
Ramava Saquina Izora POV
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku menarik kaos kaki busuk dari mulutnya.
"Hoekk...." Dia mual dan nafasnya tersengal sengal, Mungkin dia nahan nafasnya karena gak tahan sama bauk nya kaos kaki itu.
"Hey! Apa yang kau tunggu? Cepat buka ikatanku jugak lah!" Ucapnya sinis.
Tcih, Entah kenapa sekarang aku jengkel sama dia. Aku nyesal udah ngasih my First kiss sama dia.
"Kau kira aku bodoh? Kalo ku bukak jelas kau pasti bakal kabur? Iya kan??" Tanyaku sambil memutar bola mataku. Aku benar benar jengah dengan dia.
"Baiklah terserahmu saja! Sekarang cepatlah ceritakan semuanya! Habis itu buka ikatanku dan pergi secepatnya!" Pria itu.
"Kau ini? Kenapa kau angkuh? Beda kali sama waktu yang lalu" Ucapku
"Apa maksudmu dengan 'Waktu lalu' Kita kan gak saling kenal. Aku jugak gak pernah merasa pernah jumpa kau" Ucapnya.
Aku membuang nafasku kasar, Inilah yang sulit untuk dijelaskan tapi ya bagaimana lagi dia jugak harus tau.
"Begini...Kau yang membawaku kemari"
"Apa? Kau gila ya? Aku gak pernah Bawak orang lain ke rumahku..Apalagi perempuan psikopat macam kau" Ucapnya seraya bertatap sinis.
"Sudah kubilang aku bukan psikopat! Apa yang membuat kau berpikir aku ini psikopat?" Tanyaku dengan ketus.
Kulihat dia memandangku dari atas sampai bawah lalu bergidik ngeri. Tcih..Apa tampilanku ini seram?
"Kau lihat sendiri lah penampilanmu...Kau Makai jubah tidur warna putih polos...Rambutmu tergerai dan juga...Ada tato aneh di bawah matamu" Ucapnya
Aku mengernyit..Tato? Kapan aku punya tato? Aku berlari ke depan cermin lalu melihat wajahku dan benar! Ada tanda seperti tato disana, Tapi..Kok bentuknya unik ya?
Bentuknya seperti cap kaki Me'ong, Warnanya juga unik...Warnanya hitam bercampur pink persis seperti buluku saat jadi Me'ong. Tanda itu...Ada dibawah mataku yang sebelah kanan. Ukurannya gak terlalu besar.
Ehmmm Aku sukak! Tato ini keren...Tapi bentar! Aku kan gak pernah pasang tato. Apa ini tanda si Me'Ong ya?
"Hey! Kau Uda tengok kan? Penampilanmu seperti psikopat. Kau juga punya tato seperti Harley Quinn. Bedanya tato mu cap kaki kucing dan Harley bergambar tanda love" Ucapnya.
__ADS_1
Apa? Jadi itu alasannya! Tentu aku tau siapa Harley Quinn itu. Dia gadis manis tapi seorang psikopat. Dia jugak pacarnya Joker kan? Eh bentar...Enak aja dia nyamain aku kayak psikopat!
"Heh! Lambe turah! Dengar ya..Aku bukan psikopat! Ini tanda dari si Me'Ong..."Ucapku sambil menunjuk tato cap kaki kucing itu.
"Ahhh terserahmu! Cepat lah kau pergi dari sini! Aku sudah gak selera nengok wajahmu!" Ucapnya.
Eh? Kenapa mulutnya itu pedas! Mungkin dia berguru sama Nikita Mirzani. Aisss boleh ditampol gak sih dia ini? Aku gak banyak basa basi. Kutampol kepalanya dengan tanganku.
"Aduh! Heh bodoh! Kau!!! Ini rumahku! Kau ini kenapa kau malah menyekapku dirumahku sendiri! Aku tidak mengenalmu..Aku makin yakin kalo kau ini wanita psikopat!"
"Hey! Aku bukan psikopat!" Ucapku dengab suara ditekankan.
"Kalo kau bukan psikopat, Kenapa kau menyekapku dan bagaimana kau bisa masuk ke dalam rumahku! Bahkan kamarku!" Ucapnya ketus.
