
Setelah kami bertahan, dan kami kejutkan dengan kembali mengetok pintu kami, kami tetap tenang sehingga kami bisa tetap bertahan dirumah tersebut.
Kami selalu berzikir dan membaca do a padakepercaya masing masing, dan kami mendengar diruang tamu seperi anak kecil memaikan sepeda.
dan kami semua semakin kuat dan yakin bahwasanya rumah ini ada semua tragedi yang memilukan, kami ingin rasanya keluar tetapi hati separuh takut melihat sesuatu yang menakutkan.
hingga suasana hening dan kami kelinya tertidur dan kami terbangun semuanya di jama satu malam, dan kami kaget melihat pintu toilet di dalam kamar ini buka tutup selama 1 menit an.
lalu kami berusaha tidak menghiraukanya mana tau angin. karena di toilet itu dia tidak memakan plafon, angin bisa saja masuk kedalam toilet tersebut.
pagi terasa lama suasana hening tapi seperti mencekam, sebelum nya semua lampu sudah kami hidupkan, tetapi kenapa masih seprti ini juga.
lalu kami mendengarkan seprti ada yang berarktivitas diruang tv, kamipun mengkuatkan diri untuk bersama sama keluar melihat.
setelah itu ternayata tidak ada siapa siapa dan kami merasa tenang dimalam itu dan kami lajut tidur nyenyak dan bahagialah menyambut dinas pagi.
Keaneh terjadi saat bapak Rt bertanya dimalam pertama dia melewati rumah ini seperti ada joget seperti ada pesta, kami pun merasa heran dan kebingungan.
padahal semalaman kami lagi berada semuanya di dalam kamar.
dimalam besok nya pak rt juga menemukan nenek sedang duduk manis didepan pintu kami lalu pak rt menyapa nenek tersebut padahal dimalam kedua kami berda di kontrakan teman tidak jauh dari sana.
pak rt tersebut mengira itu adalah keluarga kami dan pak rt ****** cerita dan bencekrama dengan nenek tersebut.
H-2 menuju kami selesaikan dinas, dikontrakan tidak ada satupun tetapi rumah itu seperti ada yang memasak mandi dan seperti ada aktifitas didengar oleh warga, padahal kami sibuk menyelesaikan semua tugas yang belum terselsaikan.
tibalah malam terakhir dirumah tersebut kami berhamburan berlari semuanya dikarenakan nenek tersebut tidur bareng kami hingga kami merasa seperti kami berlima kok kadi berenam. malam bertepatan jam 3 malam. kami sedang tertidurnyenyak berhambur karena nenek tersebut tidur ditengah keruman kami. tidak ada satupun warga yang terbangun, berkemungkinan kondisi rumah yang jaraknya cukup jauh.
lalu kami rela menunggu pagi diluar rumah, pagi terasa lama sunyi malam dan dinginya membuat kami semua seperti kedinginan seperti orang terlantar.
__ADS_1
rasa sakit hati bercampur membuat kelelahan menghadapinya.
iwanpun nekat masuk kedalam rumah. kami berempat mengikuti iwan kan tetapi setelah kami masuk pintu langsung terkunci, dan lebih berat nya lagi lampu pun mati.
disanalah kami ditampakan aktifitas nenek tersebut.
kami melihat nenek itu sedang bermain dengan cucunya sambil menyangi dan mendorong gerobak anak kecil itu, seketika nenek tersebut membuat cucunya terjatuh dan dia dimarahi anak nya.
cucu tersebut tidak kenapa kenapa cuma terbentur sedikit saja.
tetapi nenek tersebut di bantak bangak dan di tinggalkan oleh anaknya, nenek tersebut merasa sedih dan menyesal apa yang terjadi barusan.
nenek tersebut mersakan kesepian dan menangis di keheningan, dissanalah nenek tersebut memngambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.
Tetapi saya melihat seperti kami lihat itu rumah nya tidak seperti rumah yang kami temapti saaat ini, melainkan rumahnya seprti rumah adat yang sudah tua sekali.
ternyata tempat itu memiliki cerita mistis yang sangat mengerikan., tidak hanya kontrakan kami melainkan komple tersebut juga tempat yang sangat seram dan pernah terjadi pembunuhann pemerkosaan pada masa jaman dulu. pantan tidak ada yang tinggal daerah sana dan sepi dalam keheningan.
