KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA

KISAH PUTIH ABU-ABU AZZAHRA
JURUSAN


__ADS_3

Ariny langsung saja meminum minuman favoritnya itu. "Akh... segarnya" kata ariny setelah meminum beberapa teguk minumnya.


Melihat Ariny meminum minumannya, Zara juga meminum minumannya karena sedaritadi ia juga merasa sangat kehausan.


"Arinoy (panggilan khusus Zara pada Ariny)" panggil Zara sambil terus memakan kentang gorengnya.


"Hem" jawab Ariny dengan dehemannya dan tanpa melihat ke arah Zara. ia sedang fokus memainkan hpnya sambil memasukkan kentang goreng kedalam mulutnya.


"Kamu rencananya mau ngambil jurusan apa noy?" tanya Zara.


Mendengar pertanyaan sahabatnya itu, Ariny langsung berfikir. "hmm, sepertinya aku akan mengambil jurusan akuntansi. meskipun aku tidak sepintar kamu, tapi aku cukup pintar juga jika saingannya bukan kamu hehehe." jawab Ariny cengengesan.


Arinoy memang selalu mendapatkan peringkat ke 2 dikelasnya, dan Zarah selalu menjadi juara 1. Bahkan Zara menjadi peringkat pertama di antara semua siswa ditingkatannya, Zara selalu mendapatkan nilai yang nyaris sempurna dan bahkan biasanya ia mendapatkan nilai sempurna.


"Kalau kamu ra, kamu mau ngambil jurusan apa?" tanya Arinoy balik.


"Sepertinya aku juga tertarik mengambil jurusan akuntansi" jawab Zara.


"Yaaah, kalau ada Zara aku gk bakal bisa jadi nomor satu deh heheh." kata Ariny menjadi tidak dengan nada bercanda.


"Tapi tidak apa. Kan kalau kita satu jurusan, kita jadi tidak terpisahkan hehehe. Jadi tidak perlu jauh jauh juga mengunjungimu atau mengunjungiku. " lanjut Ariny.


"Hem" dehem Zara sambil mengangguk, menandakan ia setuju dengan pendapat Ariny.


"Apa kamu udah ngabarin om dan tante kalau kita nongkrong di sini." tanya Ariny kepada Zara.


Ariny memanggil orang tua Zara dengan sebutan om dan tante, karena ia sudah kenal dan malah dekat dengan orang tua Zara. Begitu juga Zara kepada orang tua Ariny.


"Belum" jawab Zara singkat.


"heh, kamu kebiasaan Zara." kata Ariny sambil menghela nafasnya.


Zara merespon Ariny hanya dengan mengkat kedua bahunya.


Yah Zara tidak pernah meminta izin kepada kedua orang tunya jika kedua orang tuanya lagi kerja. Bukannya durhaka tapi kedua orang taunya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak ada wakti untuk anaknya, bahkan waktu untuk membalas WhatsApp anaknya.


Itulah kenapa Zara malas meminta izin, ujungnya juga tidak dibalas sebelum orang tuanya belum selesai belerja. Zara hanya meminta izin kepada kedua orang tuanya jika kedua orang tuanya itu ada di rumah.


Tak terasa mereka berdua berbincang bincang sambil memakan cemilannya, kini waktu sudah menunjukkan jam dua siang.


Mereka sudah nongkrong di cafe itu berjam jam lamanya, bahkan Ariny sudah menambah minuman favorinya.


Setelah bosan mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah mereka. Mereka keluar dari cafe itu dan menuju parkiran tempat motor Ariny diparkirkan.

__ADS_1


Sampai di parkiran mereka langsung saja memakai helmnya, Ariny menaiki motornya dan menyalakannya. Setelah Ariny menyalakan motornya, Zara pun juga naik di motor itu.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah. dari depan gerbang tersebut, dapat terlihat didalamnya sebuah bangunan yang sangat besar.


Saat motor berhwnti di depan gerbang rumahnya, Zara pun turun dari motor Ariny.


"Terimakasih noy, mampir?" tanya Zara pada Ariny yang masi duduk di atas motornya tanpa mematikan mesin motornya.


"Gak deh, lain kali aja. Aku balik dulu yah ra, baay" kata Ariny sambil menjalankan motornya.


"Hati hati" kata Zara melambaikan tangannya kepada Ariny yang sudah menjauh.


