Kita Cinta (Suga BTS)

Kita Cinta (Suga BTS)
KEINGINAN SUGA


__ADS_3

Setelah keduanya selsai mengobrol mereka masuk menemuiku dan yang lainya.


"Sayang, nanti kita jadi ke pesta pernikahan temanmu itu kan? " Kata Min Jun Ki beryanya pada istrinya.


"Jadi dong. Appa, eomma, boleh titip Min Jeong Sun semalam nggak?" Kata istri MJK menjawab pertanyaan suaminya lalu beralih bertanya pada kedua mertuanya.


"Gwechana... Sekarang di sini juga masih ada Aca. Jadi eomma nggak terlalu susah ngurusnya" Jawab eomma Suga dengan senyuman.


Aku hanya melihatnya sambil tersenyum.


Malam hari


"Pamit dulu ya mah," ujar Min Jun Ki dari balik mobilnya lalu menancapkan gasnya pergi.


Akhirnya aku dan yang lainnya yang semulanya menunggu di luar kini mulai masuk ke dalam rumah kembali.


Kami masuk menuju meja makan dan memulai acara makan malam. Di meja ini hanya ada ketenangan dan suara ketukan piring yang bersentuhan dengan garpu dan sendok.


Setelah selesai makan, aku, Suga dan Min kecil bermain di dalam kamar Suga.


Kamar


"Paman, apa kamu punya permainan bagus di dalam ponselmu? Aku bosan hanya bermain ini," Kata Min kecil sembari meletakan mobil remotnya ke kota mainan miliknya.


"Kau ining bermain psrmainan seperti apa? Apa tembak tembakan? Atau apa? Biar aku carikan," kata Suga menarik tangan Min kecil masuk ke dalam pangkuannya.

__ADS_1


"Eonni cantik, apa permainan yang kau suka?" Kata Min kecil.


"Emmm... Aku? Aku suka permainan memburu hantu. Tapi itu tak boleh di mainkan untuk anak kecil" Jawabku duduk mendekat ke keduanya.


"Kenapa tidak?" tanyanya beralih dalam pelukan ku.


"Karna..... Aku juga tidak tau, coba tanya pada yang buat game" jawabku.


"Siapa yang membuat game itu?"


"Min, pergilah ke kamar halmoni dan tidurlah dengan mereka" ucap Suga pada Min kecil.


"Baiklah..... Good night Eonni cantik" Katanya mengecup pipiku dan pergi meninggalkan kami berdua.


Setelah Min kecil pergi....


"Hey, bicara apa kamu ini... "


"Begini saja, bagaimana kalo minggu depan kita ke rumah orang tuamu?" Katanya lagi.


"Suga, bagaimana dengan masalah kepercayaan kita?" jawabku lesu.


"Aca, tolong izinkan aku untuk murtat. Aku akan berusaha mempelajari agamamu dengan sungguh sungguh. Aku berjanji akan mejadi imam yang baik untuk mu. Aku mohon" katanya memandang sambil masih memeluk ku.


"Mari bicarakan ini besok di depan orang tuamu. Aku tak mau orang tuamu menganggak aku mempengaruhimu untuk ini" kataku membalas pelukannya.

__ADS_1


Apa mereka akan setuju atau malah menganggak aku buruk? Bagaimana kalau ini tak semudah yang aku bayangkan. Aku benar benar bingung


"Kajja, kau perlu istirahat. Tidurlah" perintahnya.


Keesokan paginya


Setelah aku bangun aku membantu nyonya Min memasak makanan untuk kami semua. Setelah selesai aku naik dan mandi. Juga membangunkan Suga untuk segera sarapan.


Setelah mandi..


"Es batu, bangunlah. Ini sudah hampir pukul 8. Cepat bangun, kamu ini tidur atau latihan mati sih?" kataku sambil menggoyangkan badan Suga yang masih terlelap di kasurnya.


.....


"Suga, bangunlah... Mereka semua sudah lama menunggumu...." Kataku lagi berusaha agar dia terganggu.


"Emhh... Aku masih mengantuk, kau pergilah dulu..." katanya sambil tetap memejamkan matanya.


Kamu tidak mau bangun kan? Aku akan mengerjaimu kalau begitu.


"Kau mau bangun atau aku tak akan mengizinkan mu untuk murtat." ancamku pada kulkas hidup ini.


Seketika dia langsung membelakkan matanya dan berdiri dari tidurnya.


__________________________________

__ADS_1


Maaf lama gak up, soalnya kehabisan bahan aku. Dan terima kasih yang udah mau nungguin. Sampai ketemu di eps berikutnya


__ADS_2