KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA

KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA
MASA PERKENALAN SISWA BARU


__ADS_3

Zara yang mendengar ocehan Ariny hanya tersenyum. Mereka pun melakukan pengembalian formulir dan mengikuti ujian masuk sekolah. Ariny dan Zara senang karena mereka sama sama lolos di jurusan yang mereka maui meskipun beda kelas.


"Ra, aku dikelas 10 akuntansi 2 nih, kamu kelas berapa?" tanya Ariny.


"Aku akuntansi 1" jawab Zara.


"Yah, kita pisah. Tapi gak papa deh kan tetanggan aja" kata Ariny.


Zara dan Ariny pun memulai sekolahnya dengan melewati masa perkenalan siswa baru. Di situ mereka di bimbin oleh para anggota osis yang merupakan senior mereka.


Dilapangan


"Selamat pagi para adik adikku sekalian" salam pembuka ketua osis.


"Pagi kakak" jawab seluruh siswa baru, eh gak seluruh Zara diam aja di dekat Ariny. Sedangkan Ariny sangat antusias karena ketua osis dan para kakak senior ganteng ganteng.


"Ra, ra. Liat tuh rah, kakaknya ganteng banget" bisik Ariny pada Zara.


"Hmm" jawab Zara berdehem.


"Yaelah, kumat lagi deh tu penyakit" kata Ariny, setelah itu ia fokus melihat ketua osis yang sedang memberikan penyambutan.


"Sekarang kaliah boleh bubar, tapi bukan buat main yah tapi buat keliling sekolah agar kalian lebih mengenal sekolah ini. Setelah makan siang kalian boleh ke kelas kalian masing masing, dan pastinya kalian sudah tau di mana kelas kalian setelah berkekliling. Di kelas kalian akan di bimbing oleh 3 senior kalian, dan itu berlangsung mulai hari ini sampai 3 hari kedepan." kata ketua osis itu lalu mengakhiri pidatonya.


Seluruh siswa baru pun bubar dan mulai berkeliling sekolah, ada yang ke kantin, ada yang mencari kelasnya, ada yang bener bener mengelilingi sekolah, ada yang ke taman, dan ada juga yang caper sama senior.


"Ra, kamu mau kemana dulu nih?" tanya Ariny.


"Kantin" jawab Zara singkat.


"Tumben Zara yang pintar lebih milih ke kantin dulu" ledek Ariny. Pasalnya Zara biasanya lebih suka di kelas diam dan membaca buku atau novel.


Zara tidak menjawab dan hanya berlalu meninggalkan Arinu sendirian. "Dasar kumat lagi tuh penyakit, untung sahabat" guman Ariny kesal, lalu berjalan mengikuti Zara.


Di kantin sudah ramai oleh siswa baru dan tentunya juga ada senior senior yang berbagai model dan gaya. (Tau sendiri lah yah gimana senior kalau babyak siswa baru)


"Mau makan apa ra, biar aku yang pesanin" kata Ariny.


"Air mineral sama roti" jawab zara sambil duduk di meja kosong yang ada di depannya.


"Noy, ingat" lanjut Zara.


"Iya, iya. Gak boleh ada seafood bersaudara sama harus makannan yang higenis" kata Ariny sambil memutar bolah matanya.


Zara selain alergi seafood, ia juga tidak suka makan sembarangan. Alasannya waktu SD dulu Zara pernah muntah muntah gara gara makan di kentin yang kurang higenis.

__ADS_1


Ariny pun pergi memesan makanan dan meninggalkan Zara yang tengah duduk sendiri.


"Hai, apa boleh aku duduk di sini?" tanya seorang lelaki yang suaranya Zara pernah dengar tapi ntah dimana.


"Hmm" balas Zara berdehem.


Dan duduklah 3 pria yang ternyata senior dan salah satunya adalah ketua osis. Dan Zara tidak tau jika yang duduk adalah para seniornya, ia fokus membaca novelnya sedari Ariny pergi memesan makanan.


Salah satu senior itu pergi untuk memesan makanan untuk dirinya dan temannya. Sedangkan Ariny berjalan menuju Zara dan ke 2 senior.


