
sekolah.
saat ini Mei dan sedang mengerjakan tugas sekolahnya.
disudut pintu tampak ada seseorang yang sedang memperhatikan nya.
"kok kaya ada yang ngeliatin yah apa cuman perasaan aja coba aku liat"batin meidina
saat dia melihat ke sekeliling dan saat itu matanya bersitatap dengan orang itu beberapa saat. meidina langsung tersentak dan dia tercekat lalu menundukan pandangannya.
" tuh kan bener ada yang liatin, Owen lagi dia lagi ngapain sih mandangin aja, udah lah aku lanjut ngerjain tugas aja" ucap meidina dalam hati.
pov Owen
dia sedang bersiap siap untuk sekolah tiba tiba HP nya berdering.
"ibu, kenapa yah ibu nelpon, apa keadaan ibu mkin buruk" ucapkanya lalu dia segera mengangkat telponnya.
hallo bu
^^^hallo kak^^^
Iyah bu kenapa bagaimana keadaan ibu
sekarang.
^^^nak keadaan ibu sedikit memburuk^^^
^^^hari ini ibu mau ke rumah sakit^^^
hah ibu kerumah sakit ya Alloh
apa sampai separah itu.
^^^tidak terlalu nak tenang lah boleh ibu^^^
^^^minta tolong. ^^^
minta tolong apa bu
^^^kamu datang kesini bersama Rey^^^
^^^tolong jaga adikmu selama ibu ^^^
^^^berada di rumah sakit. ^^^
tentu bu baik Owen akan kesana
bersama rey, apa sekarang saja bu
Owen berangkat nya, Owen tak akan
jadi berangkat sekolah.
^^^nanti saja setelah kau pulang sekolah^^^
^^^sekarang kau sekolah lah dulu^^^
^^^minta ijin pada guru mu dulu ^^^
^^^takutnya kau akan lama disini na^^^
baiklah kalau begitu.
^^^nak apa kah perlu ibu kirim uang ^^^
^^^untuk ongkos kau kesini^^^
tak perlu bu masih ada uang kok
dan aku juga punya sedikit simpanan
^^^baiklah kalau begitu nak, hati hati yah^^^
^^^nanti bilang saat kau akan berangkat^^^
Iyah baik bu kalau begitu kakak
akan berangkat sekolah
^^^yaudah hati hati yah nak^^^
__ADS_1
^^^assalamu'alaikum^^^
waalaikumsalam bu
telpon pun berakhir..
Owen segera bergegas keluar dari kamar dan dia segera memangil adeknya.
"rey" ucap Owen
"kenapa" ucap rey
"kata ibu nanti setelah pulang sekolah kita harus segera ke kota" ucap Owen
"kenapa memangnya dengan ibu" ucap rey
"keadaan ibu makin memburuk dan hari ibu akan kerumah sakit" ucap Owen
"ya Alloh, kenapa tidak sekarang saja kita berangkat kesananya" ucap rey
"kata ibu kita ijin dulu ke sekolah baru nanti kita kesana masa kita kesana tanpa ijin dulu pada pihak sekolah dan kemungkinan akan lama kan"ucap Owen
" ouh begitu baiklah" ucap rey
"yasudah ayo berangkat sekolab sekarang" ucap Owen
"ayo" ucap rey
lalu owen mengambil motor dan mulai melakukan motornya menuju sekolah..
tak berselang lama mereka sudah sampai di sekolah Owen memarkirkan motornya dan rey pun turun. Owen juga turun dari motornya lalu dia mulai berjalan menuju kelas, saat sambil berjalan dia mengingat meidina.
"apa meidina sudah smapai, akh yah tadi aku lupa mengiriminya pesan karena menelpon ibu, aku ke kelas dulu saja baru aku akan menemuinya dan bilang bahwa aku akan ke Jakarta dalam waktu lama" ucap Owen dalam hati
setelah sampai Kelas dia segera menyimpan tas nya dan dia segera berlalu ke kelas meidina tanpa mempedulikan tatapan teman temannya yang bingung melihat Owen yang begitu tergesa gesa.
saat hampir di depan kelas meidina dia bertemu dengan orang orang di kelas nya yang menyapanya.
"Hai owen mau kemana" ucap Dylan
"eumm itu..." ucap Owen gugup
"paling Owen mau nemuin si Mei kan" ucap husna
baru sampai depan pintu kelas ana dia menghentikan langkahnya dia mrlihat ana yang sedang duduk dan pokus dengan buku bukunya.
"tampaknya dia sedang sibuk untuk aku mengajaknya berbicara pasti dia tak akan mau" ucap Owen diapun menatap Owen saja dari depan pintu.
cukup lama Owen mentap meidina dengan dia dan tak berselang dari itu meidina menolah dan mereka saling menatap cukup lama dan saat Owen akan membuka mulutnya untuk berbicara tiba tiba meidina sudah langsung menunduk lagi.
