
Azzahra Albert atau biasa dipanggil Zara adalah seorang pelajar yang baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama.
Ayah Zarah ada seorang ceo dan ibu Zara adalah seorang direktur di kantor milik kakaknya, dan selalu sibuk dengan urusan mereka masing masing.
Sehingga Zara yang merupakan anak tunggu dari ayah dan ibunya itu sering merasa kesepian. Untunglah Zara memiliki sahabat bernama Ariny atau biasa dipanggil Arinoy oleh Zara. Mereka menjalin persahabantan sejak menduduki bangku Sekolah Dasar.
Zara lahir pada tanggal 15 juli 2001, dan sekarang sudah berumur 14 tahun sebulanan lagi akan berulangtahun yang ke 15
Sedangkan sahabatnya Ariny lahir pada tanggal 7 juni 2001, dan sekarang umurnya sudah 15 tahun, sehari hari yang lalu mereka merayakan ulang tahun Ariny.
.
Hari pengambilan formulir pendaftaran 8 Juni 2016 (pendaftaran dilakukan secara langsung pada waktu itu belum dilakukan secara online)
Zara dan Ariny telah tiba disebuah sekolah. Sekolah yang tampak asri dengan banyak pohon pohon yang hijau, yah sekolah itu merupakan sekolah adiwiyata mandiri.
Sekolah yang diminati Zara dan Ariny adalah sekolah kejuruan ternama di kota A. Sekolah itu juga telah meraih banyak prestasi baik dalam prestasi akademik maupun non akademik.
Setelah memarkirkan motor mereka di sebuah parkiran sekolah, Zara dan Ariny menuju sebuah gedung tempat pengambilan formulir.
Sampai disebuah gedung, mereka melihat sebuah ruangan dengan jendela yang bertuliskan LOKET PENGAMBILAN FORMULIR PESERTA BARU TAHUN 2016.
Di depan pengambilan formulir terdapat 3 siswa yang sedang mengantri, kenapa cuman 3 orang karena ini masi sangat pagi dan loket baru saja buka.
Mereka bergegas kesana dan ikut mengantri juga. Ariny mengantri di urutan ke 4 dan dibelakangnya Zara di urutan ke 5.
Setelah menunggu beberapa menit, tibalah gilirannya Ariniy untuk mengambil formulir. "Selamat pagi bu" sapa Ariny dengan riang pada seorang guru perempuan yang bertugas memberikan formulir untuk siswa baru.
"Pagi" jawab ibu guru itu singkat dengan mukanya yang datar sambil memberikan formulir kepada Ariny.
"Terimakasih bu" kata Ariny sambil mengambil firmulir yang diberikan ibu guru itu kepadanya.
"hem" jawab ibu guru itu dengan deheman.
Ariny pun bergegas pergi dari depan loket pengambilan formulir. Ia berjalan magak menjauh dari sana dan menunggu Zara selesai.
"Iiih gurunya cuek betul sih, bikin deg degan aja deh" gumam Ariny.
Kembali ke Zara yang sedang mengambil formulirnya di loker. ia tampak tersenyum tipis sambil menyapa guru yang bertugas.
__ADS_1
"Selamat pagi bu" sapa Zara dengan senyumnya yang tipis. yah dia orangnya dingin jika dengan orang yang tidak dekat dengannya, apalagi jika baru pertama kali bertemu.
"Pagi" jawab ibu guru itu singkat dan datar sambil memberikan formulir kepada Zara.
"Terimakasih bu" kata Zara sambil mengambil formulir yang diberikan kepadanya, dan langsung pergi dari sana tanpa menunggu jawaban ibu guru tersebut.
Zara menuju tempat Ariny berdiri menunggunnya. Zara berjalan tanpa ekspresi sama sekali, itu berhasil membuat Ariny berfikir bahwa Zara sedikit berbeda dari yang lain.
"Astagaa temanku, kenapa dia tidak bisa senyum kepada orang orang yang di lewatinya? begitu begitukan mereka bakal jadi teman kita. kenapa orang itu sangat dingin sih?" tanya Ariny dalam hatinya.
