
Aku hanya bisa diam dan menelan ludah.
Cristya:" Anyonghaseo, Joenen Kim Cristya inmida," sambil menunduk.
Agata:" Anyonghaseo, Joenen Shio Agata inmida," sambil menunduk.
Aku masih menunduk, terlelap dalam lamunanku.
Lanjutan Ruang Dekan
Agata yang berada di dekatku menyenggol tubuhku pelan hingga aku keluar dari alam khayalku.
Vissca:" eh!"
Agata:" Bicaralah ca. Perkenalkan dirimu," bisiknya pelan.
Vissca:" eh-eh. Anyonghaseo, Joenen Vissca inmida," sambil menunduk.
Suga:" wah, kalian semua sangat baik. bukan begitu, VISSCA?" Menekankan namaku saat berbicara.
Vissxa:" eh. I-iya pak," sambil terbata bata.
Suga:" Jadi ini, 3 murit terbaik yang di beri beasiswa dari 105 lainya?" Tanyanya sambil sesekali melihat ke arah ku.
Hening beberapa saat.
Suga:" baiklah kalau begitu, kalian boleh pergi".
Aku, Cris, Aga:" eh? Baiklah," Dengan kebingungan kita keluar dari ruang dekan.
Selang (+-) 3 menit Suga keluar dan melihatku duduk di kurai depan ruang dekan.
Suga:" kenapa kau masih di sini VISSCA? Apa kau tak ada kelas? Atau kau sedah malas belajar di kampus ini?" Tanyanya membuat ku takut.
Vissca:" be-begini tuan Suga, saya ingin meminta maaf soal yang tadi di taman. Saya janji akan melakukan apapun yang penting anda tidak mengeluarkan saya dari sini. Saya mohon," ucapku yang tadinya takut menjadi berani.
Suga:" Apa kau yakin? Apapun akan kau berikan?" Nadanya seperti meyakinkan namun seperti mengancam.
Vissca:" Saya yakin," jawabku tegas walau sedikit takut.
Suga:" Baiklah, besok minggu temui aku di alamat ********* pukul sembilan tepat, dan sekarang berikan nomor ponselmu," sambil menyodorkan hp nya.
Vissca:" Mi-minggu?" Jawabku ragu.
Suga:" kenapa apa kau tak mau? Kalau begi-" ucapanya terpotong.
Vissca:" Bukan begitu tuan, tapi bisakah kita bertemu hari sabtu atau senin atau hari lain selain minggu? Ku mohonš," dengan wajah agiyo.
__ADS_1
Suga:" aku mau jika kau berikan alasan yang tepat".
Vissca:" hari minggu besok adalah hari ultahku, aku akan merayakanya dengan ke 5 temanku. Apakah kau tak kasihan padaku? Apa kau sejahat itu? Aku hanya punya hari minggu untuk bebas, hari2 biasa aku harus kuliah sambil bekerja. Kumohon ya, kumohon, kumohon, kumohon," menyatukan tanganku di depan muka ku.
Setelah beberapa detik
Suga:" Baiklah, namun berikan nomotmu dulu sekarang. Kalau gidak kau akan kabur," menyodorkan ponselya.
Aku mengetik nomorku di ponseknya, setelah itu aku memegang tanganya dan menucapkan trimakasih lalu segera pergi.
Suga:" dasar wanita gila," katanya pada diri sendiri dan tersenyum kecil.
Di sisi lain
Aku sampai di kelas. Aku merubah raut wajahku yang tadi sedikit kesal menjadi tanpa ekspresi.
Vissca:" Permisi pak, maaf saya terlambat," kata ku sambil menunduk.
Dosen:" Oh, Vissca habis dari mana?" Sambil menoleh menghadapku.
Vissca:" Saya dari ruang dekan, pak. Boleh saya masuk?" Kataku yang berdiri tak jauh dari meja dosen.
Dosen:" Ya sudah. Kau boleh masuk. Lain kali jangan di ulang, ya," Lalu lanjut mengajar.
~~Skip waktu pulang
Cristya:" Tadi gimana? Marah gak dia? Apa loe bakal di keluarin? Atau gimana?" Tanya Cris tanpa henti.
Vissca:" Gak marah sih, cuman dia minta ketemu hari sabtu besok," jawabku sambil menggoyang goyangkan kup minumanku.