"akh kenapa meidina malah menunduk lagi tampaknya dia sedang sibuk tapi aku ingin terus memandangnya sedangkan bel masuk pun akan segera berbunyi, akh lebih baik aku pergi saja nanti saja saat istirahat aku mengatakannya" ucap Owen lalu dia mulai kembali ke kelasnya
"hei sudah bertemu Mei nya" ucap husna
"akh tidak jadi dia tampaknya sedng sibuk bersama buku bukunya" ucap Owen
"yah dia lupa tugasnya belum dia kerjakan dan akan dikumpulkan hati ini, pagi pagi sudah heboh saja padahal itu bukan hal yang besar" ucap husna
"tak biasanya dia seperti itu" ucap Owen
"kan dia sibuk mungkin berkirim pesan bersama mu jadi dia sampai lupa pada tugasnya" ucap Dylan mengoda
"akh tidak juga, baiklah aku ke kelas dulu" ucap Owen...
sambil berjalan menuju kelas dia memikirkan "kenapa meidina lupa mengerjakan tugasnya bukan kah saat berkirim pesan dia kadang bilang akan mengerjakan tugasnya dan saat diingat ingat ternyata kemarin kan meidina sibuk dengan urusan rumah bahkan sampai tak begitu intens berkirim pesan, bahkan meidina tidur lebih awal" ucap Owen...
Owen sudah masuk ke kelas nya.
skipp.... jam istirahat...
setelah jam istirahat tiba Owen bergegas keluar dia akan menemui meidina kembali tapi baru beberapa langkah keluar dia sudah menemukan Meidina yang habis dari kantin bersama teman temannya....
dia mendekati meidina
"hei" ucap Owen
meidina lalu menoleh dengan tatapan sinis nya lalu berkata "Iyah"
"aku akan kejakarta nanti sore" ucap Owen
melihat situasi yang begitu ramai dan meidina yang selalu malas bila mengobrol secara langsung didepan banyak orang membuatnya berjalan begitu saja.
__ADS_1
"hei apa kau mendengarkan" ucap Owen
"yah, pergilah dan hati hati" ucap meidina lalu pergi ke kelasnya dengan sedikit berlari
Owen sedikit kecewa dengen respon meidina yang seperti itu lalu berjalan menuju kantin
"aku akan coba bilang lagi nanti saat jam pulang tapi dengan cara dan nada dingin seperti yang dia lakukan" ucap Owen dalam hati dengan tatapan mata yang begitu tajam
sedangkan saat ini meidina....
"ya ampun mengapa respon ku tadi seperti itu, akh bagaimana dengen pikiran Owen nanti, aku tak suka saat berbicara dilihat oleh banyak orang begitu.. akhh maafkan aku owenn, semoga kau tak marah padaku" ucap meidina dalam hati...
bel masuk sudah berbunyi dan mendakan jam istirahat sudah selesai.....
saat ini meidina sedang pokus belajar sedangkan karlina yang pindah dan duduk di sebelah meidina dia mulai ngantuk ngantuk...
"hei karlina kau malah ngantuk ngantuk ayo cepat menulis... " ucap meidina
"syutt aku udah gak kuat banget ngantuk, nanti aku pinjem buku farida aja" ucap karlina
"hah... dasar kebiasaan sudah menumpuk tuh yang akan kau tulis dirumah, dan pada akhirnya kau menulis disini atau menyuruhku menuliskan dibuku mu" ucap meidina
"hehe syutt" ucap karlina
tak terasa sudah waktunya jam pulang....
"akhirnya pulang juga, tapi aku pulang bareng siapa yah"ucap nya pada karlina sambil berjalan
" sendiri aja" ucap karlina
"tega bangett" ucap meidina
"harus berani lah deket ini" ucap karlina
"ngak nanti aja beraninya" ucap meidina
mereka sudah sampai di gerbang dan obrolan mereka terkherti saat Owen menyapa meidina
"heii aku benar benar akan pergi kejarta sekarang aku gak tau pulangnya kapan aku pamit" ucap Owen
"baiklah hati hati....." ucap meidina yang belum selesai dia berbicara Owen sudah melakukan motornya berlalu pergi...
dengan wajah datarnya meidina menatap Owen dingin karena dia tidak suka diperlakukan begitu. dia pun berjalan pulang tanpa mempedulikan karlina yang tadi bersamanya....
"hah apa Owen marah rasanya aku ingin cepat cepat sampai dan mengiriminya pesan" ucap meidina dalam hati sambil berjalan dengan cepat...
dengan jalan yang begitu cepat akhirnya dia sampai di rumah.saat sampai dirumah dia langsung menganti bajunya dan dia disuruh oleh ibunya akhirnya dia melupakan niatnya yang akan langsung mengirimkan pesan pada Owen...
setelah semua selesai meidina lalu memegang hpnya dan dia mulai membuka apk whatsapp...
"hah Owen tidak mengirim pesan padaku...
meidina lalu melihat story dan Owen membuat story sudah berada di buss...
bisa bisanya dia tidak mengirim pesan padaku,
lalu dia membalas story Owen...
kamu udah berangkat kah...
^^^ udah^^^
hati hati yah di bus nya.
^^^Iyah makasih^^^
selamat sampai tujuan yah
^^^huum udah dulu ya^^^
humm yaudah..
tapi kamu belum cerita tentang kenapa
kamu ke kota...
^^^nanti aja aku gak akan main HP dulu^^^
akhh baiklah hati hati pokoknya.
percakapan berakhir....
__ADS_1
"apa dia masih marah semoga marahnya tak berkelanjutan aku gak mau sampai dia pergi dari aku, ya Alloh semoga dia baik baik di perjalanan dan semoga dia tak marah dan tidak pergi karena sikapku" ucap meidina dalam hati sambil terus merenung.
dia terus melamun memikirkan Owen.... bahkan ibunya menyuruh makan dia tak bergegas pergi untuk makan dia malah diam saja dan akhirnya ibunya malah mengoceh karena meidina tak kunjung makan....