
Ramava Saquina Izora POV
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku sudah berubah jadi manusia lagi, Entah apa penyebabnya aku gak tau pasti, Entahpun mungkin benar karena ciuman dari Dawa. Ya sudahla gak penting juga, Aku sudah ikhlaskan bibirku ini dijamahnya sampai tiga kali, Walau memang cuma sekedar kecupan doang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Sehabis aku makan dan numpang mandi + minjam baju dari Dawa, Aku putuskan akan segera pulang malam ini juga.
Tadi aku sudah bicarakan ini sama dawa, Dengan banyak perjuangan, Aku minta si dawa supaya merahasiakan tentang aku pada orang lain. Yah semoga aja mulut embernya bisa dipercayai.
"Sudah, Makasih ya atas baju, makan dan tempat tumpangannya. Aku mau pulang" Ava.
"Oke, Hati hati dijalan" Dawa.
"iyop, Pasti! Kau gak perlu ngantar aku. Aku bisa kok pulang sendiri" Ava.
"Aku juga gak mau ngantar kau, Tenang aja. Aku masih sayang tenaga" Dawa.
"Oh, yasudah aku harap kau gak rindu sama aku ya.., Dan jangan lupa walaupun aku gak ada disini kau harus tetap makan teratur oke?" Ava.
"Tenang aja, Selama kau gak disini lagi. Aku pastikan aku akan makan dengan tenang" Dawa.
"Oh ya aku juga mau bilang sesuatu" Tambah dawa.
"Apa" Ava.
"Kau jangan ke geeran. Aku gak akan rindu, Apalagi mikirin kau" Dawa.
"Iya iya.." Ava " Eh tapi ingat Lo. Ini cuma kita dua aja yang tau.. Kalo kau bocorkan ini ke siapa siapa aku gak akan segan segan mencakar wajah jelek mu itu" Ava.
"Enak ae lu tong, Muka Gans gini dibilang jelek. Yang ada kau tuh! Muka dibawah KKM aja bangga" Dawa.
"Ishh yasudah la ingat itu ya!" Ava.
"Hmmm eh btw itu tato di muka kau gak bisa dihilangkan?" Dawa.
"Ga! Uda bawaan dari si Me'Ong" Ava.
"Oke oke kau jadi pergi gak sih?" Dawa.
"Ya ini mau pergi, Oke Babay! Assalamualaikum" Ava
__ADS_1
"Waalaikum salam" Dawa.
Aku pergi meninggalkan rumah minimalis modern milik dawa. Setelah kami berbincang tadi perasaanku sudah mulai tenang. Aku menelusuri jalanan kompleks yang hanya dilalui beberapa orang dan motor saja. Udara sangat sejuk malam ini, Apa karna aku cuma pakai kaos + Celana training aja ya? Yah tapi lumayan lah, Masih mending si dawa mau pinjamin bajunya. Jangan tanya soal dalaman nya. Itu rahasia ku seorang.
Sampailah sudah aku didepan gerbang istana papa ku yang megah ini. Panjaga gerbang yang melihatku langsung berteriak gak jelas. Bukannya membukakan gerbang untukku dia justru pergi masuk ke dalam istana. Ishh bodohnya.
Author POV
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tuann!! Tuann! Nona... Nona sudah datang!" Penjaga.
"Hah! jeongmal? Dimana putriku?" Raja Davara.
"Itu tuan di luar" Penjaga.
"Kenaapa tidak masuk?" Raja Davara.
"Gerbang nya belum saya buka tuan" Penjaga.
"Aissss kenapa tidak kau buka pintar?" Raja Davara.
"Ehh lupa tuan" Penjaga.
"Baik tuan" Bibik.
Raja Davara tergesa keluar istana dan pergi menuju gerbang depan, Dinampaknya anak semata wayang nya itu seperti gembel diluar pagar.
Segera dibuka raja gerbang istana dan dipeluknya erat putrinya itu.
"Oh Ava! Dari mana saja kau nak? Papa sudah mencari mu kemana mana" Raja Davara.
"Ehmm itu ayah, Aku tersesat" Ava.
"Ha? Ba bagaimana bisa? Ah sudahlah mari masuk dulu anggap saja rumah sendiri" Raja Davara.
Ava memutar bola matanya malas, Papanya itu masih saja sempat bercanda.
"Ini kan rumah Ava juga pa?" Ava.
"Eh? Siapa bilang? Ini rumah papa dan mama" Raja Davara.
__ADS_1
"Jadi Ava?" Ava.
"Kami nanti papa belikan rumah untukmu sendiri" Raja Davara.
"Oo oke" Ava.
Begitulah orang kaya, Tak ada beban memperbincangkan tentang harta.
Ava masuk ke rumahnya, Eh maksudnya rumah papa dan mama nya. Karena secara terang terangan, Papa K-Pop sendiri yang bilang kalok rumah itu milik dia dan istrinya seorang. Bahkan Ava sang putri semata wayang tidak diakui sebagai pemilik rumah. Karena akan diberikan rumah pribadi saat umurnya sudah cukup nanti.
Ava mulai disambut dengan celotehan dua wanita kesayangannya + dari para pelayan rempong yang memang punya keberanian tingkat dewa berbicara dengan majikannya. Yah walaupun Ava dan keluarga merupakan holang kaya tapi tidak membuat mereka menjadi sombong dan angkuh pada para pelayan.
Setelah habis habisan diceramahi dan dikasih petuah yang berisi wanti wanti oleh para tetua istana Alias mama Disney + Tante Anan juga beberapa pelayan. Kini Ava sedang bertengger di dalam kamar full pink miliknya.
Inilah saat yang tepat bagi Ava untuk merenungi nasib nya. Dan Ava juga ingin memperdalam pengetahuannya tentang perubahannya sendiri.
Ava juga tidak akan memikirkan ini sendiri. Karena dia sudah punya Dawa yang akan dijadikan nya sesuruhan untuk beberapa hal yang harus ia selidiki.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Makan malam di istana kini tampak lebih menyegarkan mata daripada hari haru sebelumnya. Jelas hal itu dikarenakan kepulangan princess Ava. Tidak ada lagi drama makan sesenggukan yang dilakukan mama Disney seperti saat Ava menghilang.
Ava nampak elegant duduk di kursi meja makan. Dengan gaun biru nya yang baru saja dibeli oleh mama Disney menambah aura kecantikan Ava sang putri istana.
****Ogheyy maap ye karna aku dah lama gak up, Alasannya simple..
Karena aku Malas.
Setiap hari aku pantau nih novel like,dan komennya gak nambah nambah.
Ya Allah susahnya cari readers pengertian, Padahal aku cuma mau liat novel ku banyak like dan komennya. Terserah mau komentar apa aja aku terima kok. Justru itu yang bakal jadi penyemangatku.
Yaudah la...
Kalo kalian baca dan sukak Alhamdulillah..
Aku bersyukur..
Aku jugak sadar diri kalo aku writer pemula dan apalah apalah.
Okeee cukup curhatnya... nanti aku sambung lagi yeee...
__ADS_1
Assalamualaikum..!!!