"Dengarkan aku baik baik!...Kau yang membawaku kesini_"
"Aku tidak pernah membawamu kesini" Ucapnya yang memotong ucapanku. Dia membuatku emosi lalu kutampol lagi kepalanya dan dia meringis.
"Dengarkan dulu aku! Jangan kau memotong kata kataku.. Paham?" Ucapku seraya melotot tajam dan dia mengangguk.
"Kau membawaku kesini....Kemarin siang. Aku sudah pergi..Tapi tadi sore kau balik lagi membawaku kesini. Padahal aku lagi sama Mamaku" Ucapku jujur.
"Aku kucingmu" Ucapku terus terang.
"Hah? Buahhahahaha Ahahhaha" Dia tertawa lepas "Kau gak ada alasan lain ya? alasan mu gak masuk akal bodoh!" Ucapnya lalu kembali terbahak bahak.
Aku medengus pelan, Kutatap dia serius dengan tampang datar.
"Aku ngomong jujur, Aku gak bohong! Aku bisa buktikan sama mu!" Ucapku penuh penekanan.
"oke..okee...Bagaimana ha?" Tanya dengan melihatku remeh.
Aku buka ikatannya lalu kuatatap dia dengan serius..Tapi kali ini betul betul serius.
"Coba kau cari kucingmu" Ucapku datar.
Dia melihat ke kandang tapi gak nemuin kucingnya itu yang gak lain yah...Aku.
"Kok gak ada? Kau apakan kucing imut ku? Kau bunuh ya? Psikopat kaya kau pasti suka membunuh hewan" Ucapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Ahh aku tersiksa, Oke lah aku perlahan jelaskan dulu.
"Siapa namamu?" Tanyaku
"Namaku Pandawa Arasta Walanda" Ucapnya..
"Oke dawa...Gini, Aku jugak gak tau kenapa aku bisa jadi kucing...Aku gak bunuh kucing itu ya karena kucing itu aku" Ucapku dan dia menautkan alisnya.
"Aku gak tau kenapa aku jadi kucing, Yang pasti kemarin aku bangun terus aku liat aku ada dikandang itu..." Ucapku menunjuk kandang pink paripurna di samping tempat tidur. " Aku baru sadar aku kucing setelah kau ngeluarkan aku dari kandang dan aku nengok di kaca kalo aku berubah jadi kucing" Ucapku dan dia tetap memasang wajah bingung.
"Kucing mu warna black-pink kan?" Tanyaku dan dia mengangguk.
"Yasudah! Aku lah kucing mu itu" Ucapku dengan memelas. Aku lelah menjelaskannya.
"Aku gak percaya! Kau pikir aku bodoh percata sama cerita kayak gitu ha?" Ucapnya.
"Oke... Sekarang kalo kau mau kau boleh nanyak apapun yang cuma kau dan kucing mu yang tau" Ucapku.
Dia nampak berpikir lalu menatapku dengan sinis. Aku benci kali tatapannya itu, Pas aku jadi kucing dia gak kaya gitu. Tcih..
"Dimana aku menemukan kucing ku pertama kali!" Tanya nya.
Alahmak! Mana aku tau dia jumpa aku dimana? Kan waktu itu aku tidur Eh maksudku pingsan.
"Aku tidak tau" Ucapku lemah
"Nah kan benar! Kau itu penipu, Psikopat! Cepat kau pergi dari rumahku sebelum aku seret kau ke rumah pak RT!" Pandawa
"Hey! Aku gak tau karna kan waktu itu aku gak sadarkan diri! Aku aja baru tau aku jadi kucing setelah kau ngeluarkan aku dari kandang" Sautku gak terima.
Jelas lah gak terima! Harga diri dong...Seenak jidat dia bilang aku psikopat + Penipu.
Cuihhh Aku nyesal ngasih first kiss ke dia.
*****Hey...Baca terus ya..Like, vote dan jangan lupa komennya.
Apapun komenannya aku terima. Komen itu penyemangatku! jadi kalo kalian baca, like, vote apalagi komen.
Aku berterima kasih kali...Ke kalian**
__ADS_1