KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA

KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA
ZARA YANG BARU


__ADS_3

"Kalian jangan menuduh pacarku, dan lagi aku sudah pacar 2 tahun sama Gebril gak mungkin dia ada pacar lain" kata Itzy sambil menggandeng lengan Gebril posesif.


"Jika Zara tau semua ini, ia akan sangat kecewa pada kakak" kata Dewi lalu menarik Ariny pergi menjauh. Ia tau jika Ariny sekarang sedang emosi, jika tidak membawanya ntah apa yang akan terjadi.


Seminggu berlalu dan Zara pun tak kunjung datang ke sekolah, ia juga tidak ada kembalu ke rumahnya.


Di sekolah, para siswa dan siswi di hebohkan dengan sebuah mobil sport mewah yang hanya ada beberapa di dunia.


Mobil itu tampak berhenti di parkiran khusus untuk kepala sekolah. Ketika pintu mobil terbuka, tampaklah seorang siswa.


Yah dia adalah Zara, ia menggunakan seragam sekolah yang pas body. Biasanya Zara menggunakan seragam yang longgar tapi sekarang ia datang dengan menggunakan baju yang pas body dan rok abu abu yang tingginya sejengkal di atas lutu, biasanya ia menggunakan rok sepam dengan tinggi selotot.


Ia juga menggunakan sepatu sport putih dengan kaos kaki setumit, biasanya ia akan menggunakan sepatu sneakers dengan kaos kaki putih menutupi setengah betisnya.


Rambut yang biasanya dibiarkan terurai atau di ikat satu, sekarang di curly dan di tata dengan rapih. Sungguh berbeda dari Zara yang mereka kenal.


"ZARA" teriak Ariny memanggilnya. Ariny yang bersama Dewi langsung saja berlari menuju Zara.


"Astaga ini benar benar Zara kan? kamu kemana aja? kamu gak kenapa napa kan?" tanya Ariny sambil membolak balikkan badan Zara.


Zara yang dibolak balik Ariny hanya memutar mola matanya. "Gak papa" jawab Zara.


Puas mebolak balik badan Zara, Ariny pun memeluknya dan Dewi yang berada di sampingnya juga ikut memeluk Zara.


Prok Prok Prok


"Waah para gadis miskin bersatu" ejek Feby.


Mendengar suara pengganggu, Zara cs pun melepaskan pelukan mereka.


"Wah, penampilanmu berubah bahkan kamu bawa mobil sport. Apa jangan jangan kamu ngej@l@ng lagi" kata Devi menghina Zara.


Zara tidak memperdulikan perkataan Feby dan Devi, ia lebih memilih meninggalkan mereka. "Kelas yuk" ajak Zara pada temannya.


"Eh jangan main pergi pergi aja, pindahin nih mobil hasil jalang mu. Ini tuh parkiran khusus untuk kepala sekolah dan pemilik sekolah" Bentak Feby.


Zara dan teman temannya tidak peduli dengan apa yang dikatakan Feby. Mereka tetap berjalan masuk tanpa memperdulikan kedua bersaudara itu.


Dijalan menuju kelasnya, Zara cs berpapasan dengan Gebril dan Itzy yang sedang jalan bersama sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


"Inikah namanya sakit tapi tidak berdarah" batin Zara, ia sebisa mungkin mengontrol dirinya agar tidak menangis.


"Zara" panggil Gebril.


Zara tetap berjalan ke kelasnya tanpa mengiraukan Gebril. Hatinya masi sakit dan kecewa, tapi ia menguatkan dirinya untuk tidak berlarut dalam kesedihannya. Sudah cukup. seminggu ia bersedih.


Gebril ingin mengejar Zara, tapi di cegah oleh Itzy. Gebril tidak ingin menyakiti orang yang ia sayang, tapi ia juga tidak ingin menyakiti orang yang sudah mengorbankan masa depannya untuk dirinya.


Dikelas Ariny dan Dewi menemani Zara, mereka khawatir dengan Zara.


"Kenapa belnya gak bubyi bunyi yah dari tadi, kan seharusnya sudah waktunya jam pelajaran pertama" kata Dewi sambil melihat jam tangannya.


