
Pandawa Arasta Walanda POV
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Nah kan benar! Kau itu penipu, Psikopat! Cepat kau pergi dari rumahku sebelum aku seret kau ke rumah pak RT!" Ucapku.
Aku menatap wajah gadis didepanku ini, Wajahnya terlihat bingung dan cemas. Apa benar yang dikatakannya itu. Ahh tapi gak mungkin lah! Mana ada cerita kayak gitu.
Tapi...Dilehernya..Dia makai kalung penanda yang aku kasih sama Kitty kucing ku. Apa betul ya dia itu Kitty? Tapi Kitty kan imut sedangakan dia? Cantik sih.....Tapi psikopat.
"Kau! Percayalah sama ku! Aku ngomong jujur loh! Kan kau yang bawa aku ke rumahmu. Aku jugak pasti lagi pingsan waktu kau pertama kali jumpa aku. Iya kan?" Ava
Astaga! Dia betul! Apa benar dia kitty? Aku jugak pernah sih baca buku cerita kaya gitu... Tapi kan? Pasti gak mungkin lah! Aku takut....Gimana kalo dia psikopat?
"Itu memang betul! Tapi aku belum bisa percaya sama kau. Kau bisa yakinkan aku lagi?" Ucapku.
"Aisss kau ini! Emmm ha! Waktu pertama kali aku liat kau...Kau masuk ke kamar ini makek masker iya kan?" Ava
Dia betul! Ahh apa dia Kitty? Enggak, Aku belum boleh percaya...Kuy tanya lagi!
"Warna Apa?" Ucapku menantang.
"Hitam!" Ava.
Dia benar....Okeh tanya lagi!
__ADS_1
"Jenis apa?" Tanyaku.
"Skuba dong..." Ava
Dia benar..Dari tampangnya memang kelihatan seperti penipu, Tapi dari jawabnnya kayknya dia jujur. Apa aku percaya aja sama dia? Ah jangan lah!
"Kau benar..Tapi aku masih belum bisa percaya sepenuhnya. Bisa aja kan kau tau tentang itu semua karna kau menguntitku" Ucapku jujur.
"Eeh? Cuih! Kau ini kenapa mulutmu kenapa sembarangan nuduh orang? Iss tampamgnya aja meyakinkan tapi mulutnya busuk! Wek!" Ava.
Mulutku busuk? Dia bilang mulutku busuk? Cih, Mulut orang ganteng dibilang busuk. Gak bisa dibiarkan!
"Oh ya? Mulutku busuk ya?" Ucapku lalu aku dekati dia menangkis sedikit jarak diantara kami.
"Ho'oh! Mulut mu busuk!" Ava
"Eeh? itu..Eee Aku khilaf! Mana mau aku mencium kau! Cuih! Harus disamaklah bibirku pake lumpur suci tujuh kali" Ava.
"Kau kira aku najis?" Ucapku.
Aiss kenapa perempuan jadi jadian ini angkuh sekali? Sudah jelas wajah nya merah kaya tomat. Tapi masih aja Ngelak...
_________________
Author POV
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Perdebatan antara dawa dan Ava telah berakhir. Mereka berdua tidak saling sadar perdebatan yang mereka lakukan disaat tengah malam. Dawa akhirnya memberi ijin Ava untuk menginap dirumahnya setelah Ava memohon sampai bertekuk lutut dan menempel di kakinya.
Dawa tidur di kamarnya, Dan Ava tidur di ruang tamu. Itu atas perintah Dawa takut tebakan tentangnya bahwa Ava adalah psikopat itu benar.
Pagi menyapa, Baru saja mereka berdua tertidur Selama 3 Jam. Tapi harus terusik tatapan matahari pagi.
Dafa menuruni tangga rumahnya, Turun kebawah dengan niat sarapan seadanya. Sekalian menyapa tamu dadakan yang berdebat di tengah malam bersamanya.
Dafa berkeliling rumah minimalis modern miliknya yang ukurannya tidak terlalu besar. Hanya ada satu kamar dan dua lantai.
Niat menghampiri Ava di sofa ruang tengah lantai satu. Tapi tidak ditemukannya. Tempat gadis itu merebahkan tubuhnya semalam berganti menjadi tempat kucing bernaung dalam tidurnya. Kucing bercorak black+pink Yang memakai kalung tanda pengenal bertuliskan Kitty.
"Kitty? Dia kembali! Tapi dimana gadis itu? Apa dia kabur?" Ucap Dawa.
Dawa terus menelusuri rumahnya guna mencari sosok gadis jadi jadian yang masuk kerumahnya secara misterius.
Dafa membawa Kitty dalam gendongannya sehingga membuat makhluk imut itu terbangun dan menggeliat.
Dawa tersenyum pada Kitty dan mengelus bulu bulu kepalanya. Tapi ada yang aneh, Tatapan Kitty kucing semata wayangnya itu..
Tatapannya menunjukkan tatapan tidak suka. Ah ada ada aja ekspresi kucing jaman sekarang.
Kitty lompat dari gendongan dawa saat sudah sampai di dapur. Kucing itu menatap dawa sinis lali terus Meng'eong tiada henti.
__ADS_1
Dawa tertawa melihat kelakuan imut kucung nya yg terus Meng'eong tiada henti layaknya alarm. Pasti kucing imut ini cocok ditempatkan di depan meja kasir Koko cina.