Kami semuanya menyambut bahagia pulang, lagi lagi kunci motor salah satu teman kami hilang secara tiba tiba, diluar kontrakan hujan sangat lah lebat. kami pasrah dan gelisah . setiap suduh dan tempat sudah kami cari.
gak mungkin kunci itu hilang padahal teman saya si yogi meletakan nya di tas meja bebrbarengan dengan kunci saya.
ingin rasa mendorong motor itu kembengkel tetapi stangnya terkunci dan tidak bisa di buka.
sore semakin larut waktu mau menujukan jam menjelang magrib hujan pun tak henti henti reda. kami hanya bisa pasrah dan berdo a sehingga kami bisa keluar dari rumah itu.
kami terus mencari dan mencari dan membongkar lagi tas baju yang sudah kami packing rapi demi menemukan kunci itu. kami semakin panik dan semakin bosan dengan ke ada an tersebut.
teman saya terus membacakan zikir karena badanya sudah kelelahan hampir 1 minggu tidak dapat tidur nyenyak ya kurang tidur begitulah, lantar malam kami selalu di teror di tambah tugas yang dedline.
__ADS_1
adzan isya pun mulai terdengar rasa gelisah kami semakin parah ditambah perut yang belum berisi dan cadangan makanan pun tidak ada, dikarenakan kami yang hanya tinggal pulang saja dan bisa makan dijalan.
malang sungguh malang, kunci motor yogi takunjung kami temukan lampu kembali padam rasa stres kami lebih tinggi dari sebelumnya, melainkan kami harus balik malam ini dan akan langsung ke kampus besok pagi untuk revisi tugas. jarak kota tempat tinggal kami dari sini berjarak sekitar 320 KM jadi lebih kurang kami membutuhkan waktu pulang 2-3 jam sampai tiba dirumah.
namun apa yang hrus kami lakukan, tidak mungkin meninggalkan yogi sendirian dirumah itu apa lagi motor nya terkunci dengan stang nya juga.
hujan tak kunjung teduh, kami tetap fokus mencari kunci motor tersebut, rasa pasfah cukup besar didalam badan, pikiran kami kita semua harus kembali bermalam disini dan besok pagi kita angkat sama sama motor ini.
tetapi apalah daya rasa kecewa lelah rindu dengan orang tua tidak membuat semangat kami menjadi patah.
setiap sudut ruangan kursi karpet teman tidur sudah kami jungkir balikan dengan semua, sehinggga kami bisa menenmukan kunci motor tersebut.
setelah semuanya kami bongkar lagi dan kami kembali melipatkan baju baju yang sudah ambur adur karena mencari sebuah kunci tersebut.
Dan saya pun mulai memecahkan suasana sehingga semuanyapun tak lagi tegan dan saya menghidupkan musing dangdut sembari saya bernyanyi berjoget inul daratista sehingga semua teman teman ketawan kejang keja g melihat expresi saya di malam itu.
Tak mau kalah ridual dan iwan juga menyanyikan sembari berjoget goyang patah patah di pinggang nya membuat kami semua terasa hapy dan okta tugas nya pergi membeli cerutu keluar beserta makanan ringan untuk mengganjal perut kami ya g sudah keroncongan.
kami menikmati malam yang horor itu dengan semangat.
diselah selah kehapian itu pemilik rumah menelvn bahwasanya sebelum kami meninggalkaan rumah itu di haruskan merapikan rumah itu.
apah boleh buat dengan senang hati kami membersihkan nya supaya ada kegiata dan tidak membosankan dirumah itu.
hari menjukan jam 11 malam dengan happy sambil membakar cerutu kami tetap memebereskan nya kembali sambil menikamati kopi dirumang tamu.
karena kami takut masuk kamar dan ruang belakang, kami malahan dirumah itu bercerita horor di yang terjadi ditempat lain pada kala itu.
tanpa kami memikirkan hal horor yang dirumah ini bakalan menimpa kami. bodohhhh amatttttttyt yang penting hari ini malam iniiii kita hapyyyyy itu kata si ridu
__ADS_1