KOMEDI CINTA

KOMEDI CINTA
dua ratus ribu


__ADS_3

suara bel istirahat telah berbunyi, Bella dan kedua sahabatnya tengah asik berjalan di lorong sekolah sambil bercanda yang tak berfaedah.


"Bella tunggu" terdengar suara perempuan memanggil namanya Bella menoleh kebelakang , setelah melihat siapa yang memanggilnya membuat moodnya turun drastis.


"ada apa" ketus Bella .


"eh lo ko gitu sih sama calon Kaka ipar sendiri" ucap Rina yang dibuat buat sedih.


"idih najis, waktu itu aja Lo maki maki gue , sekarang bilang kakak ipar , nih makan kakak ipar" ketus Bella sambil memasukan permen bekasnya ke mulut Rina.


"ih lo tu ya gue kesini baik baik, waktu itu gue kan ga tau Lo adiknya Lucky sorry sorry" ucap Rina yang dibuat sangat halus padahal dihatinya sedang memaki maki Bella.


"em terus?" tanya Bella dengan nada dinginnya.


"gue juman mau minta nomornya Lucky" jawab Rina dengan centilnya mengelus rambut Bella , membuat Vivi dan Amel seolah olah ingin mual dibuatnya.


"oh juman nomor, mau nomor apa em? nomor sandal ,sepatu,baju,celana, atau celana dalam gue tau semua" ucap Bella sambil tersenyum miring, membuat Rina sangat marah namun apa daya namanya juga sedang berusaha ya harus sabar.


"gue juman minta nomor telfonnya" jawab Rina sambil berusaha tersenyum.

__ADS_1


"oh ok satu angka dua ratus ribu" Jawab Bella santai sambil memainkan kukunya, membuat Rina membulatkan matanya.


"buset dua ratus ribu hihii" bisik Amel pada Vivi.


"kalo gue malah satu juta per nomor" jawab Vivi dengan songongnya.


"Lo yang bener aja masa juman nomor aja segitu mahalnya, nomornya itu dua belas Lo" ucap Rina yang sudah kebawa emosi oleh tingkah Bella.


"oh itu masih murah tante, kalo nomor WA per nomornya empat ratus ribu, akun sosmed lima ratus ribu per huruf , jadi gimana?" tanya Bella membuat semu yang mendengarkan menggeleng geleng kepala.


"Lo mau meras gue ya" ucap Rina dengan tegasnya. bagaimana tidak hanya nomor dihargai begitu mahalnya.


"ok ok fix nomor ponsel dua juta empat ratus gue transfer" ucap Rina yang sudah geram , namun kalo tidak begini bagaimana lagi untuk bisa mendekati lucky, Bella yang baru berjalan beberapa langkah terhenti dan tersenyum pada kedua temannya.


Bella yang mendapatkan durian runtuh sangat gembira , ternyata membandrol harga cara yang mudah untuknya, mana uang jajan pas dipotong lagi


********


jam pelajaran dimulai kembali semua murid berhamburan masuk ke kelasnya masing masing.

__ADS_1


"baik semua sedikit pengumuman , untuk pemilihan anggota OSIS apa ada yang akan mendaftarkan diri di kelas ini?" tanya wali kelas , namun tidak ada yang menjawab semua hanya saling tatap.


"saya Bu, karena seperti taun lalu saya juga bisa ngalahin kakak kelas sekaligus" sombong Sisil sambil melirik Bella yang duduk di sampingnya, sedangkan Bella hanya menguap menganggap ucapan Sisil lalat lewat saja.


"ya iya lah gimana ga menang orang pake kekuasaan" bisik murid di belakang.


"ia belagu , kalo bukan anak pemilik sekolah udah gue amputasi tu lidahnya"jawab temannya, yang di dengar Sisil membuatnya geram.


"Bella Bu" seru salah satu murid di belakang , sontak membuat semua menoleh kearahnya.


"ya Bu , Bella juga akan mendaftar, ya kan Bel?" lanjutnya pada Bella .


"kamu yakin Bella?" tanya wali murid untuk memastikan.


Bella sedikit berfikir mungkin ini cara satu satunya untuk mengalahkan kesombongan Sisil . Apalagi setelah mendengarkan cerita temannya bahwa Sisil menjadi ketos saat kelas sepuluh dengan menggunakan kekuasaan keluarganya.


"ia Bu" jawab Bella yakin, yang membuat wali muridnya tersenyum karena memang tidak ada yang berani melawan Sisil dikelasnya.


namun beda halnya dengan Sisil , ia akan melakukan berbagai cara untuk mengalahkan lawannya.

__ADS_1


like and komen ya😘


__ADS_2