KOMEDI CINTA

KOMEDI CINTA
komedi CINTA


__ADS_3

Hari Minggu sebagian orang libur dari kegiatannya dan berkumpul dengan keluarganya, seperti yang berada di rumah Bella.


Papa Agung mama Ani dan kedua anaknya sedang asik menonton sireal drama kesukaannya .


"pa ma nanti malem aku ijin keluar ya" ucap Lucky sambil menghadap orang tuanya, kedua orang tuanya paham maksud anaknya.


" emang ada tandingan?" tanya papa Agung santai sambil memainkan ponselnya yang sedang asik ber Selfi dengan istrinya, ya walaupun sudah berumur namun mereka masih eksis di dunia maya.


"ya teman aku nantangin buat tanding lumayan menghibur pa" jelas Haikal, meskipun sudah tau di ijinin namun ia tak lupa untuk pamit kepada orang tuanya.


"papa di ajak dong biar ga norak" sambar mama Ani ,sontak semua melihat dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


"kenapa" lanjutnya.


"mama serius" ucap papa Agung yang tak percaya dengan ucapan istrinya, dan diangguki.


"waaah mama luar biasa ,baru aku mau cari alasan buat ajak papa mama udah tau aja hehee" ucap Lucky sambil cengengesan.


"ia tapi mama ikut" lanjut mama Ani yang membuat keluarganya kaget.


"mama yakin" ucap Papa Agung dan Lucky bersamaan yang diangguki mama Ani lagi, sedangkan Bella masih setia dengan remotnya.


"lu dek?" tanya Lucky yang melihat adiknya ketawa ketiwi karena acara filemnya.


"pasti dong" jawab Bella singkat padat dan jelas.


ya begitulah keluarga santuy selalu kompak , walaupun sering debat omongan karena masalah sepele.

__ADS_1


*****


beda tempat beda situasi, ayah Ali masih mencari cara merayu istrinya seperti yang dilakukan saat ini , ia sedang mencuci baju dengan manual , menyikat dan meremas.


"nih masi banyak" ucap bunda Dian yang memberikan seprai untuk di cuci..


"hah bunda serius ini aja belum selesai" protes ayah Ali, yang tak terima dengan sikap istrinya.


"loh kenapa tidak toh ayah yang minta, masih kurang" jawab bunda Dian sambil bersandar di pintu dan melihat suaminny dengan tatapan tajam.


"eh ngga ngga ko hehee" senyum paksa ayah Ali daripada di omelin mentah mentah .


"oh ya piring kotor udah banyak" ucap bunda sambil berjalan meninggalkan suaminya .


"di kasih hati minta jantung" gumam Ayah Ali namun masih di dengar istrinya


"APA" teriak bunda Dian.


"untung sayang" gumam Ayah Ali.


sampai sore segala cara di keluarkan namun hasilnya nihil tak ada kata setuju dari istrinya.


Brayn yang melihat ayahnya sudah kewalahan merasa kasian dan mencoba membantu.


Brayn mendekati bundanya yang sedang masak di dapur.


"Bun" ucap Brayn sabil memeluk bundanya dari belakang.

__ADS_1


"kenapa nak" jawab bundanya yang masih konsen memasak.


"bunda ga kasian sama ayah, dia udah berjuang mati matian loh Bun" Brayn mencoba bicara tenang dengan bundanya , karena kalo salah sedikit bisa bisa dia sendiri yang kena omelannya.


bunda Dian mematikan kompornya dan menghadap putranya.


hhuuuh bunda Dian menarik nafas panjang.


"bunda hanya takut saja , ayahmu sudah tua kalo nanti encok, keseleo, sakit siap yang repot juga" ucap bunda Dian yang sebenarnya juga kasian dengan suaminya , apa lagi suaminya berani melakukan apapun demi mendapatkan ijinnya.


"kalo ayah encok kita diemin aja kalo ngga kita tambah lagi encoknya" senyum Brayn dan disambut gelak tawa bersama.


bunda Ani mendatangi suaminya yang sedang memotong rumput dibawah teriknya matahari sabil mengelap keringat yang bercucuran.


"pa" seru bunda Dian.


ayah Ali menoleh.


"eh bunda" ayah Ali berdiri dan memeluk istrinya .


"Buda ijinin" ucap bunda Dian yang sontak membuat suaminya melepaskan pelukannya dan memandang dengan senyum mengembang .


"serius Bun?" tanya ayah Ali belum percaya


"kalo ga mau yaudah" jawab bunda Dian dan hendak pergi.


"eh ngga ngga ayah mau ko , makasih ya muach" seru ayah Ali sambil mencium kening istrinya karena sangat senang.

__ADS_1


tak sia sia usahanya seharian bekerja mencuci piring, baju dan menyapu sampai memotong rumput , usahanya mendapatkan hasil.


like and komen ya😘


__ADS_2