KOST BERHANTU I

KOST BERHANTU I
BAB 1


__ADS_3

Setiap orang pasti pernah tinggal jauh atau berpisah dari kedua orang tuanya, bisa disebabkan karena menempuh pendidikan atau merantau.


Dimanapun kita berada pasti membutuhkan tempat tinggal yang nyaman untuk melepaskan lelah kita dalam keseharian bekerja.


Akan tetapi tempat yang diharapkan ialah tempat yang nyaman, namun tidak semua yang kita inginkan tercapai, apalagi kita tidak mengenal dalam tempat tinggal kita yang kita miliki sekarang.


Ya namanya kita pergi menempuh pendidikan pastilah kita mencari harga kontrakan yang sesuai dengan isi saku kita, namun kita harus menahan atau menikmati tempat yang sesuai dengan isi kantong kita.


Tapi apalah daya, saya mengambil sebuah rumah yang harganya ramah dikantong, tetapi suasananya tidak ramah dengan harganya.


Mau tidak mau saya harus siap menerima hal itu, dan saya ngontrak berlima orang, namun hal yang tidak dinginkan itu datang nya di jari ketiga.


Awal mula kami mendapatkan shift di rumah sakit dan kami berbeda beda shift, ada yang shift malam pagi dan siang, jadi setiap kami pasti ada yang selalu stay di rumah bagi yang tidak dinas.


Namun kebetulan saya mendapatkan shift pagi, beberapa teman saya ada yang shift siang dan malam, jikalau saya shift pagi berarti saya menunggu kepulangan teman saya sampai jam 9 malam sehingga kontrakan itu kembali rame.


Karena shift pagi saya menunggu teman saya sampai jam 9 malam, keanehan terjadi di saat magrib, saya hanya sendirian dikamar, akan tetapi saya mendengar diruang tamu seperti ada suara keramaian ngobrol gitu.


Tetapi saya tidak terlalu menghiraukan namun lama kelamaan rasa penasaran saya timbul saya langsung membuka pintu dan melihat keruang tamu.


Saya terheran jarak rumah saya dan tetangga cukup jauh ada jarak sekitar 50m, tetapi saya mendengar suara orang diruang tamu saat saya masih dikamar.


Suasana terasa sepi dan hening, sayapun kebingungan karena saya hanya sendirian di rumah tanpa ada siapapun, saya menyangka itu suara orang lewat .


Tetapi tidak ada satupun yang berada disekitar rumah, dan saya kembali masuk kamar, dan saya juga mendengarkan lagi bunyi suara radio di ruang tv. saya pikir radio tersebut hanya kosleting ada lagi rusak tetapi terheran radio itu tidak memakai aliran listrik.


Hanya memakai sebuah baterai tetapi didalam radio itu tidak ada ada baterai, terus kenapa bisa hidup?

__ADS_1


Dalam hati sayapun bertanya tanya tapi ya sudahlah saya kembali lanjut ke kamar, dan saya terlelap lebih kurang setengah jam bertepatan siap sholat isya, saya ke kamar mandi lalu saya mencuci muka saaya.


Terdengarlah bunyi orang mengetuk pintu, dengan senang hati saya membuka kan pintu tersebut, lagi lagi tidak ada siapa siapa diluar.


Hati saya mulai kau dan takut, saya langsung bersiap siap untuk berniat keluar dari rumah itu, mencari perlindungan ketenangan diluar sana.


Kebetulan bertepatan jam 9 malam pulanglah teman saya ke empatnya sehabis dinas siang, dan saya ingin menceritakan tetapi saya takut teman saya tidak nyaman lagi di sana.


Beberapa hari kemudian tibalah giliran Ridwal teman saya dinas pagi, dan saya dinas malam yaitu shift malam berempat, kebetulan tantan situ non muslim.


Ia lantas menikmati suana di rumah itu sambil telponan dengan pacarnya sambil menikmati malam yang sejuk, giliran dia yang dapat teror dengan hal tersebut, dia mengatak di lagi teleponan tetapi kenapa ucapan di malah di jawab oleh seseorang yang di ruang tv.


Diapun kebingungan dan keluar dari kamar, tiba tiba setelah dia berada diruang tv dia dikagetkan tv menyala sendiri, padahal dalam ke adaan mati lampu.


