
Di rumah ku
Vissca : Ini makan. Aku sama Suga udah beli buat kita semua.
Kataku sambil masuk ke ruangg tengah. Tampak semua sedang menonton dan mengommentari film yang sedang mereka tonton bersama.
Ning Kai : Wah, bawa apaan?
//Katanya yang sedang fokus nonton lalu berpaling menghadap kedatangan ku//
Suga : Liat aja sendiri. Kalian mau pada makan nggak? Kalo enggak biar aku makan sendiri sama Aca.
//Balas Suga dengan menarik tangan ku ke arah meja makan//
Semua mengikuti arah Suga dan aku berjalan.
Agata : Wah tumben kalian berdua inget ama kita.
//Kat Agata yang melihat banyak bungkus makanan//
Vissca : Enak aja. Aku selalu ingat pada kalian tau.
//Ketusku//
Agata : Canda zayank. Kalo gitu biar ku ambilkan piring dulu.
Soobin : Biar ku bantu.
Cristya : Ngikut.
Ke tiga orang itu pergi ke daput mengambil peralatan untuk kita semua makan.
Skip beresin.
Agata : Ayo makan
Skip makan.
Ruang tengah
Vissca : Kalian tadi nonton apaan sih?
Joong Han : The farm. Film kesukaan mu itu.
__ADS_1
Vissca : Suga gundulmu. Lawong aku wae wedi.
Ning Kai : Nah kan kumat ni anak.
Soobin : Oh ya. Ntar kita pada tidur sini semua?
Jo See : Iyalah. Emang napa?
Soobin : Kan nggak ada kamar.
Suga : Aku males balik rumah sono. Tidur sini aja napa.
Jo See : Aku nggak masalah kok kalo tidur di lantai juga.
Vissca : Nanti biar ku bawakan kasur dari gudang.
Suga : Emang ada?
Vissca : Ada kok. Kasur yang sebelum renov dulu.
Suga : Owh.
Skip peginya.
Aku dan Suga sudah siap ingin pergi ke rumah orang tua Suga.
Skip sampe
Jam 14.00
Depan gerbang
Tin tin!!
Klakson dari mobil Suga.
Ada seorang satpam yang membuka kan pintu untuk kami.
Stpm : Silahkan Tuan.
Suga masuk dan memarkirkan mobilnya di area yang telah di sediakan.
"Rumah yang besar" Ucapku dalam hati.
__ADS_1
Saat kami turun dari mobil. Ada sepasang lelaki dan perempuan dan adik lelaki kecil. Jika di lihat mungkin usianya 6 - 8 tahun.
Nyonya Min : Selamat datang sayang. Selamat kembali ke rumah.
Sapa nyonya Min pada putra tampanya itu.
Suga : Mamah, kenalkan. Ini Vissca Calista. Orang yang ku ceritakan waktu itu.
Vissca : Halo Ajhussi Ajhumma. Salam kenal
//Kataku sambil membungkukkan badan.//
Nyonya Min : Tak lerlu terlalu formal. Panggil saja aku Eomma.
Tuan Min : Kau lucu. Semoga kau kelak jadi menantu ku.
Suga : Pastilah Appa, aku akan melamarnya beberapa saat lagi.
Pipiku memerh mendengar perkataan 2 pria yang berstatus sebagai ayah dan anak itu.
Eomma : Sudahlah, kajja masuk dulu.
Kami pun akhirnya memasuki rumah orang tua Suga. Aku sangat senang bisa bertemu dengan keluarga Suga. Aku merasa aku sudah menjadi bagian dari mereka.
Sampai pandangan ku jatuh pada sebuah galeri dinding yang memapangkan foto kepercayaan (agama) yang di anut Suga dan keluarga.
Seketika aku mengingat bahwa sebenarna kita beda agama. Aku melupakan fakta bahwa kita ini beda. Aku terlalu mencintainya sampai melupakan fakta se penting itu.
Dulu saat aku memberanikan menaruh rasa pada Suga. Aku hanya berpikir Mungkin rasa ini hanya sementara. Apa yang perlu ku khawatirkan? Toh hubungan kami belum tentu sampai jenjang pernikahan. Itulah dulu yang ku pikirkan.
Namun sekarang. Aku menatap bingkai itu dengan tatapan mata sayu, yang tak kuasa menahan bendungan airmata. Namun aku tetap menahanya agar tak keluar.
Karna aku hanya bengong dan ketinggalan rombongan tadi, ternyata Suga dan yang lain sudah agak jauh di depan. Samapi Suga sadar aku tak berada di siainya.
Saat semua asik mengobrol dan aku yang masih termenung.
" Hey, kenapa berhenti di situ? " Kata suga berjalan menghampiriku.
Dia tak paham dengan keadaan ku. Dia mengikuti arah pandanganku, hingga dia tau apa yang ada di benak ku sekarang.
__________________________
Mampir yuk ke Cs ku *Magic Life*
__ADS_1
Bye