"Hari ini Free, papaku bakal datang berkunjung" kata Zara.


Pengumuman


untuk semua siswa diharapkan berkumpul di aula sekarang juga


"Tuh pasti papah nih yang berkunjung" kata Zara.


"Yaudah ayok kita ke aula" kata Ariny lalu menarik tangan Zara dan Dewi.


Di aula tampak ricuh dengan siswi yang tengah histeris melihat seorang pria paruh baya yang masih sangat tampan.


"Om culik aku om" teriak siswi B.


"Om mau nggak om jadi dedy sugar ku" kata siswi C.


Zara cs juga memasuki Aula dan memilih berdiri di bagian paling belakang. "Astaga itu papamu ra, ganteng banget" kata Dewi melihat papa Zara dengan tatapan berbinar.


"Itu punya mamaku" kata Zara tegas.


Maaf ra, aku cuman mengaguminya saja. Ariny biasa saja melihay papa Zara karena sudah terbiasa. Ariny juga histeris saat pertama kali melihat papa Zara, tapi waktu masih SD jadi Ariny tidak mengeluarkan kata kata seperti siswi yang lain.


"Tenang semuanya" kata kepala sekolah yang suaranya memenuhi seisi aula, yah ia berbicara menggunakan mic.


"Hari ini kita kedatangan pemilik dari sekolah ini, perkenalkan dia adalah Karlt Albert" lanjut kepala sekolah dan mempersilahkan papa Karlt untuk maju.


Papa Karlt pun maju dan mengambil mic yang diberikan kepala sekolah. "Selamat siang" sapa papa Karlt dingin dan datar.

__ADS_1


Di sisi Ariny cs


"Ya ampun om Karlt dingin banget, datar lagi mukanya. Pantes aja anak kaya gitu" kata Ariny melihat papa karlt lalu menatap Zara.


Sedangkan Zara dan Dewi hanya diam dan tidak mengeluarkan kata kata sedikitpun. "Kacang kacang kacang" kata Ariny sedikit berteriak.


oke kembali lagi ke sisi papa Karlt


"Saya ingin mengumumkan sesuatu, untuk nama yang saya panggil silahkan kesinu. Dewi dan Arinoy" panggil papa Karlt.


"Astaga papa ketularan aku panggilnya Arinoy" bati Zara menepuk jidatnya.


"Napa tuh papa kamu manggil kita berdua?" tanya Ariny dan Zara hanya mengangkat kedua bahunya tidak tau, atau bisa dibilang pura pura tidak tau.


Dewi dan Ariny pun maju dan berdiri di dekat papa Karlt. "Untuk Dewi dan Ariny, kalian akan mendapatkan beasiswa full sampai lulus sekolah" kata papa Karlt dan membuat semua siswa kaget.


Ada yang bangga sama mereka berdua dan ada juga yang iri, apalagi mereka langsung diberikan beasiswa oleh pemilik sekolah.


"Saya juga mau menyampaikan seauatu pada kalian semua" lanjut papa Karlt.


"Zara ayo maju" panggil papa Zara, dan Zara hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu maju mendekat ke arah papanya.


"Atas nama Devi dan Feby juga maju" panggil papa Krlt lagi


Feby dan Devi tersenyum mengejek pada Zara, pasalnya tadi mereka sudah mengadukan pada kepala sekolah bahwa Zara memarkirkan mobilnya di parkiran khusus dan mereka juga melaporkan Zara jika Zara telah ngej@lang.


"Mampus kamu Zara" batin Feby.


"Pasti kita mau di kasi penghargaan nih gara gara habis lapirin Zara" batin Devi


Mereka pun sudah berdiri di dekat papa Karlt. "Devi dan Feby kamu dapat sp1 karena telah melaporkan sebuah kebohongan pada kepala sekolah" kata papa Karlt tegas


.


.


.


.

__ADS_1


...~~~~...


...Jika ada salah dalam penulisan author mohon maaf yah🙏. Jika ada saran dan kritik bisa ditinggalkan di kolom komentar, tapi jangan pedes" yah. Jangan lupa juga like dan tambahkan sebagai favoritnya temen temen yah, jika temen temen suka 😊...


__ADS_2