Dia pikir tv ini colokan nya nempel dan lampu sudah hidup pikiran dia, akan tetapi dia melihat dibalik jendela ke adaan gelap gulita tidak ada penerangan sedikitpun.


Tidak lama kemudian pintu kamar ada yang ngetok berkali kalio tok... tokkkk.tokkkk.tokkkkk diapun menjadi histeris dikamar dan rasa panik keringat dingin membanjiri sekujur badan nya.


Dia bercerita dengan beraninya dia membuka pintu dan menerobos pintu keluar dan lari ketempat dinas kami, oh iya kami lagi dinas diluar Rumah sakit yang ada di daerah pesisir selatan.


Lanjut cerita di terengah engah sesampai di rumah sakit dan menceritakan semaunya kepada kami semua, ada salah satu teman namanya yogi dia anak tercerdas di lokal.


Hanya seorang yang tidak percaya dengan hal itu, dan kami geram melihat nya.


Setelah itu ritual dia tidur di rumah sakit sampai menunggu pagi karena tidak kuat menahan teror seperti itu yang membuat dia sampai keringatan dingin bercucuran.


Tibalah giliran yogi kebetulan pada saat itu kami pulang ke rumah tempat orang tua kami 4 orang ini dan Yogi pun kami ajak untuk pulang karena kami dapat jadwal libur pada hari itu.

__ADS_1


Setelah kami ajak Yogi pun menolaknya dia lebih memilih dikontrakan saja dari pada balik, kami memang tidak lama sih hanya sehari saja pagi berangkat sore pun bali.


Kebetulan seharian itu hari hujan lebat, dan kami masih dalam perjalan menuju kontrakan berarti magrib kamipun masih dalam perjalanan akan tetapi yogi malah mendesak kami utuk terus balik cepat.


Kamipun bingung dan bertanya tanya apa sih yang terjadi, gak biasa biasa ni anak kayak gini, akhirnya sesampai kami di kontrakan ke adaan gelap gulita.


Kebetulan di sana sering mati lampu, pas kami datang lampu memang sudah mati, namun saya ketok ketok pintu dan panggil yogi dia malah tidak ada jawaban tetapi di telpon hp nya terdengar.


dan tidak lama kemudian yogi berlari keluar dan sambil syok. kamipun sontak ketawa, kami pikir dia hanya nge prank kami, tidak lama setelah itu lampu pun menyala dan yogi mengajak kami semua keluar dan duduk bercerita.


lantas kami mengikuti kemauan yogi,


tau gak apa yang diceritakan yogi? pada saat kami meninggalkan yogi sendirian di rumah hujan lebat pun turun padahal hari dalam ke adaan masih sian sekitar jam 12an.


Namun yogi sewaktu didalam kamar dia mendengar suara kain jatuh dari ruang tamu, saat dilihat tidak ada apa apa.


Namun yogi kembali lagi ke kamar lalu tidur, karena capek dinas malam yogi tertidur sampai jam 6 sore pas menjelang magrib tidak tersentak ke adaan masih hujan.


Setelah siap magrib dia, mendengar orang ngetok pintu, lalu di bukain nya lah pintu, dia melihat seorang nenek basah kuyup berdiri didepan pintu disuruh nya lah masukĀ  dan mengasikan handuk. tetapi nenek itu malah tertawa sangat keras dan berjalan menuju ke kamar yogi, eh nek duduk disini aja jangan masuk kamar kata si yogi.


Namun nenek itu menghilang didalam kamar yogi Yogi pun heran dan kebingungan kemana pergi si nenek tadi. lalu iya melihat pintu rumah terkunci sendiri padahal tadi dalam ke adaan kebuka.


Setelah itu si yogi histeris melihat pintu belakang kebuka. dan tertutup, lampu pun padam dan si yogi melihat nenek tersebut lagi bergelantung di flavon kamarnya seperti orang bunuh diri gitu.


Dalam ke adaan mati lampu Yogi pun berlari kamar saya dan menjatuhkan hpnya di ruang tamu, tetapi yogi berselimut dikamar saya , kebetulan kamar saya ada toiletnya.


dan yogi mendengar ada seperti orang mencuci muka toilet tersebut ternyata nenek tersebut berada di dalam Bak mandi saya.

__ADS_1


Sontak karena saya datang dengan teman yang lain yogi langsung berlari keluar untuk minta pertolongan .


__ADS_2