KOMEDI CINTA

KOMEDI CINTA
semua eror


__ADS_3

dua keluarga sedang menikmati makan bersama, semenjak pertemuannya di RS keduanya menjadi sangat akrab.


"apa kau memiliki anak kembar tiga?" tanya papa Agung tiba tiba membuat ayah Ali keselek.


uhuk uhuk


"oh maaf maaf ayo minum dulu" ucap papa Agung sembari di sikut oleh istrinya.


"bukan, anakku hanya satu yaitu Brayn dan ini sahabatnya ini Devan dan ini Agung" jelas ayah Ali sembari menunjuk satu persatu.


"apa yang ini agung , wah nama kita sama lah" girang papa Agung yang menemukan kembarannya , bukan kembaran muka tapi kembaran nama😂.


"oh ia kenapa aku baru menyadarinya hahaa" tawa ayah Ali dan diikuti semuanya.


"dan kau , apa kau memiliki empat anak, banyak sekali" tanya ayah Ali sambil melirik satu persatu wajah didepannya.


"kau ini ada ada saja , anakku hanya dua dia putra pertamaku Lucky dan ini putriku Bella, nah kalau yang dua itu sahabatnya Bella , Vivi dan Amel" jawab papa Agung dan diangguki mama Ani.


"wah mungkin kita akan jadi besan jeng" ucap bunda Dian ,sontak semua orang menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


"ia bener banget jeng , kenapa saya ngga kepikiran ya" jawab mama Ani dan langsung diangguki kedua pria paruh baya di sampingnya.


"ih mama ngomong apa sih ngga jelas deh" judes Bella yang merasa disindir , sedangkan Brayn hanya diam menikmati makanannya.


"loh kamu ngerasa sayang , kan belum tentu kamu yang dijodohkan mungkin Vivi atau Amel ya kan" jawab mama Ani yang membuat Bella malu setengah mati, apa lagi sepertinya semua orang menahan tawanya.


"shiiit"


keakraban keduanya menjadi sangat hangat dan tak terasa waktu sudah menjelang malam, kedua keluarga itu pun pulang kerumahnya masing masing.


********


Bella sedang duduk dimeja belajar , namun malunya belum juga hilang sepertinya ia akan membuat rumah didalam tanah untuk bersembunyi .


"ih ih ih mama apa apaan sih , ya jelas aku ngerasa orang aku yang anaknya bukan kedua curut itu" gumam Bella yang merasa kesal dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"oh ia sejak dari rumah sakit mereka berdua ko diam aja ya , biasanya Amel neerocooos aja" lanjutnya sambil menggerakkan jarinya seolah sedang bicara.


Bella pun mengambil ponselnya dan membuka grup chatnya dengan kedua sahabatnya.


grup cawak.


*nenek luknut*(Bella).


"hey curut ,kebo pada dimana lu"


*nenek latah*(Amel).


"napasih beb yayang lope youuu+-&_"":;;;;:"


*nenek luknut*


"idih najis, mana tuh lampir"


*nenek ompong*(Vivi).


*nenek luknut*


"eh Lo pada kenapa dari tadi siang pada diem mulu , ngga biasanya pada kesambet apaan sih hah"


*nenek ompong*


"nah gue kan emang ga suka bicara"


*nenek luknut*


"oh ia ya terus lu Mel?"


.........


*nenek luknut*

__ADS_1


"Mel Ameeeeeeeeellllll"


*nenek latah*


"ya besok , aku ga ada acara ko mau ketemuan dimana"


*nenek ompong nenek luknut"


"hah??????"


*nenek latah*


"eh eh sorry gue salah kirim"


off


*nenek ompong"


off


Bella melempar ponselnya ia merasa sangat sebal dengan kedua sahabatnya , yang satunya diem seperti batu yang satunya entah lah eror.


Bella pun memutuskan untuk turun menemui keluarganya, namun saat menuruni tangga terdengar papa mama dan kakaknya sedang membicarakannya.


"ya pa mama rasa Bella cocok dengan Brayn" ucap mama Ani yang membuat Bella mengerutkan dahinya.


"ya papa rasa juga begitu" sambut papa Agung sambil berfikir.


"tapi pa Bella sama Brayn itu beda sifat , yang satu kaya es balok nah Bellanya kaya kapal pecah suaranya" jawab Lucky kurang setuju.


"nah bagus dong , kalo dua duanya diem rumah kita jadi kaya kutub, kalo duanya lawak rumah kita jadi kaya hutan ya kan" seru mama Ani, dan diangguki anak suaminya.


Bella yang mendengarnya urung untuk turun dan kembali masuk ke kamarnya , ia merasa sangat marah dengan semua orang tidak ada yang bisa diajak kompromi.


like and komen ya😘

__ADS_1


__ADS_2