Kisah Meidina

Kisah Meidina
meminta maaf


__ADS_3

setelah itu meidina menutup hpnya dan bergegas ke kamar mandi untuk whudu dan berangkat mengaji.


sedangkan disisi lainnya


saat ini owen sudah pulang ke rumah dan karena kecapean dia langsung ketiduran.


saat dia bangun lalu melihat jam ternyata sudah masuk waktu magrib. dan dia langsung bergegas solat. saat setelah solat.


"aduh aku lupa belum chatt meidina dari tadi gimana yah meidina sekarang aku chatt aja lah" owen


^^^assalamu'alaikum ****^^^


^^^maaf yah maaf^^^


^^^maaf banget^^^


^^^maafin aku^^^


^^^tolong maaf^^^


owen men spam kata maaf sampai 100 kata lebih


"dia gak onn pasti dia nya lagi ngaji semoga dia ngak berpikir macem macem" owen


saat ini meidina sedang berjalan pulang menuju rumah saat pulang Mei terlihat murung dia memikirkan kenapa tidak ada pesan dari owen


"apa owen blok nomer aku yah makannya kaya gitu, atau mungkin dia udah punya pacar baru dan nomerku di blokir langsung di haus" ucap Mei dalam hati


kini Mei sudah sampai dirumahnya dan langsung masuk


"assalamu'alaikum" ucap meidina tapi tidak ada satuan


"mungkin lagi pada tidur" ucap Mei dalam hati sambil mengunci pintu.


lalu Mei masuk kekamar dan menganti pakaiannya dengan pakaian tidur.


saat dia akan langsung tidur. dia melihat dulu hpnya dan mengecek pesan siapa yang masuk. dan banyak sekali notifikasi masuk ke HP nya


"lah kok banyak banget yang nge chatt tumben sampai 100 pesan lebih siapa aja yang nge chatt, coba buka akhh, lah kok dari owen doang tapi pesannya banyak banget" meidina


saat melihat pesan maaf dari owen meidina merasa heran kenapa dia meminta maaf.


waalaikumsalam kenapa owen.


maaf buat apa


^^^akhirnya kamu on juga^^^


^^^aku minta maaf ninggalin kamu tadi^^^


gak papa kok santai aja


emangnya kamu abis dari mana


^^^aku tuh tadi pulang sekolah ^^^


^^^langsung ganti baju terus ke^^^


^^^rumah yuli^^^


aku khawatir aku kira kemana


abis ngapain emangnya


^^^aku abis acara bikin liwet^^^


^^^pas disana tuh gak ada sinyal bangett^^^


ouh kamu pulang jam berapa emangnya


^^^aku pulang jam 4 terus karena^^^


^^^cape, jadi aku ketiduran^^^


ouh gitu yah aku kira


kamu gak onn karena apa


bener mikirnya sampai kaya


kamu mungkin sakit atau malah

__ADS_1


nomer aku di blok.


^^^maafin bangett yah aku jadi^^^


^^^bikin kamu khawatir ^^^


^^^aku gak mungkin blok kamu lah^^^


yah kan takutnya kaya gitu.


^^^kenapa kamu mikir aku nge blok kamu^^^


yah mungkin karena kamu punya


pacar baru terus pacar kamu


marah, dan ngeblok aku.


^^^ngak mungkin aku kaya gitu^^^


^^^lagian aku cuman lagi deket ^^^


^^^sama kamu doang gak ada ^^^


^^^cewe lain^^^


lah modus bangett gak ada


cewe lain.


^^^ngak modus kok beneran^^^


Iyah deh percaya aja


^^^harus percaya dong^^^


ngapain percaya kamu siapanya aku


^^^calon nya kamu^^^


calon apa


^^^yah calon aja^^^


aku mah udah punya calon.


