
Kring kring kring
"Ra, aku balik kelas dulu yah. dadah" kata Ariny melambaikan tangan.
"Hmm" balas Zara berdehem dan membalas lambaian Ariny tapi hanya melangangkat tangannya.
Zara pun kembali fokus pada novelnya, dan masuklah 3 senior ke kelas mereka. 1 senior perempuan dan 2 senior laki laki.
Melihat 3 seniornya masuk Zara langsung menyimpan bukunya dan fokus pada para senior.
"Selamat pagi untuk kalian" sapa senior erempuan itu.
"Perkenalkan nama saya Feby Anastasya. kalian bisa memanggilku dengan kak Feby. Aku sekretaris osis" kata Feby sengan tersenyum manis.
"Sepertinya aku tidak perlu mengenalkan diriku lagi, kalian pasti sudah mengetahuinya. Kalian boleh mamanggilku Gebril saja" kata Gebril dengan muka datarnya.
"Hai namaku Aditya Kusuma, kalian boleh memanggilku kak aditya. Aku sebahgai wakil ketua osis." kata Aditya tersenyum tipis tapi bisa bikin meleleh.
"Baiklah perkenalkan nama kalian satu satu" kata Feby.
Semua siswa pun memperkenalkan namanya masing masing. dan melakukan banyak hal seperti bermain game atau kuis.
Tak terasa sudah waktunya pulang. Mereka semua pun pulang dengan keadaan lelah.
Begitulah Zara dan Ariny melewati masa perkenalan siswa baru, dan akhirnya tibalah saatnya Zara dan Ariny benar benar menjadi siswa di sekolah itu.
Hari pertama sekolah Zara dan Ariny berangkat sepeti biasa dengan mengendarai motor Ariny. Saat sampai di sekolah Zara dan Ariny di kagetkan dengan bunyi klaskon dari sebuah mobil.
BIP BIP BIP
"Astaga mau copot jantungku, gak ada akhlak tu orang" kata Ariny kesal.
Mobil itu pun berhenti di parkiran mobil sekolah itu, dan keluarlah dua senior perempuan mereka. Yah dia adalah Feby dan temannya Devi.
"Eh minggir kalian, dasar miskin" kata Feby menyenggol Zara sampai Zara hampir hilang keseimbangan.
"Apaan sih kakak, mentang mentang senior. Emang ini sekolah milik kakak sampai nyurug nyuruh kita minggir." kata Ariny sudah sangat kesal. Ia tidak terima sahabatnya di gituin.
"Bukan punyaku sih, tapi sekolah ini punya om aku. Mau kalian di keluar sebelum masuk belajar" ancam Feby.
Mendengar itu Zara dan Ariny menjadi kaget. Ariny kaget karena telah menyinggung keluarga pemilik sekolah.
Sedangkan Zara kaget karena sesuatu. "Sejak kapan papa punya ponakan kaya dia. Au ah gelap" batin Zara.
"Kaget kan loh semua, minggir sana" kata Devi, lalu berlalu bersama Feby.
"Ra, giamana nih. Takut aku" kata Ariny panik.
__ADS_1
"Tenang aja, aku jamin kamu gak bakal di keluarin dari sekolah. Kecuali kamu bersalah" kata Zara menenagkan Ariny.
"Kelas yuk" Ajak Zarah lalu menarik Ariny agar tidak kepikiran perkataan Feby dan Devi.
Zara dan Ariny memasuki ruang kelas masing masing. Mereka janjian akan kekantin saat jam istirahat.
Jam Istirahat
"Hai ra" sapa Ariny setelah melihat Zara keluar dari kelasnya.
Ariny berjalan ke arah Zara dengan menggandeng tangan seseorang
"Ra kenalin ni Dewi dan Dewi ini Zara" kata Ariny lalu mereka pun berjabat tangan.
"Kantin yuk lapar nih" ajak Ariny, lalu menarik tangan ke dua sahabatnya itu.
Mereka pun ke kanti dan bertemu dengan Gebril cs. Jadilah mereka ber 6 duduk bersama. Setelah memesan makan mereka semua berbincang bincang.
"Siapa dia noy?" tanya Alam sambil melihat Dewi.
"Oh kenalin ini Dewi, dan Dewi pasti sudah tau kan mereka siapa. Oh iya yang satu itu abang aku" kata Ariny sambil menunjuk Aditya.