Melihat Ariny yang sudah tidak kelihatan lagi, Zara pun bergegas masuk. Setelah itu ia langsung menuju kamarnya dan mengganti baju.


Setelah mengganti baju, ia bergegas ke ruang belajarnya yang terhubung dengan kamarnya. Maklum anak orang kaya yang kesepian, karena kedua orang tuanya sibuk kerja dan dirinya juga tidak punya saudara.


Biasanya di rumahnya dia hanya mengobrol dengan ibu ibu asisten rumah tangga saja. Zara juga tidak suka keluar menghambur hamburkan uang. Zara lebih memilih belajar karena menurutnya lebih bermanfaat.


Zara hanya keluar jalan atau main jika Ariny yang mengajaknya.


Zara terus belajar dengan membaca pdf yang ada di komputernya, ia membaca tentang jurusan yang akan dia ambil bantinya.


Waktupun berlalu, dan tak terasa jika waktu sudah menunjukkan jam 6. Zara pun menghentikan kegiatannya itu dab mematikan komputernya.


Setelah itu, Zara turun kelantai bawah dan menuju ruang makan. Yah kamar Zara berada di lantai atas.


Saat akan sampai di ruang makan, Zara melihat kedua orangtuanya sedang duduk menunggunya untuk makan.


Meskipun kedua orang tuanya sangat sibuk, tapi orang tuanya selalu menyempatkan makan malam bersama.


"Malam pa, ma" kata Zara pada papa dan mamanya sambil duduk di kursinya.


"Malam sayang" kata mama dan papanya bersamaan.


Setelah itu, mereka menyantap makanannya tanpa ada yang mengangkat bicara. Hanya ada suara antara sendok garpu dan piring.


Saat saat Zara telah menghabiskan makanannya, ia pun minum dan berpamitan kepada ke dua orang tuanya.


"Pa, ma Zara sudah kenyang, Zara ke kamar dulu yah" kata Zara sambil menuju ke arah kedua orang tuanya.


Zara mencium pipi papa dan mamanya bergantian. "Selamat malam pa, ma" kata Zara.


"Malam sayang" kata mama dan papanya bersamaa.

__ADS_1


Zara yang mendengar mama dan papanya sudah meresponnya, langsung meninggalkan ruang makan itu dan menuju kamarnya.


Dikamarnya itu Zara memainkan hpnya, ia tampak melihat lihat story ig teman temannya.


Tak lama hp Zara berbunyi dan menunjukkan notifikasi pesan masuk dari WhatsApp. Saat membuka pesan itu ternyata yang mengirim pesan itu adalah sahabatnya yaitu Ariny.


Ting, suara pesan masuk


Zara pun membuka pesan dari sahabatnya itu.


"Zaraaaaaaaa" pesan dari Ariny.


"yah" ketik Zara dan mengirimnya kepada Ariny.


Tak lama terkirim pean Zara terkirim, terlihat jika Ariny sudah membaca dan sedang mengetik pesan yang akan dikirimkan Ariny lagi pada Zara.


"Kamu sudah isi formulirnya?" tanya Arny pada pesan WA nya.


"Sudah" balas Zara kepada Ariny.


"Aku juga sudah, kamu maunya kembaliin formulirnya kapan? soalnya pengembalian formirnya dari tanggal 13 sampai tanggal 15. Kamu maunya kapan ra?" tanya Ariny pada pesannya.


"13 saja" balas Zara.


"Baiklah lebih cepat lebih baik. Aku akan jemput kamu nanti setengah jam sebelum jam 8, Okee" kata Arny pada pesannya.


"Hemm" balas Zara


"Kalau begitu tidurlah, ini sudah larut. Selamat malam" kata Ariny dalam pesannya itu.


"Malam" balas Zara.


Setelah chatingan dengan Ariny, Zara pun merebahkan dirinya di atas kasurnya. Tak lama kemudian ia pun tertidur.


.


.


.


.


...~~~~...

__ADS_1


...Jika ada salah dalam penulisan author mohon maaf yah🙏. Jika ada saran dan kritik bisa ditinggalkan di kolom komentar, tapi jangan pedes" yah. Jangan lupa juga like dan tambahkan sebagai favoritnya temen temen yah, jika temen temen suka 😊...


__ADS_2