
pov meidina....
saat ini ia tengah berjalan menuju sekolah dengan berjalan kaki.... tiba tiba di belakangnya ada seekor anjing yang mengikuti....
"ouh tidak ada anjing mengikutiku bagaiamana ini siapapun tolong aku" ucapnya dalam hati sambil berjalan cepat dengan wajah paniknya.... dan anjing itu malah berlari menuju dia sambil menjulurkan lidahnya....
"Aaaaa mama" teriaknya sambil sedikit terisak dia hampir mengeluarkan air matanya... diapun naik di tembok pinggir terortor sambil menunggu anjing itu pergi.... mungkin orang yang melihat nya akan tertawa terbahak bahak melihat tingkahnya....
"aihh siapapun tolong aku ingin cepat cepat sampai sekolah begini nih kalau tidak ada teman berangkat.... kamila malahenyuruhku berangkat lebih dulu menyebalkan" ucapnya pelan setelah dia turun dari tembok trotoar dan mulai berjalan lagi...
note: kamila adalah keponakan nya yang satu tahun lebih tua dari dia
dengan langkah yang tergesa gesa itu dia berjalan dan akhirnya dia sampai disekolah... yah seperti biasa keadaan sekolah sepii... dia tak langsung masuk ke kelas dia menunggu amelia...
baru saja dia ingin melangkah ke kelas ada Amelia yang sedang mengendarai motornya yang mau mulai memasuki gerbang sekolah tapi tak jadi..
"meii.. "ucap Amelia
" lia kenapa, aku menunggu mu tadi, dan baru aku mau melangkah ke kelas kau sudah ada"ucap meidina
"ayo antar aku yu" ucap Amelia
"mau kemana, aku simpan tas dulu saja" ucap meidina
"jangan, cepat ayo naik saja" ucap Amelia
"ekh tapi" ucap meidina terpotong
"ayolah cepat naik saja nanti juga kan kita akan kembali lagi, kau bisa menyimpan tas nanti" ucap Amelia
"baiklah" ucap meidina diapun mulai naik ke motor Amelia.
"sudah naik" ucap Amelia
"sudah" ucap meidina
Amelia segera menekan gas nya...
"heii hati hati, kita mau kemana sih" ucap meidina
"yah gak tau jalan aja lah, sekalian nanti ketemu Owen kan dia kan arah rumahnya disini" ucap Amelia yang mengarahkan motornya menuju jalan yang akan melewati rumah Owen..
"heii Owen tidak ada" ucap meidina
"kemana dia" ucap Amelia
"dia kan kejakarta... " ucap meidina
"kapan memangnya" ucap Amelia
"kemarin.... " ucap meidina
__ADS_1
"ouh yang dia mau ngomong dan kau tinggalkan itu berarti dia mau bilang" ucap Amelia
" Iyah itu mau bicara tapi ku tinggalkan" ucap meidina
"heii kau jahat sekali kalau di ambil orang bagaimana, dan kau tak tau sepertinya Lina juga menyukai Owen dia sedikit dekat dengan owen" ucap Amelia
"yah ku memang jahat tapi aku tuh orang yang gak suka berbicara dan dilihat oleh orang banyak saat itu aku menjadi pusat perhatian.. aku tau soal dia dekat dengan Lina bahkan banyak yang dekat dengannya tapi dia itu tipikal orang setia tak mungkin dia berpaling" ucap meidina
"heii setia kan hanya pada pasangannya, lalu kau siapanya sampai merasa dia tak akan berpaling, apa mungkin kalian memang sudah jadian..." ucap Amelia
deg....
perasaan meidina langsung menyeruak disisi lain dia tak mau kehilangan Owen tapi dia pun belum bisa menerima Owen sepenuhnya sebagai pasangan... saat ini dia cukup ingin hubungannya terus seperti ini bersama Owen tak mau sampai menjadi asing sampai kapanpun.
meidina selalu berpikir jika dia berpacaran dengan Owen pasti akan ada kata putus nantinya, sedangkan meidina tidak mau sampai ada kata putus..
"yah bisa dibilang begitu tapi aku kan masih takut dalam memulai hubungan,,, udah lah kita ini sudah terlalu jauh ayo kembali lagi ke sekolah" ucap meidina
"yasudah ayo lagian juga aku sudah puas jalan jalannya" ucap Amelia
"kau ini aneh sekali mengajakku ikut tapi tanpa ada tujuan" ucap meidina
"tak apa sekali kali nakal tidak masalah kan, lagian kita sampai bel masuk pun belum akan menyala, lagian temanmu tub banyak yang suka telat, kau saja yang selalu tepat waktu, jadi tak akan masalah bila kau kesiangan" ucap amelia
"heii tidak ada kata kesiangan dalam prinsipku, aku lebih baik lebih awal datang dari pada kesiangan" ucap meidina
"yah sudah sekarang sudah sampai juga kan kita ayo kau turun" ucap amelia yang mulai memarkirkan motornya diparkiran
lalu mereka berdua berjalan menuju kelas dan berpisah ditengah tengah ...... karena kelas mereka tetanggaan.
