
Vissca:" Suga, kita makan di situ aja ya," kataku setelah mobil di pinggirkan.
-----------------------
Suga:" Kau menghentukan ku hanya untuk ini," katanya dengan wajah nampak geram.
Vissca:" Iya," jawabku polos.
Tukan polos lagi😅
Suga:" Apa kau tak tahu. Karna ulahmu barusan kita visa terlibat kecelakaan. Untung jalanan di aini sepi!" bentaknya.
Aku hanya menunduk setwlah menyadari aku salah. Tak lama setelah itu Suga langsung mwngajaku turun.
Suga:" Ayo turun, katanya mau makan di sini," katanay sambil keluar pintu.
Aku masih diam karna merasa bersalah
Suga:" Apa kau menungguku menggendong mu? Ayolah keluar," katanya sambil menarik pelan lenganku.
Vissca:" Maafkan aku Suga," kataku keluar mobil lalu mendelap Suga.
Suga:" Sudahlah. Kau dilarang menangis di sini. Oke?" katanya sambil membalas pelukanku.
Vissca:" Oke." jawabku
Suga:" Ayo lepaskan dulu pelukan ini," Katanya sambil terus memelukku.
Vissca:" Gimana mau lepas, orang kau yang mendekap tubuhku. Aku sudah melepaskanya sekarang, jadi lepaslah pelukanmu ini" Kataku sambil melepas pelukan.
Suga:" Oke," Katanya sambil melepas pelukan dan menggenggam tangan ku.
Vissca:" Kau tak papa kan makan di tempat seperti ini," tanyaku sambil duduk di kursi yang telah di sediakan.
Suga:" Ga papa. Kenapa kau tiba tiba mengajakku makan ke temapat seperti ini?" tanya nya sambil mengikuti gerakan ku.
Vissca:" Tak ada. Hanya ingin saja," jawabku sambil memandang wajahnya.
Setelah kita selesai makan, Suga mengantarku pulang ke rumah.
Walau hubungan kita berdua adalah hubungan tanpa kejelasan, tapi kita sama sama tahu. Kalau kita saling sayang. Itulah yang terpenting buatku.
Skip sampe rumahku....
Rumah sewaan ya...
Vissca:" Mau masuk apa langsung pulang?" Tanya ku masih duduk di kursi pendamping mobil.
Suga:" Kayak biasa lah. Ayo turun," membuka pintu mobilnya.
Saat mau masuk pintu rumah tiba tiba ponsel ku berbunyi....
Ayiayiay kang deny belum sampai
Ayiayiay kang deny belum sampai
Ayiayiay kang deny belum sampai
Suga:" Angkat cepat. Notifnya sangat bising," katanya sambil melihat ponselku.
Vissca:" Iya iya," mengangkat telepon
In the Call
Vissca:" Halo Ta, kenapa menelfon?" Tanya ku pada orang yang di telefon.
__ADS_1
Agata:" Ini aku sama Cristy udah mau sampe bandara... Sama yang lainya juga," Jawab Agata.
Vissca:" Hah?! yang benar saja kau?! Bandara mana?" tanya ku kaget.
Agata:" Ya bandara **** lah, Korea. Mana lagi?! Sekarang yang perlu ku tanyakan. Apa rumahmu masih sama seperti saat kau tinggal dengan Jo See dulu?" Tanyanya.
Vissca:" Aku udah pindah. Jam berapa kau sampai? Biar ku jemput," Jawabku.
Agata:" Kau bagi saja lokasimu. Nanti biar aku yang kesana naik taxi"
Vissca:" Ya udah ku tunggu ya," Kataku lalu mengakhiri panggilan.
End the Call
Suga:" Siapa yang udah sampe? Sampe mana?" Tanya Suga memegang pundakku.
Vissca:" Temen bobrok kita lah. Siapa lagi," Jawabku sambil menarik tangan Suga.
Vissca:" Masuk yuk. Aku cape," kataku.
Suga hanya mengangguk dan kami masuk rumah dan duduk di sofa depan tv.
●Di depan tv
Vissca:" Aku akan buatkan kau coklat panas dulu. Tunggulah di sini," Kataku lalu pergi meninggalkan Namja tampan itu.
Setelah 4 menit berlalu...
Vissca:" Ini, minum lah," kataku sambil meletakan 2 gelas berisi Coklat panas lalu duduk di sebelah nya.
Vissca:" Suga?" kataku setelah duduk.