^^^saha calon gaya^^^


yah bukan calon sih tapi


yang udah aku tandai


^^^maksudnya gimana^^^


Iyah orang yang aku sayang gitu


^^^bukannya aku yang kamu sayang^^^


Iyah emang bukan


^^^lah kok gitu sih^^^


udah lah owen udah malem


^^^ouh mau tidur yah^^^


bukan mau ngeronda


^^^lah emang cewe bisa ngeronda^^^


bisalah


^^^kata siapa^^^


kata aku tadi


^^^ouh gitu^^^


udah ikh aku mau tidur


dahh

__ADS_1


^^^yaudah yang nyenyak yah^^^


percakapan pun berakhir dan meidina bergegas segera tidur.


pov owen.


entahlah kenapa aku bisa memiliki rasa padanya aku merasa seperti punya hubungan dengannya padahal kenyataannya aku bukn siapa siapanya


aku hanya ada untuk menghibur dirinya saja.


sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa ini tapi entah bagaimana reaksinya. aku takut tidak Terima olehnya. tapi dia juga memberi respon yang sama kepada ku apakah aku katakan saja yah rasa ini.


"aduh bisa bisanya Mei bilang aku punya pacar baru, dan kenapa juga aku kelepasan bilang dia calon ku, dan dia bilang dia sudah punya orang yang dia suka kir kira siapa yah aku ingin tau dengan hal itu, ntahlah aku pikirkan itu nanti sekarang aku mau tidur dulu aja" owen


owen langsung tidur setelah itu.


keesokan harinya.


saat ini Mei sedang berpakaian dan ibunya sedang ribut membicarakan hal yang sepele satu kesalahan saja membuat mulut ibunya tak mau diam dan terus berbicara dia terus mengucapkan bagaimana tentang ayahnya dulu kisah hidup ibu dan ayahnya.


meidina kadang jenuh dengan hal itu karena ibunya terus mengulang ngulang perkataan yang sama tentang ayahnya ketika marah. kadang dia merasa sedih dengan keadaan keluarganya. kurang harmonis bahkan sering kali ada percekcokan.


setelah meidina selesai berpakaian dia bergegas memakai sepatu dan berangkat tanpa pamit ke sekolah dia tidak membawa uang sepeserpun dan dia berangkat dengan tangisnya.


ketika dia menangis untung saja jalanan sepi. dia terisak menangisi nasibnya kenapa harus seperti ini apakah takdir akan terus seperti ini pada dirinya tidak bisakah takdir membawanya untuk bahagia dengan kehidupan yang tentram dan damai.


memang dalam hidup ada kalinya susah dan senang mungkin susah yang saat ini sedang dialami meidina akan mendatangkan bahagia di kemudian hari namun itu kapan tak ada yang tau tentang itu kadang meidina juga bertanya tanya kenapa kehidupan sperti ini kapan takdir baik menghampirinya.


saat ini Mei sudah sampai di sekolah dia menampakan wajah murungnya.


"assalamu'alaikum"ucap santia saat memasuki kelas


" waalaikumsalam" meidina


"tumben yah belum ada siapa siapa aneh" santia


"ntah lah" meidina


lalu tak lama dari itu orang orang berdatangan termasuk amelia. saat sampai amelia segera menghampiri meidina


"dorr" amelia.


namun tak ada respon kaget atau apapun pada meidina


"woyy Mei kenapa kamu" amelia


"enggak" meidina


"apaan yang enggak" amelia


"Iyah gak kenapa napa" meidina


"kok murung sih, biasa aja dong Mei jawabnya jangan sinis"amelia.


namun tak ada sahutan dari meidina


" yaudah akh aku pergi lagi aja" amelia


"yaudah sana" meidina


lalu amelia pergi menuju kelasnya meninggalkan meidina. dan naila menghampiri meidina


"Mei kenapa sih murung gitu, terus kaya yang abis nangis juga" naila


"ngak papa kok lagi gak mood aja" meidina


"gak mood nya karena apa" naila


"gak papa kok" meidina


"beneran jangan bohong dong Mei" naila


"ngak bohong kok" meidina


"ayo dong cerita Mei aku mohon" naila


"cerita apa" meidina


"yah ini kamu karena apa" naila


"yah gak papa" meidina

__ADS_1


saat percakapan itu meidina melihat sekeliling dan melihat owen melewati kelasnya awalnya ia melihat tapi saat itu tiba tiba owen masuk kedalam kelas sehingga meidina pun menunduk


__ADS_2