Kisah-Kisah Teladan Islami

Kisah-Kisah Teladan Islami
Nabi Isa A.S dengan si rakus&Kisah Rasulullah Saw. dengan daging beracun.


__ADS_3

Kisah Nabi Isa a.s. Dengan Si Rakus


       Dahulu ada seorang lelaki yang datang kepada nabi Isa a.s., ia ingin sekali bersahabat dengan beliau, kerana itu ia berkata : .... "Aku ingin sekali bersahabat denganmu kemana saja engkau pergi." Jawab Isa a.s.: "Baiklah kalau demikian." 


       Pada suatu hari berjalanlah keduanya di tepi sungai dan makanlah berdua tiga potong roti, Nabi Isa a.s. satu potong dan satu potong untuk orang itu, sisa satu potong. Kemudian ketika Nabi Isa a.s. pergi minum ke sungai, dan kembai roti yang sepotong itu tidak ada, lalu beliau bertanya kepada sahabatnya: "Siapakah yang telah mengabil sepotong roti ?" Jawab sahabat itu: "Aku tidak tahu." 


       Maka berjalanlah keduanya, tiba-tiba melihat rusa dengan kedua anaknya, maka dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelihnya dan dibakar. Kemudian dimakan berdua, lalu Nabi Isa a.s. menyuruh anak rusa yang telah dimakan itu supaya hidup kembali maka hiduplah ia dengan izin Allah, kemudian Nabi Isa a.s. bertanya: Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya itu siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?" Jawab sahabatnya: "Aku tidak tahu." 

__ADS_1


       Kemudian keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa a.s. memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan hingga sampai ke seberang, lalu ditanyalah sahabatnya itu sekali lagi: "Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?" Sahabat itu menjawab: "Aku tidak tahu." 


       Kemudian berjalanlah keduanya ketika berada di hutan dan keduanya sedang duduk-duduk, Nabi Isa a.s. mengambil tanah dan kerikil/anak batu, lalu diperintahkan: "Jadilah emas dengan izin Allah." Maka dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi emas, lalu dibagi menjadi tiga bahagian, kemudian beliau berkata: "Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini untuk orang yang mengambil roti." Serentak sahabat itu menjawab: "Akulah yang mengambil roti itu." 


       Nabi Isa a.s. berkata: "Maka ambillah semua bahagian ini untukmu." Lalu keduanya berpisah. Kemudian orang itu didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta itu dan membunuhnya lalu orang itu (sahabat Isa a.s.) berkata: "Lebih baik kita bagi tiga saja." Ketiga orang itu menjadi setuju, lalu menyuruh salah seorang pergi ke pasar berbelanja makanan, maka timbul perasaan orang yang berbelanja itu, dan berkata dalam hatinya: "Untuk apa kita membagi wang/harta, lebih baik makanan ini saya bubuh racun saja biar keduanya mati, dan ambil semua harta itu." 


       Lalu diberinya racun makanan itu. Sementara orang yang tinggal itu berkata: "Untuk apa kita membagi harta ini, lebih baik jika ia datang, kita bunuh saja, lalu harta itu kita bagi dua." Maka ketika datang orang yang berbelanja itu, segera dibunuh oleh keduanya, lalu hartanya dibagi menjadi dua, kemudian keduanya makan dari makanan yang telah diberi racun itu, maka matilah keduanya, dan tinggallah harta itu di hutan, sedang mereka mati di sekitar harta itu. 

__ADS_1


@@@-------------------------@@@


Kisah Rasulullah Dengan Daging Beracun


       Abu Hurairah pernah meriwayatkan suatu kisah katanya: "Apabila wilayah Khaibar telah ditakluki oleh pihak Islam, seekor kambing yang telah dibubuh racun telah diberikan kepada baginda Rasulullah oleh seorang Yahudi yang ada di sini." Apabila orang-orang Yahudi dihadapkan didepan baginda, maka baginda pun berkata: "Aku ingin bertanya kepada kamu semua, bolehkah kamu berkata benar?". Meraka menjawab: "Boleh Ya Abu Qasim." Rasulullah pun bertanya: "Siapakah bapanya." Bila mereka menjawab si pulan dan si pulan, baginda mengatakan mereka itu berdusta kepadanya. Mereka berkata: "Tuan berkata benar." 


       Baginda lalu bertanya: "Bolehkah kamu bercakap benar jika aku bertanya sesuatu?." Mereka menjawab: "Boleh Ya Abu Qasim. Jika kami berbohong tuan akan tahu juga, sebagaimana halnya tentang ayah kami." Baginda bertanya: "Siapakah yang akan masuk ke neraka." Mereka menjawab: "Kami hanya akan dimasukkan sebentar sahaja, kemudian tuan akan mengikuti kami." Kata Rasulullah selanjutnya: "Masuklah kamu ke dalamnya dengan hina. Demi Allah aku bersumpah bahawa kami tidak akan mengikuti kamu ke dalamnya." Baginda kemudiannya berkata: "Bolehkah kamu bercakap benar jika aku tanyakan sesuatu?" Lalu mereka menjawab: "Boleh Ya Abu Qasim". 

__ADS_1


       Rasulullah s.a.w. lalu bertanya: "Apakah kamu yang membubuh racun pada daging kambing ini?." Mereka menjawab bahawa merekalah yang melakukannya dan apabila ditanya apakah sebabnya, mereka menjawab: "Kami mahu membunuh engkau, jika engkau seorang pendusta tetapi sekiranya engkau seorang yang benar, racun itu tidak akan dapat membunuhmu. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari) 


@@@-------------------------@@@


__ADS_2