"Hai aku Dewi" sapa Dewi pada Gebril cs.
"Hai" sapa Alam dan Aditya. Sedangkan Gebril diam saja menikmati makanannya.
"Kamu Dewi siswa yang masuk dwngan beaaiswa prestasi kan?" tanya Alam.
"Selama kamu jadi pringkat 1 umum tiap semester di angkatanmu, kamu akan mendapat beasiswa setiap semester" kata Aditya.
"Hoo tidak segampang itu guys, di sini ada Zara. Peringkat 1 umum di SMP dan juga merupakan peringkat 1 nilai tertinggi UN se indonesia" kata Ariny bangga.
Mereka semua kaget dengan apa yang dikatakan Ariny. Dan seketika Dewi pun menangis.
Hiks hiks hiks
Mereka semua pun jadi panik melihat Dewi menangis bahkan Zara dan Gebril pun menatap Dewi.
"Eh kenapa nih boca" tanya Ariny.
"Ceritakan kenapa kamu menangis?" tanya Zara.
"Ngomong juga tuh kulkas" ejek Alam.
"Aku harus jadi peringkat 1 umum agar aku bisa dapat beasiswa hiks hiks. Kalau tidak aku tidak bisa sekolah lagi hiks hiks. Aku hanya anak sebatang kara yang tinggal bersama nenekku yang sudah tua hiks hiks hiks. Aku tidak bisa membiayai sekolahku jika aku tidak mendapat beasiswa hik hik hiks" jelas Dewi sambil menangis segugukan.
Ariny yang di dekatnya pun ikut sedih, ia mengelus pundak Dewi untuk menenagkannya.
__ADS_1
"Kamu akan tetap dapat beasiswa meski tidak di peringkat 1 umum" kata Zara tegas, ia juga kasihan pada Dewi.
"Wah, kaya bapakmu aja yang punya sekolah ra" kata Alam.
"Emang" kata Zara singkat padat tapi dapat membuat semua terkaget lagi.
"Serius kamu ra ini punya papamu?" tanya Ariny yang masi dalam keadaan kaget.
"Hemm" balas Zara dengan berdehem.
"Ntar, ntar, yang punya sekolah siapa yah namanya aku lupa" kata Alam sambil mengingat ngingat.
"Karlt Albert" kata Gebril.
"Iya betul itu" timpa Alam yang sudah mengingat nama pemilik sekolah.
"Jadi kamu serius, jadi senior songong itu sepupumu?" tanya Ariny lagi. dan An Lian hanya menggeleng.
"Cih mengaku ngaku tuh senior songong" kata Ariny kesel saat mengingat kejadian tadi pagi.
"Serius ra aku bisa dapat beasiswa?" tanya Dewi, dan Zara hanya berdehem.
"Makasih Zara hiks hiks hiks" katanya menangis terharu.
"Jangan menangis, pinjem hp kamu" kata Zara pada dewi sambil menaikkan tangannya meminta hp.
"Nih" kata Dewi sambil memberika hpnya pada Zara.
Zara lalu mengambil hp Dewi dan mengotak atiknya, lalu mengambil hp miliknya juga dan tampak melakukan sesuatu.
Setelah selesai ia memberika kembali hp Dewi. "Itu buat kamu, terserah kamu mau buat apa tapi untuk pegangan kamu sampai lulus sekolah di sini" kata Zara.
Dewi bingung apa yang dimaksud Zara, lalu ia membuka hpnya dan mendapat notif. Ia membaca notif itu dan terkaget lalu menangis.
"Terimakasih banyak Zara, terimakasi" kata Dewi sambil menangis.
"Berhenti menangis atau ku tarik lagi" ancam Zara dan Dewi lun berhenti menangis.
Yah Zara mengirimkan uang 300 juta untuk Dewi yang bisa di gunakan Dewi selama masi sekolah. Untuk kuliah nanti Zara berniat untuk memberikannya saat sudah lulus.
.
.
.
.
__ADS_1
...~~~~...
...Jika ada salah dalam penulisan author mohon maaf yah🙏. Jika ada saran dan kritik bisa ditinggalkan di kolom komentar, tapi jangan pedes" yah. Jangan lupa juga like dan tambahkan sebagai favoritnya temen temen yah, jika temen temen suka 😊...