Kitty Girl

Kitty Girl
Istana Random Member


__ADS_3

Author POV


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seharian Ava tidak pulang kerumahnya tentu membuat gempar istana yang ber Memberkan manusia dengan sifat sifat yang berbeda beda itu.


Hilangnya Ava dari istana menjadi trending topik nomor satu di kawasan kompleks perumahan disekitar istana Ava.


Berbagai utusan dikerahkan raja guna mencari putri semata wayangnya yang hilang entah kemana.


Awal mula diketahui bahwa Ava menghilang adalah karena Ava tidak turun untuk makan bersama, Padahal gadis satu itu amat antusias kalo menyangkut tentang makan.


Setelah seharian para pelayan berkelana diistana mencari putri yang hilang, Tapi tak kunjung ditemukan. Raja pencinta Korea itu akhirnya memperluas pencarian menjadi ke kompleks perumahan bahkan disebar luas hingga ke kota.


"Pa.....Gimana ini? Princess Ava anak kita satu satunya. Anakku yang polos...Baik..dan cantik.., dia belum menikah dan belum bertemu pangerannya..Tapi..Tapi..kenapa sekarang dia harus menghilang...Hua...Hiks..hiks.." Ratu Diana.


"Gwenchana mama..Tenang! Papa sudah kerahkan pasukan untuk mencari Ava. Mama tenang ya.. Supaya kerutan mama gak bertambah" Raja Davara.


"Maksud Papa Mama berkerut? Gitu?" Ratu Diana.


"Anyio! Papa... Cuma bercanda tadi haha-haha"


Garing..Begitulah raja kalo berhadapan dengan wajah memelas ala mama Disney.


"Beneran? Papa gak bohong kan? Mama selalu perawatan wajah Lo... Mama liat dari beberapa film dongeng bunga bisa membantu menyegarkan wajah, Jadi mama pakek kosmetik+Skin care yang terbuat dari bunga"


"Iya mama sayang..Papa gak bohong kok. Mama tetap yang tercantik..Kalo gak percaya mama tanya aja sama mirror yang papa beliin kemarin" Raja Davara.


"Iss papa! Mama kan maunya jadi ratu yang baik, Kok papa beliin mama cermin ratu jahat sih!" Ratu Diana.


"Papa bercanda sayang...Udah ya sini peluk papa!" Raja Davara.


"Uhh so sweet..." Ratu Diana.


Kedua insan itu berpelukan hangat menebar kemesraan di tengah rusuh nya keadaan istana yang dilalui beberapa orang untuk mencari putri Ava.


"Heh! Kalo mau bermesraan jangan disini! ponakan kesayangan ku hilang dan kalian malah menebar kemesraan!" Tante Anan.


"Kak..Tadi aku Uda nangis Lo...Suamiku nenangin aku..Baru sebentar kami berpelukan kok..Tadi aku nangisnya lama kak.." Ratu Diana dengan wajah memelas menahan tangis.


"Cih! Kau kira kalo kau nangis Ava bisa ketemu? setidaknya kalian bermesraan jangan didepan umum!" Tante Anan.


"Pa...Mama salah apa? Kok mama dimarahin..hiks.." Ratu Diana dengan lirih.


"Sudah ma.. Dia cuma iri..Dia jealous liat kita mesra sedangkan dia masih jomblo.." Raja Davara.


"Heh! Heh! Apa kau bilang ha? Aku tidak cemburu dengan pasangan alay bin lebay kaya kalian...Aku cuma khawatir dengan ponakanku... Dasar! insan tidak tau diri..Anak hilang malah bermesraan" Tante Anan.

__ADS_1


"Sudah ya ma..Jangan didengarkan yang jelas dia itu hanya iri" Raja Davara.


"Cuih! Lebih bagus aku pergi dari sini..Naik pitam aku liat orang tua kaya kalian" Tante Anan.


Anan meninggalkan kedua insan itu dengan cepat.


"Pa..Kita kan belum tua.." Ratu Diana.


"Mama benar..Bahkan dia lebih tua dari kita..Sudahla ma..Paling dia cuma iri" Raja Davara.


"Mungkin papa benar" Ratu Diana.