"sudah lah aku ke kelas dah" ucap meidina
"iyah sana nanti teman temanmu aka kaget melihatmu baru datang" ucap amelia meledek
"akh sudah pasti" ucap meidina sambil memutar bola matanya malas... dan melangkah ke kelas nya..
saat masuk teman temannya tampak sedang berkumpul..
"assalamu'alaikum, kalian sedang apa" ucap meidina
"waalaikumsalam, kami sedang mengerjakan PR apa kau sudah" ucap Santana
"tentu saja, aku tidak pula pada tugasku tidak seperti kemarin karena aku kecapean... jadi aku melupakan PR" ucap meidina
"yasudah coba aku lihat punya mu" ucap santana
"bukan lihat tapi kau mau mencontek benar kan" ucap meidina
"itu kau tau" ucap santana
"akhh kalian sudah biasa begitu" ucap meidina
__ADS_1
"Mei sini bukumu cepat aku mau melihat aku belum mengerjakan PR juga" ucap naila tiba tiba
meidina mulai membuka tas nya dan mengeluarkan bukunya
"ini nai bukunya" ucap meidina
"hei aku yang meminta mencontek lebih dulu lalu kenapa kau memberikan pada naila" ucap santana
" heh terserah ku buku buku milikku, itu hak ku, lagian bukannya kau lebih pintar dari ku soal mengerjakan matematika lalu kenapa kau malah mau menyontek" ucap meidina ketus
"kalau ada yang mudah untuk apa mempersulit diri" ucap santana
"lebih baik mengalami kesulitan terlebih dahulu untuk bisa melewati kemudahan berikutnya, dari pada melewati kemudahan lalu kau mendapat kesulitan tanpa tau jalan keluar" ucap meidina
"akh terserah ku saja" ucap santana
"prinsipmu sunggu buruk" ucap meidina
" heii Mei kau malah ceramah cepat bantu aku jelaskan maksud dari semua ini dari mana munculnya angka angka ini" ucap naila
" baiklah jadi begini..... " ucap meidina menjelaskan semuanya....
setelah itu mereka belajar dengan tentram tak ada cukup banyak kesulitan hari ini, sampai akhirnya sekarang sudah memasuki jam pulang...
seprti biasa meidina pulang sendiri, hari ini dia sedikit tergesa gesa karena ingin cepat sampai di rumah... ia ingin mengirimi pesan pada Owen dia ingin tau saat ini Owen sedang apa...
setalah sampai di rumah ia segera membersikan dirinya... di rumah tak ada ibunya ia segera bertanya pada ayahnya...
"pa ibu mana" ucap meidina
"kerumah bibimu mungkin, tapi di tidak bilang" ucap ayah meidina
"lalu sekarang bapa mau kemana" ucap meidina
"keluar" ucap ayah meidina
"ouh yasudah" ucap meidina
"kalau kau mau makan sudah ada lauknya disana" ucap ayah nya sambil menunjuk ketempat dimana menyimpan makanan..
"ouh Iyah pa nanti saja" ucap meidina...
setelah itu meidina duduk dikamarnya dan mengambil hpnya dia langsung mengirim pesan pada Owen
haii Owen...
tak ada balasan juga dari Owen namun sudah ada tanda centang dua...
"Owen belum membalas apa dia sibuk yah, tak apalah aku tunggu saja" ucap nya dalam hati...
sambil menunggu balasan dari Owen dia melamun dia memikirkan perkataan amelia....
__ADS_1
"benar kata amelia, aku ini siapanya, sampai percaya diri dia tak akan berpaling, apalagi banyak yang dekat dengan dia kak ima, lalu sekarang Lina, akhh aku pusing dengan sikapmu yang begini dia akan terus bersama ku apa tidak, tapi dengan sikapnya yang terus bisa memaafkan aku aku yakin dia akan terus bersama, lagian aku hanya ingin terus bersamanya walaupun nantinya dia tak benar benar menjadi milikku, setidaknya aku punya orang yang benar benar ku jadikan sandaran dan sepertinya aku memang harus lebih terbuka padanya agar dia mengerti, aku memang menerimanya tapi aku terlampau takut untuk kecewa kesekian kalinya... aku ingi lihat sampai mana dia akan terus memerjiangkaku baru aku mau menjadi pacarnya... karena aku tak cukup yakin pada laki laki manapun" lamunan meidian