"Maaf ra lama, lagi antri" kata Ariny dan Zara hanya berdehem.


"Hai" sapa salah satu seniornya.


Ariny membulatkan matanya, ternyata yang duduk di depan Zara adalah senior senior ganteng (Menurut siswa lain dan Ariny tapi sara B aja)


"Hai juga kak" balas Ariny canggung, lalu ikut duduk di dekat Zara.


"Kenalin namaku Halamzah Muchtar, panggil aku Alam saja. Aku bendahara osis di sini" kata Alam sambil menyodorkan tangannya pada Zara dan Ariny.


"Ariny Kusuma, panggil aja Ariny kak" kata Ariny membalas jabatan tangan Alam lalu melepaskannya.


Zara dari tadi masi setia sama bukunya sehinnga Ariny menyenggol Zara dengan sikunya.


Alam hanya berdehem lalu menarik tangannya, setelah itu ketua osis pun juga ikut memperkenalkan dirinya.


"Aku Gebril william panggil gebril aja" kata Gebril sang ketua osis. Ia memperkenalkan dirinya tapi tidak mengulurkan tangannya.


Mereka asik mengobrol, bukan mereka tapi Ariny dan Alam saja yang mengobrol. Dan teman Gebril yang memesan makanan pun datang dengan membawa nampan yang berisi makanan.


"Maaf aku kelamaan, soalnya lagi rame" kata senior itu sambil meletakkan nampan di atas meja.


"Eeh, Zarah" kata senior sambil menunjuk Zara.


"Oh hai kak" sapa Zara dan akhirnya menutup bukunya.


"Kenal kamu sama Zara?" tanya Alam.


"Kenal lah dia sahabat adikku" kata senior itu lalu duduk di dekat Zara. Jadilah Zara duduk di antara Ariny dan senior itu.


"KAk ADITYA MASA GAK SAPA AKU SIH" teriak Ariny kesal.


"Ya ampun telingaku" batu mereka semua.


"Jangan teriak tetiak woi. ini buka hutan" tegus Alam.

__ADS_1


"Maaf kak" kata Ariny tertunduk malu.


"Hahahah, Ariny maafin kakak yah" kata Aditnya, kakak Ariny.


"Hmm" balas Ariny mengerucutkan bibirnya.


"Wah imutnya" batin Alam memuji Ariny.


"Makan makanan kalian dan jangan berbicara lagi" kata Gebril tegas. dan yang lain hanya mengikut patih, sedangkan Zara memang sudah menyantap rotinya semenjak ia selesai membaca buku.


"Dingin banget sih ni cewek" batin Gebril. Gebril gak nyadar kalau dia juga dingin tapi dinginnya masi bisa di kondisikan.


Mereka pun menyantap makanannya tanpa ada yang berbicara, setelah selesai mereka pun berpisah untuk melakukan aktivitas masing masing.


"Ra, ke kelas yuk. Males jalan aku" kata Ariny merangkul tangan Zara.


"Yuk" balas Zara.


Mereka pun berjalan mencari kelas mereka masing masing. Karena belum waktunya jam masuk Ariny mengunjungi Zara ke kelasnya.


"Ra bosan aku di kelas, belum dapat temen lagi" kata Ariny yang sudah duduk di dekat Zara. Zara duduk di paling pojok belakang dekat jendela, karena ia suka melihat keluar.


"Di situ aja dulu" jawab Zara.


Tak lama bel masuk pun berbunyi


Kring kring kring


"Ra, aku balik kelas dulu yah. dadah" kata Ariny melambaikan tangan.


"Hmm" balas Zara berdehem dan membalas lambaian Ariny tapi hanya melangangkat tangannya.


Zara pun kembali fokus pada novelnya, dan masuklah 3 senior ke kelas mereka. 1 senior perempuan dan 2 senior laki laki


.


.


.


.


...~~~~...


...Jika ada salah dalam penulisan author mohon maaf yah🙏. Jika ada saran dan kritik bisa ditinggalkan di kolom komentar, tapi jangan pedes" yah. Jangan lupa juga like dan tambahkan sebagai favoritnya temen temen yah, jika temen temen suka 😊...

__ADS_1


__ADS_2