Kedua insan itu masuk ke kamarnya, Raja menenangkan ratu yang masih bersedih. Ratu yang satu itu memang memiliki hati yang sensitif dan terkesan manja pada suaminya.


Urusan pencarian terus dilakukan, Para anggota kerajaan terus menulusuri kemana Ava pergi.


Bahkan Anan, Tante tercinta Ava langsung turun tangan sendiri untuk mencari ponakan kesayangannya.


Raja mendapat telpon dari salah satu detektif kepercayaannya.


"Bagaimana? Putriku sudah ditemukan?"


(.......)


"Baiklah! Terus cari sampai dapat! jangan pulang tanpa membawa kabar baik..Kalo tidak kau tidak akan kugaji!"


(.......)


Panggilan berakhir, Raja menghela nafasnya lalu beralih menatap istrinya yang maish sesenggukan menangis.


"Bagaimana pa? Ava sudah ketemu?" Ratu Diana.


"Belum ma..Tapi kata utusan papa tadi.. Terakhir Ava diketahui itu ditaman..Jadi papa yakin Ava pasti segera ditemukan" Raja Davara.


"Semoga aja.." Ratu Diana.


Lain lagi ditempat Anan berada..Tante kesayangan Ava itu..Sedang ditaman..Dia memilih turun langsung kelapangan untuk mencari ponakannya.


"Dari mana kau dapat informasi bahwa ponakanku terakhir ada disini?" Tante Anan dengan nada yang dingin pada detektif.


"Begini buk..Eh mbak.. Emm" Detektif.


"Panggil saja aku buk..Aku bukan mbak mu!" Anan.


"Baik buk..Begini..Perkenalkan nama saya.. Rahmat..Saya detektif suruhan raja Davara"


Ujar detektif itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak nanyak namamu! Cepat jawab pertanyaan ku!" Anan.


"Glek..Galak amat sih! Pantes gak ada pasangan!" Detektif Rahmat.


"Cepat jawab! Aku tidak punya waktu! Anan.


"Baik buk..Putri Ava terakhir disini..Saya mengetahui informasi ini dari Anak anak yang ada disana.." Detektif Rahmat.


"Jadi kau dapat informasi dari bocah? Berati informasi itu tidak valid! Dasar bodoh! Kau tidak akan kubayar!" Anan.


"Jangan dong buk...Kami berusaha cari..Tapi cuma anak anak itu yang tau..Kata ibu saya..Anak anak itu polos..Jadi tidak mungkinn berbohong buk.." Detektif Rahmat.


"Anak anak jaman sekarang beda! Mereka jagonya prank! Dasar tidak tau jaman!" Anan.


Anan terus mengomel pada seluruh anggota team pencarian. Anan tidak puas dengan kinerja mereka dan mengancam tidak akan menggaji mereka. Anan memang agak kikir, Fakta itu juga sudah diakui oleh Raja, Ratu dan Ava.


Salah satu anggota team datang menuju Anan dan Rahmat.


"Buk..Permisi.. Anggota sedah mencari dari tadi malam buk..Kami lapar..Mau makan buk.." Anggota A.


"Jadi? yasuda pergilah makan! Tapi jangan lama lama!" Anan.


Anggota itu mengulurkan tangannya pada anan. Anan mengernyit kan dahinya pada orang itu.


"Apa?" Anan.


"Mana uangnya buk?" Anggota A.


"Enak aja! Pakek uang masing masing! Kerja gak becus malah mintak uang! Kau pikir aku Emak mu?" Anan.


"Pakailah dulu uang kalian..Nanti saya akan ganti" Rahmat.


"Makasih pak..Kami permisi dulu.." Anggota A.


Orang itu pergi sedangkan Anan masih bercengkrama dengan beberapa orang yang ada disekitar taman itu.


"Heh Rahmat! Mana bocah yang kau tanyai itu?" Anan.


"Itu buk.." Tunjuk Rahmat.


Anan mendatangi anak anak itu diikuti Rahmat dibelakangnya.


*****


Hi weee ikuti terus ya...ceritaku..Maap kalo ceritaku gaje.


Jangn lupa like, Vote dan komennya.

__ADS_1


Pliss janhn jadi pembaca gelap..


Aku bakal senang kalo kalian komen, Apapun komen itu aku bakal senang.


__ADS_2