Suga:" Hm?" jawabnya singkat.
Suga:" Siapa?" Tanyanya sambil meminum minuman Coklat yang tadi ku buatkan.
Vissca:" Temen. Dia seorang namja," kataku ikut minum minuman ku.
Suga:" Ukhuk..." Dia seperti tersedak batu meteor.
Vissca:" Apa kau tak apa apa? Pelan donk kalo minum, udah tau panas," kataku menceramahi.
Suga:" Ceritamu lah yang membuat ku tersedak. Bukan minumanya," katanay sedikit ketus
* Bagaimana bisa hanya sebuah kata bisa membuat seseorang tersedak* Batin ku
Vissca:" maksudnya gimana sih? aku gak paham," kataku meminta penjelasan.
Suga:" Udahlah, nggak penting juga. Siapa Namja itu?" Tanyanya.
Vissca:" Namanya Tomy, waktu itu aku tak sengaja menabraknya. Lalu dia memintaku untuk ikut denganya. Dia mengajakku ke kafe daerah ****," Jelasku.
Suga:" Oh... Pantes kemaren kau membatalkan janji denganku. Ternyata karna namja sia*lan itu," Katanya sedikit geram.
Suga:" Lalu, apa yang kau lakukan denganya?" tanyanya tak sabar.
Vissca:" Kita mengobrol dan dia meminta nomorku. Katanya supaya kita bisa berkabar lagi," Kataku sambil menatap mata Suga.
Suga:" Apa kau memberikanya. Kenapa kau tak izin dulu padaku? Kan aku sudah pernah bilang. Jangan menyimpan atau memberikan kontak mu tanpa se izinku. Apa lagi seorang namja," omelnya tanpa spesi.
Vissca:" Ssst" Meletakan jari telunjukku di bibir Suga.
Vissca:" Dengerin dulu donk makanya. Dia minta nomorku, tapi tak ku beri. Aku mengatakan padanya kalau ada yang meminta nomorku jangan kasih tanpa seizin dari mu. Kenapa kau malah nerocos tanpa henti?" Kataku.
Suga:" Anak pintar," Katanay sambil tersenyum lalu memeluku.
__ADS_1
Vissca:" Kenapa malah memelukku?"
Suga:" Tak apa. Hanya ingin saja," Jawabnya.
Vissca:" Lepaskan Suga, aku mau telpon Agata untuk membeli makan. Aku malas masak," Kataku sambil melepas pelukan Suga.
In the call
Agata:" Napa lagi Ca?"
Vissca:" Nanti kalo mau ke sini. Beli makan sendiri. Aku malas masak, aku lelah habis beres beres"
Agata:" Oke, aku matikan ya"
Tanpa aba aba.
Tut
Tut
Tut
End the call
Vissca:" Dasar temen lucnat," Kataku setelah telepon terputus.
Suga:" Kenapa?" Tanya nya sambil minum.
Vissca:" Masak tadi, Aca yang cantik ini lagi ngomong. Sambungan nya malah di putus sama Agata. Kan Aca kesel," Kataku dengan manja.
Saat aku mendengan suaraku sendiri sangat terdengar manja, Aku langsing mengalihkan pandangan. Aku malu...
Suga:" Apa kau malu? kenapa kau sering sekali merasa malu saat di dekat ku?" katanya sambil tersenyum.
Vissca:" Apa suaraku barusan terdengar seperti anak kecil?" tanya ku pada Suga.
Suga:" Tak apa kau bicara seperti itu di depan ku. Tapi jangan di depan namja lain. Paham?"
Aku hanya mengangguk.
Suga:" Apa kau tak mau memeluk ku lagi?"
Vissca:" Kau mau ku peluk?"
Suga:" Tentu," langsung memelukku.
Aku membalas pelukanya dwngan senang hati.
Suga:" Apa kau percaya pada ku Ca?" Tanya nya sambil tetap memelukku.
Vissca:" Emang kenapa?"
Suga:" Kalo di tanya ti di jawab. Bukan malah nanya balik. Kau percaya tidak?"
Vissca:" Aca percaya kok sama Suga. Emangnya kebapa sih tanya kayak gitu?" tanyaku mendongakkan kepala menatap Suga.
Suga:" Gak ada sih. Cuma pengen tau aja"
Setelah Aku dan Suga menunggu sampai kurang lebih 45 menit, Akhirnya mereka datang.
Tok!
Tok!
Tok!
__ADS_1