Joong Han:" Lo mau ketemu dia, Ca? Ntar kalo di apa2 in gimana? Mending gak usah deh, Ca"
Vissca:" Kalo gue gak ketemu dia, ntar yang ada beasiswa gue di stop lagi. Mati gue," sambil memijat kepala.
Joong Han:" Emmm, kalo gak gue temenin aja gimana? Buat jaga2 aja, Ca. Mau ya? Gue takut lo kenapa2.l," sambil memegang tanganku.
Vissca pov: Iya juga ya. Kan gak di jamin juga dia bakal baik apa malah sebaliknya. Iya in aja duludeh. Masih lama juga. And pov.
Vissca:" Ya udah besok kalo dia kabarin gue, gue kabarin lo ya. Lo harus siap kapan aja, ok"
Joong Han:" Ok, udah yuk. Gua anterlu ke tempat kerja"
Vissca:" Kuy lah, Guasken. Kita duluan ya semua," meninggalkan ke 4 teman ku yang lain.
Soobin, Agata, Cristya, Huening Kai:" Nee! Hati hati, jangan yerlalu ngebut"
Vrissca & Joong Han:" Nee!" Pergi meninggalkan kafe
__ADS_1
~~Skip sampai kerjaan ku (Restoran bintang 4, cukup terkenal)
Vissca:" Gomawo, Joong! Aku masuk dulu, nee" sambil melambaikan tangan.
Joong Han:" Nee, bye. Dasar Aca," katanya pelan saat aku mulai menjauh.
Vissca:" annyeonghaseyo, jeohui leseutolang-e osin geos-eul hwan-yeonghabnida," sambil menunduk.
Btw itu artinya (Halo! Selamat datang di restoran kami). Saat aku mengangkat kepala ku, aku melihat sosok wajah yang sangat ku ingat hari ini. Ya, di presiden min porple.
Suga:" jadi lo kerja di sini?" Di tempat itu sepi, kita berada di lantai 2. Kata menejer ada yang menyewa tempat ini.
Vissca:" maaf tuan Suga, ada tidak bisa berada di gedung ini. Gedung ini sedang di sewa khusus oleh seseorang," dengan nada tenang.
"Anda di mohon pindah menuju lantai satu jika tetap ingin makan di sini," lanjutku menjelaskan.
Suga:" Oh. Tapi aku tak ingin pergi, lalu bagaimana?" Katanya dengan nada tengil.
Vissca:" Mohon kelapangan hati anda. Jika anda tidak mau pergi saya terpaksa memanggil menejer saya u-," ucapan ku terpotong olehnya.
Suga:" Panggil saja
," ucapnya dgn nada dingin.
~~skip panggil menejer
Mnjr:" Ahh. Tuan Suga, ada masalah apa?"
Suga:" Dia tak mau melayani ku, menejer. Bagaimana ini? Apa aku tak boleh makan disini?" dengan menunjukan wajah menggemaskan.
Aku & Menejer sedikit kaget. *Inikah yang disebut dingin?* batinku.
Mnjr:" eh-ah. Vissca-ah. Jenapa kau tak mau melayani dia?" tanya menejer membuatku bingung.
Vissca:" Bukankah menejer sendiri yang bilang, gedung lantai 2 di sewa. Dan kaliini aku yang si minta melyani. Tapi kenapa gesung yang di sewa bisa si tempati orang lain?" tanya ku masih dalam bingung.
Mnjr:" Dialah yang menyewa gedung ini. Jadi layani dia dengan baik. Kalau begitu saya pamit undur diri. Permisi," membungkuk lalu pergi.
Vissca:" Eh-eh. Tuan ingin memesan sesuatu?" canggung.
Suga:" Kau tak perluterlalu hormat jika sedang berdua dengan ku. Panggil saja aku Suga Oppa," jelasnya membuat ku tercengang.
Vissca:" Eh, tapi tuan. eh maksudku Oppa. itu akan terdengar canggung bukan? Lebih baik aku memanggilmu tuan saja. oke?" pintaku.
Suga:" Tidak di izinkan. Jika kau menolak, kau tau konsekuensinya bukan?" katanya sedikit menekankan.
Vissca:" Baiklah Suga Oppa," kata ku pasrah.
__ADS_1