Setelah menyadari jika sahabatnya itu sudah berdiri didepannya, Arinoy pun mengajak Zara pulang. "Pulang yuk ra, bosan gue. Gak ada yang ganteng kaya oppa oppa korea wkwkwk" kata Arinoy sambil terkekeh
"Yuk" kata Zara sambil berjalan menuju parkiran mobil.
mendengar respon Zara, Ariny pun mengelus dadanya. "Sabar yah Ariny kamu, teman lo memang begitu. kamu sudah sembilan tahun berteman harusnya tidak perlu jengkel, sabar sabar." gumam Ariny menenangkan dirinya sendiri, sambil berjalan menuju parkiran.
Zara yang mendengar itu pun biasa saja, menurutnya Ariny sudah sering mengeluh tentang dirinya terang terangan di depannya.
Saat sampai di parkiran motor, Zara dan Ariny menuju motornya. Ariny naik ke motornya lalu menyalahakannya. Setelah itu, Zara ikut naik dibelakang Ariny.
Yah Zara tidak lancar membawa motor jadinya Ariny yang selalu membawa motor jika berpergian menggunakan motor. lain halnya jika berpergian menggunakan mobil, jika berpergian menggunakan mobil maka Zara lah yang selalu membawanya.
Setelah jauh dari sekolah, Ariny melihat sebuah cafe dan berminat untuk mampir dan nongkrong di sana. jadinya iya memberhentikan motornya tepat di depan cafe itu.
"Zara, kita nongkrong yuk" kata Ariny tanpa turun dan mematikan motornya.
"Baiklah" kata Zarah singkat.
Ariny yang senang mendengar Zara setuju langsung memarkirkan motornya di tempat parkir depan cafe.
Ariny mematikan motornya dan Zara mulai turun dari motor disusul oleh Arinoy. Setelah itu mereka masuk di cafe itu.
"Duduk dimana?" tanya Zarak kepada Ariny.
"Duduk di sana saja" kata Ariny sambil menunjuk meja kosong dekat dengan kaca yang memperlihatkan orang yang berlalu lalalng dijalan raya.
"Baiklah, kamu duduk disana aku akan pesankan untukmu juga" kata Zara kepada Ariny.
"Oke, aku pesannya Boba yang original aja yah sama, hm... ntar aku mikir dulu" kata Ariny sambil berfikir.
__ADS_1
Setelah beberapa detik berfikir akhirnya ia angkat bicara. "pesankan kentang goreng aja deh, aku lagi gk mood makan yang lain" kata Ariny yang diangguki Zara.
Zara menuju tempat pemesanan dan Ariny menuju ke sebuah meja yang sudah disepakati bersama dengan Zara.
Zara sampai di tempat pemesanan dan memesan pesanan yang di inginkan dan pesanan Ariny.
"Mba, pesan boba yang original sama yang taro ya. sama kentang gorengnya yah mba 2" kata Zara kepada mba pelayan cafe tersebut.
"Baiklah mba apa tidak ada yang lain" kata mba pelayan cafe.
"Itu aja mba" kata Zara.
"Jadinya semua adalah blablabla" kata mba pelayan cafe.
Mendenda jumlahnya Zara pun mengeluarkan uang yang berada di dompetnya untuk membayar pesanannya.
"Terima kasih kak, silahkan tunggu sebentar." kata mba pelayan cafe kepada Zara.
Setelah menunggu beberapa menit, semua pesanan Zara sudah jadi. Zara pun membawa pesanannya dengan nampan yang sudah disediakan oleh pihak cafe.
Zara berjalan menuju Ariny sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan pesanannya.
Ariny yang melihat Zarah membawa pesanannya sangat antusias. pasalnya akhir akhir ini ia dan sahabatnya jarang keliar untuk nongkrong, dikarenakan fokus untuk ujian akhir mereka di tingat sSekolah Menengah Pertama.
Zara yabg sampai di meja tersebut, langsung meletakka nampan berisi pesanan itu didepan Ariny.
Ariny langsung saja meminum minuman favoritnya itu. "Akh... segarnya" kata ariny setelah meminum beberapa teguk minumnya.
.
.
.
.
...~~~~...
...Jika ada salah dalam penulisan author mohon maaf yah🙏. Jika ada saran dan kritik bisa ditinggalkan di kolom komentar, tapi jangan pedes" yah. Jangan lupa juga like dan tambahkan sebagai favoritnya temen temen yah, jika temen temen suka 😊...
__ADS_1