditemukan kalung berlian tersebut.


Ajudan “Boss yakin kalau kalung berlian itu tidak jatuh, atau ketinggalan dimobil?”


Boss “seingat saya, saya melepas kalung itu dihotel.”


Siska saat itu yang paling dicurigai, tapi para ajudan itu tidak berani bilang kalau mereka mencurigai Siska, karena Siska yang sendirian dihotel saat itu, dan Siska yang melihat ada berlian diatas kasur itu, tapi Siska tidak merasa takut karena Siksa tidak merasa mengambil kalung berlian itu.


Siska “Mungkin kalian akan curiga ke saya, saya yang memang melihat kalung berlian itu diatas kasur, tapi nggak mungkin saya yang ambil, saya itu sudah seperti saudara sama Boss, kalau saya mau kalung berlian yang Boss punya saya tinggal minta, dan Boss pun pasti akan memberikannya ke saya, dan saya juga bisa minta ke Abang Jhon kalau saya mau kalung berlian itu. Kalian check aja tas saya dan geledah kamar sebelah.”


Boss “jangan khawatir Siska, saya percaya sama kamu, udah cukup nggak usah dicari lagi saya tahu siapa yang ambil kalung itu.”


Jhonny “pasti dua wanita itu Rere dan Marsha, biar saya kejar itu mereka, biar saya lacak tempat tinggal mereka. Berani sekali mereka!.”


Siska “maaf ya Boss, saya kira tadi kalung berlian itu sudah sekalian dimasukin ke tas Boss tadi, saat ajudan Boss ambil tas nya, saya nggak check ke kasur lagi, karena saya tadi diruang tamu saat tas diambil dan setelah ngobrol sebentar sama Rere dan Marsha saya langsung ke kamar saya dan tertidur.”


Boss “yasudah, nggak usah dibahas lagi biarin aja.”


Jhonny “nggak bisa gitu Boss, kita kejar perempuan itu, saya yakin mereka yang ambil.”


Boss “kalaupun memang mereka yang ambil, udah biarin aja, mungkin mereka lagi butuh.”


Jhonny “bukan gitu Boss, biar membuktikan juga, kalau kalung itu pasti mereka yang ambil.”


Boss “sudah, diam kamu Jhon, saya bilang sudah nggak usah dibahas, dan lupakan kejadian ini.”


Akhirnya semua diam dan melupakan kejadian itu, walaupun Jhonny sebenernya masih sangat emosi, karena kejadian itu membuat Siska dicurigai oleh ajudan-ajudan nya Boss.

__ADS_1


Tapi Siska berusaha menenangkan Jhonny.


Siska “sudah abang, aku gpp ko. Boss juga pasti percaya sama Siska.”


Boss “iya, tapi ajudan-ajudan jadi curiga sama kamu.”


Siska “yaa biarin aja, mereka kan nggak terlalu kenal aku siapa, dan posisinya aku melihat kalung berlian itu dan aku sempat sendirian dikamar ini. Jadi wajar aja kalau mereka mencurigai aku.”


Akhirnya, Jhonny bisa tenang dengan kalimat yang Siska ucapkan.


Tak disangka!!!!


Kejadian itu membuat Siska mengantuk dan tertidur, semua orang masih berbincang dan telah melupakan kejadian kalung berlian itu. Siska tertidur sangat lelap dikamar sebelah, dan tidak terasa jam sudah pukul 8 pagi, Siska terbangun dan segera kekamar mandi bersiap untuk mandi. Selesai mandi Siska kekamar sebelah, dan disana hanya ada 3 ajudan Boss, Siska bertanya kepada mereka dimana Jhonny, Boss dan yang lainnya,


Siska “maaf pak, yang lainnya kemana yah?”


Salah satu ajudan menjawab “mereka kebawah duluan, lagi pada sarapan.”


Siska “oh, yasudah saya pamit menyusul mereka ya pak.”


Lalu, tiba-tiba salah satu ajudan Boss memanggil Siska, seketika langkah Siska terhentikan, beliau sering di panggil pak haji Burhan.


Pak Burhan “sebentar Siska, bisa keruang tamu sebentar nggak? Ada yang mau saya bicarakan.”


Lalu, mereka berdua segera keruang tamu, dan duduk berhadapan di sofa ruang tamu.


Siska “ada apa pak haji?”


Pak Burhan “Sis, Boss ada cerita sama saya, Boss sebenernya suka dan sayang sama kamu. Tapi, Boss itu sebenernya orangnya pemalu kalau mengungapkan perasaannya sama wanita. Saya tahu, kamu sama Jhonny belum menikah kan? Walaupun kalian tinggal satu rumah.”


Siska “waduh, kapan Boss bilangnya?”


Pak Burhan “sebenarnya sudah lama Boss cerita, tapi tadi malam saat kamu tidur, ketika kita ada kesempatan berdua di kamar depan, Boss cerita, kalau Boss sayang sama kamu, dan berniat mau menikahi kamu.”


Siska “adduuh, gimana yah pak haji, saya anggap Boss itu seperti abang saya sendiri, dan saya sudah bersama bang Jhon, masalah saya belum menikah karena kami punya alasan tertentu, bukan karena bang Jhon belum menyanggupi untuk menikahi saya.”


