KOMEDI CINTA

KOMEDI CINTA
2B


__ADS_3

semua pelajaran telah usai itu pertanda semua murid pulang. begitupun dengan Bella dan kedua sahabatnya , mereka tengah bernyanyi dengan suara falesnya sambil berjalan.


bagi mereka suaranya adalah emas yang berkilau , tapi bagi yang mendengarkan jangankan mendengarkan , menutup telinganya saja masih terasa perih rasanya.


"ehm" terdengar suara deheman dari seseorang , ketiga gadis cantik itu menoleh.


"eh Devan Hay" ucap Amel sangat manis pada Devan , membuat Vivi dan Bella nyengir tak percaya.


"heh uyem yang manggil itu Rey yang disambut siapa" ucap Agung sambil memukul kepala Amel dengan buku , sedangkan Amel hanya memanyunkan bibirnya sambil mengelus kepalanya.


"mau pulang bareng?" tanya Brayn tiba tiba pada Bella sontak semua sahabatnya menoleh padanya.


"em ka kamu ngajak aku?" tanya balik Bella sambil menunjuk dirinya , padahal dari tadi ia sedang berusaha tenang untuk bertemu dengan Brayn , ini malah kumat lagi.


",ngga , sama tiang bendera" jawab Brayn dengan nada dinginnya , namun belum sempat Bella bicara tangannya sudah keburu ditarik Brayn.


""pulang bareng yuk" ajak Devan sambil menggandeng tangan Amel.


"ayo eh ayo ayo" jawab Amel girang .


kini tinggal Vivi dan Agung , keduanya tidak ada yang menyapa atau bertanya. yang satu playboy yang satu playgirl, mungkin akan pas bila disatukan atau sebaliknya.


Vivi meninggalkan Agung yang dari tadi memandanginya.

__ADS_1


"menarik" gumam Agung sambil tersenyum miring, entah apa yang di rencanakannya.


Bella hanya diam saat tangannya ditarik Brayn . Sampainya di parkiran mereka langsung menuju mobil Brayn.


Brayn langsung masuk kedalam mobil, sedangkan Bella hanya diam yang bingung mau masuk atau tidak karena Brayn tak mengajaknya masuk.


"kamu mau jadi patung Pancoran" ucap Brayn dari pintu mobilnya.


"em yakali nanti aku kepanasan terus item" jawaban Bella dengan sangat polosnya.


"Terus ngapain disitu?" tanya Brayn lagi yang melihat Bella hanya berdiri saja.


"lagi nunggu hujan duit dari langit, pake nanya lagi tadi katanya pulang bareng" ketus Bella yang merasa Brayn tak peka.


"terus kenapa ga masuk?" kali ini Brayn juga ikutan terbawa emosi dengan tingkah Bella .


"ya kan ga disuruh gimanasih" ucap Bella sembari masuk ke mobil dan menutup pintunya dengan keras.


"kenapa tadi gue ngajak dia pulang bareng ya"' batin Brayn yang baru menyadarinya.


"ko gue mau aja ya di ajakin nih bolot" batin Bella yang juga baru insaf dengan pikirannya.


*********

__ADS_1


beda tempat beda suasana, kini Lucky sedang sangat marah karena ponselnya selalu berdering , bukan hanya sekali dua kali tapi berpuluh puluh kali dari nomor yang tak dikenal, padahal dirinya sedang mager dan enggan untuk mengangkatnya.


Lucky berjalan menuju parkiran , terdengar suara memanggilnya.


"Kiki Kiki tunggu" panggil seorang wanita.


Lucky menoleh dan melihat Rina yang sedang menghampirinya.


"Kiki dari tadi ko di telfon ga diangkat sih" ucap Rina sambil merangkul lengan Lucky dengan manjanya membuat diri Lucky merinding dan menepisnya.


"ih lo apa apaan sih Kiki Kiki nama gue Lucky bukan Kiki" ketus Lucky.


"itu panggilan sayang aku buat kamu" jawab Rina dengan senyum menggodanya, namun tak dihiraukan Lucky.


"oh ya kamu dapet nomor aku darimana" tanya Lucky dengan nada datarnya, karena memang tidak ada yang memiliki nomornya selain keluarga dan sahabat dekatnya.


"Bella, udah ah ngga penting , aku nebeng pulang ya" rayu Rina .


"hah ada oppa oppa" ucap Lucky sambil melihat kearah belakang Rina , sontak Rina juga menoleh kebelakang .


"man..a , Kiki ko aku di tinggal sih" teriak Rina yang ternyata sudah di tinggal Haikal, membuatnya menghentak hentakan kakinya karena kecewa.


like and komen ya😘

__ADS_1


__ADS_2