Kisah-Kisah Teladan Islami

Kisah-Kisah Teladan Islami
Syair Shoutu Shofiiril Bulbuli


__ADS_3

Syiir Shoutu Shofiiril Bulbuli: Kisah Epik al-Imam al-Ashmu’i dan Khalifah Abi Jakfar al-Manshur


Ada sebuah kisah unik yang terjadi pada zaman Kekhalifahan Abbasiyah. Khalifah kedua daulah Abbasiyah, Khalifah Abu Jakfar al-Manshur merupakan seorang yang mengapresiai kesenian dan sastra, terutama terhadap syiir dan penyair. Bukti apresiasi sang Khalifah terhadap syiir tersebut adalah dengan mengadakan sayembara atau perlombaan cipta dan baca syiir. Hadiahnya juga tidak tanggung-tanggung, yakni emas seberat alas di mana syiir itu tertulis. Namun, untuk memenangkan perlombaan tersebut tidaklah mudah, sang Khalifah mensyaratkan bahwa syiir yang diciptakan tidak boleh berupa cuplikan dan belum pernah didengar oleh siapa pun sebelumnya. Bertambah sulit juga karena ternyata Khalifah telah menyiapkan muslihat agar tidak ada yang bisa memenangkan perlombaan.


Khalifah Abu Jakfar al-Manshur merupakan seorang yang sangat cerdas serta dapat mengingat sesuatu yang baru sekali dia dengar. Khalifah juga mempunyai seorang Ghulam (pelayan laki-laki) yang dapat mengingat apa yang dia dengar dua kali. Sedangkan Jariyah/pelayan wanitanya juga mampu mengingat apa yang sudah dia dengar tiga kali.

__ADS_1


Pada suatu hari, datanglah seorang penyair yang hendak memenuhi tantangan khalifah ke istana. Khalifah menyilahkannya masuk untuk membacakan syiirnya di depan Khalifah. “Wahai, Khalifah, saya telah mengarang sebuah syiir yang panjang dan indah.” Tutur penyair tersebut. Khalifah berkata, “Bagus, kalau begitu bacakan untukku.” Sang penyair kemudian membacakan syiirnya hingga tuntas. Namun, setelah syiir tuntas dibaca, Khalifah bilang, “Aku sudah pernah mendengar syiir itu. Itu adalah syiir fulan bin fulan, Engkau telah membohongiku. Khalifah kemudian melafalkan syiir yang sudah dibacakan penyair tadi hingga tuntas. Persis. Tidak ada yang berbeda. Penyair menyangkal, tetapi khalifah tidak kehilangan muslihat. Khalifah memanggil ghulam dan jariyah-nya yang sejak awal telah bersembunyi di suatu tempat. Ghulam kemudian melafalkan juga syiir yang telah dibaca penyair tersebut. Belum sampai setengah syiir, khalifah menghentikan pelafalan tersebut. Khalifah kemudian menyuruh jariyah-nya melafalkan kembali. Hal tersebut dilakukan khalifah untuk meyakinkan si penyair bahwa syiirnya telah ada sebelumnya. Penyair pulang dengan tangan hampa. Khalifah tertawa karena muslihatnya berhasil menipu.


Penyair yang pulang tadi akhirnya mengabarkan kejadian tersebut kepada dewan penyair yang sedang berkumpul di tengah pasar. Al-Asmu’i, ulama multilatenta yang sangat ahli dalam bidang bahasa dan sastra, yang kebetulan lewat di tengah pasar, kemudian ikut mendengar keluhan dari penyair tersebut. Al-ashmu’i kemudian mengatakan kepada para penyair tersebut bahwa hal itu terjadi karena memang ada muslihat yang dimainkan oleh khalifah. Setalah mendengar tersebut, al-Asmu’i menjadi tertantang untuk datang ke istana, mengalahkan muslihat nakal khalifah.


Hari yang ditentukan telah tiba, al-Asmui datang ke istana, namun dengan menyamarkan dirinya memakai pakaian dan gaya orang badui, serta cadar yang menutupi sebagian wajahnya. Seperti yang telah terjadi sebelumnya, khalifah kemudian menyuruh al-Asmu’i untuk mulai melafalkan syiirnya. Dibawah ini adalah transkip lengkap lirik syiir tersebut:

__ADS_1


penasaran yaa lirik syairnya gmn?


makanya pantengin terus novel ini..


biar aku crazy up

__ADS_1


jgn lupa boomlike,klik Favorite, vote yg banyak, coment' jg sebanyak² nya, ngasih saran atau apa gitu. mau feedback? read and Boomlike dulu lahh 😆...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 👋


__ADS_2