Dalam hati Siska, “ya Tuhan cobaan apa ini!? Sebenarnya kalau melihat masa depan, Boss hartanya lebih melimpah daripada Jhonny, tapi Boss sudah punya dua istri, dan rasanya saya bukan perempuan yang bisa berbagi suami.”


Pak Burhan “kamu ini aneh, ini kesempatan yang jarang lhoo, kamu kan tahu sendiri Boss sangat berlimpah hartanya, kalau kamu mau nanti langsung menikah, dan kamu bakalan ikut Boss temani Boss berobat ke Singapore.”


Siska “maaf pak haji, tapi saya bukan wanita yang akan berkhianat hanya karena soal harta berlimpah, tapi ini soal hati, Boss memang sangat baik, tapi saya anggap Boss sebagai abang saya sendiri sejak dulu.” Ungkap Siska dengan tegas!.

__ADS_1


Pak Burhan “kamu yakin? Nih coba lihat, saya aja dikasih uang lembaran dollar sangat banyak, kamu yakin nggak mau?” Ungkap pak Burhan sambil mengeluarkan uang lembar dollar yang sangat banyak dari dalam tasnya.


Sebetulnya Siska sangat marah, karena cara merayu pak Burhan dengan cara seperti itu, seperti seolah-olah saya adalah wanita yang hatinya bisa dibeli oleh uang dan harta. Tapi, Siska tahan amarahnya itu didalam hati, karena ajudan yang satu ini umurnya sangat tua, jadi Siska tidak mau mencari masalah dengan orang tua.


Siska “maaf yah pak haji, saya pamit permisi mau menyusul bang Jhonny sarapan dibawah.”


Lalu ajudan itu hanya terdiam melihat Siska pergi, dan Siska segera kebawag menyusul Jhonny, Boss dan yang lainnya kebawah untuk bergabung sarapan.


Ketika dibawah, Siska menuju resto hotel, dan disana Siska langsung bisa menemukan mereka di meja resto, Siska segera menghampiri mereka dan menyapa mereka. Sempat Siska berpikir, Siska tidak menyangka, ternyata selama ini Boss mempunyai rasa terhadap Siska, tapi sejak kapan? Kenapa Siska tidak menyadari itu? apakah Pak Burhan mengatakan yang sebenarnya? Apakah hanya iseng saja berbicara seperti itu ke Siska? Tapi, tidak mungkin berani Pak Burhan bicara iseng mengenai Boss!. Mereka semua sangat menghormati dan takut sama Boss. Semenjak itu, Siska memperhatikan Boss yang ternyata memang selalu melirik Siska dan matanya memang sangat beda ketika melihat Siska.


Siska “selamat pagi semuanya.” Sambil tersenyum kepada mereka


Semuanya menyambut salam Siska dan tersenyum kepada juga.


Jhonny “hallo selamat pagi sayang, sana ambil sarapan.”


Siska “kalian semua sudah sarapan?”


Jhonny “belum say, kita baru pada ngopi aja nih.”


Siska “abang mau buah nggak? Biar sekalian Siska ambilkan.”


Jhonny “boleh sayang. Terimakasih ya.”


Siska “iya sama-sama, okay Siska ambilkan yah.”


Lalu, Siska mengambil buah-buahan untuk Jhonny dan juga mengambil salad, segelas susu dan air putih untuknya.


Siska segera duduk dikursi kosong disebelah kiri Jhonny dan disebelah kanannya ada Boss. Karena obrolan Pak Ridwan tadi, Siska jadi memperhatikan gerak-gerik Boss, dan ternyata memang Boss ini diperhatikan setiap berbicara pasti matanya melirik ke Siska. Dalam hati Siska berkata “selama ini aku baru sadar, ternyata Boss memang selalu melirik Siska.”


Tiba-tiba Boss menghentikan lamunan Siska dengan berkata,


Boss “Jhon, kamu beruntung banget pagi-pagi sudah ada yang menawarkan buah-buahan.”


Jhonny “aahhh, Boss ini bisa aja sih kodenya, Boss juga mau buah yah? Siska kamu ini gimana sih masa abangmu nggak ditawarkan.”


Siska “eh iya, maaf-maaf aku ambilkan juga yah untuk abang, abang mau makanan yang lain juga nggak?”


Boss “nggak, buah-buahan aja adekku, gitu dong tawarin juga, hehehe”


Siska “hehehhe okay siap bang.”

__ADS_1


Lalu Siska segera mengambilkan buah-buahan untuk Boss, dan Siska melamun lagi dalam hatinya, “iya juga yah, Boss itu selalu bilang ke Jhonny beruntung setiap kali Siska memberikan perhatian ke Jhonny, Siska pikir itu semua hanya bercandaan karena kami sudah seperti saudara saja, tapi ternyata Boss sudah lama memiliki perasaan sama Siska.”


Setelah semua sudah sarapan, hari itu cukup untuk kami semua bersenang-senang, dan semuanya kembali kerumah masing-masing, Siska dan Jhonny segera pulang kerumah, begitu pun Boss dan sebagian ajudannya bersiap-siap karena besok akan ke Singapore untuk menemani Boss yang akan berobat penyakit jantungnya.


__ADS_2