KOMEDI CINTA

KOMEDI CINTA
pertama


__ADS_3

kini dua mobil sport sedang melaju dengan kencangnya , menyalip satu sama lain , suara sorakan juga tak kalah meriahnya memberi semangat pada idolanya.


namun semakin lama mobil yang dikendarai Brayn semakin tertinggal. padahal tak pernah sekalipun ia kalah dengan Lucky.


"lah liat tuh masa Bray kalah sih" ucap Devan , yang melihat mobil Brayn semakin jauh tertinggal.


"woy sorry gue telat , mules banget" suara Lucky tergesa gesa , sontak membuat semua sahabatnya kaget.


"kenapa" lanjut Lucky yang melihat tatapan sahabatnya.


"kalo Lo disini terus yang disitu siapa" tunjuk Agung pada mobil yang sedang berjalan sangat kencang, sedangkan Lucky hanya mengangkat kedua pundaknya dan menggelengkan kepalanya.


kedua mobil melaju semakin kencang ,namun anehnya mobil Brayn sama sekali tak mampu mengejar laju mobil didepannya.


sampailah di finish dan mobil milik Lucky jadi pemenangnya , membuat semua fensnya berhamburan mendekat.


Brayn turun dari mobilnya dan tidak menyangka dirinya akan kalah.


"woy Ray Lo waraskan" ucap Devan sembari merangkul pundak Rey.


"asam lu" seru Brayn, yang masih tak terima dengan kekalahannya.


"tapi yang ngendarai tu mobil bukan bang Lucky ray" ucap Agung yang baru datang dengan Lucky.


"ia Ray gue juga baru Dateng dari panggilan alam" ucap Lucky.

__ADS_1


"ya gue juga ga percaya itu lu" cibir Brayn , yang membuat semua temannya tertawa, karena memang Lucky tak pernah sekalipun menang melawan Brayn.


Lucky,Brayn,dan sahabatnya mendekati mobil yang pengemudinya masih didalam.


setelah pintu mobil itu terbuka keluarlah sosok wanita cantik yang membuat semua orang tercengang.


"Bella" ucap Lucky yang masih tak percaya, sedangkan Bella yang tersenyum tanpa dosa.


"siapa bang" tanya Agung yang melihat wanita cantik didepannya.


"dia Bella adik gue" jawab Lucky sambil melihat semua sahabatnya.


"apa..." jawab Brayn and friend bersamaan yang tercengang tak percaya.


"ko bisa lu dek?" tanya Lucky pada adik gadisnya yang masih berdiri di pintu mobil dan melirik Vivi.


sebelum kejadian..


acara akan segera dimulai namun Lucky belum juga datang yang membuat Bella geram dengan kakaknya.


"tuh Bambang mana sih" geram Bella.


"kabur mungkin" ucap Amelia.


",Lo aja yang gantiin'' sambung Vivi memberikan solusi.

__ADS_1


setelah lama menunggu kakanya tak kunjung datang Bella memutuskan untuk menggantikan mengikuti balap itu.


"gimana udah siap" tanya Vivi .


"udah udah eh udah , cepet masuk" ucap Amelia sambil mendorong tubuh Bella.


Bella mencoba mencari waktu yang pas untuk masuk ke mobil, saat semua orang sedang tertuju pada mobil Brayn , Bella langsung masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya.


****


"begitu lah" ucap Vivi usai menceritakan semuanya.


"ia betul betul betul , Bella emang top" seru Amel sambil menunjukan jari jempolnya.


"kamu imut banget sih" sambar Devan membuat Amel memasang muka malunya.


"jadi bener dia adik lu bang" tanya Agung pada Lucky, dan dianggukinya.


"ia kenalin dia adik gue, dia juga baru pindah ke sekolahan kita tiga hari lalu" jelas Lucky sambil merangkul adik perempuannya dengan bangga.


"apa , tapi kita ko ngga tau" ucap Devan yang tak pernah melihat Bella sebelumnya.


semua sedang asik berbincang , sedangkan Bella melirik Brayn yang dari tadi hanya diam entah apa yang sedang di pikirkannya.


Bryan juga membalas tatapan Bella dengan sangat intens, entah mengapa membuat jantung mereka berdenyut tak karuan.

__ADS_1


"aduh kenapa nih jantung , exp ya" batin Bella sambil memalingkan wajahnya.


"kenapa nih gue, dia ko imut ya. ah apaan sih baru juga liat" batin Brayn sambil memegang dadanya yang berdenyut.


__ADS_2